Bola.com, Jakarta - David Beckham dikabarkan masuk dalam pertimbangan sejumlah petinggi UEFA dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sebagai calon penantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.
Menurut laporan Sky Sports Germany yang dikutip Sport, legenda Timnas Inggris itu muncul sebagai salah satu opsi paling menarik bagi kalangan sepak bola Eropa.
UEFA disebut ingin mencari kandidat alternatif secara diam-diam demi menyatukan dukungan untuk menghadapi Infantino.
Posisi Infantino menjadi sorotan setelah sejumlah kontroversi memicu kritik dari komunitas sepak bola.
Pada Agustus lalu, UEFA menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Presiden FIFA tersebut, terutama terkait rencana privatisasi sejumlah acara FIFA, termasuk Piala Dunia.
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027. Namun, kandidat penantang Infantino harus segera ditentukan karena batas waktu pendaftaran disebut jatuh pada 18 November 2026.
David Beckham Masuk Radar UEFA dan DFB
Nama David Beckham muncul di tengah pencarian sosok yang dinilai mampu menantang Infantino.
Laporan Sky Sports Germany menyebut sejumlah faksi di UEFA dan DFB sedang mempertimbangkan mantan kapten Timnas Inggris tersebut.
Beckham dinilai memiliki daya tarik besar di dunia sepak bola. Popularitasnya sebagai mantan pemain Manchester United dan Real Madrid membuatnya dikenal luas, sementara kiprahnya di luar lapangan juga menjadi pertimbangan.
Saat ini, Beckham merupakan salah satu pemilik Inter Miami. Ia turut berperan dalam perkembangan klub Major League Soccer (MLS) itu, termasuk ketika Lionel Messi bergabung dengan tim asal Amerika Serikat itu.
Meski demikian, Beckham belum secara resmi menyatakan kesediaannya untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA.
Hingga kini, mantan bek Tottenham Hotspur Ramon Vega menjadi satu-satunya sosok yang disebut telah mengajukan namanya untuk posisi tersebut.
UEFA Kehilangan Kepercayaan terhadap Gianni InfantinoHubungan Infantino dengan sejumlah pemangku kepentingan sepak bola Eropa menjadi salah satu sorotan menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya.
Pada Agustus lalu, UEFA menyampaikan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan mengkritik rencananya terkait privatisasi sejumlah acara FIFA. UEFA bahkan menyebut skema tersebut sebagai kesepakatan tertutup yang tidak pantas.
Presiden DFB, Bernd Neuendorf, juga menyuarakan keinginan agar terjadi pergantian kepemimpinan di FIFA.
"Kami tetap berkomitmen untuk melihat orang lain memimpin FIFA, dan tentu saja, itu berarti mengajukan kandidat alternatif," ujar Neuendorf.
Pernyataan itu memperkuat indikasi bahwa sebagian kalangan sepak bola Eropa ingin menghadirkan penantang serius bagi Infantino.
Namun, tantangan terbesar UEFA adalah menyatukan dukungan di balik satu nama sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Beckham Punya Keunggulan, tetapi Hubungannya dengan Infantino Jadi Sorotan
Popularitas Beckham dianggap sebagai salah satu modal utama jika UEFA benar-benar mendorongnya maju.
Pengalamannya sebagai pemilik klub juga memberikan nilai tambah, terutama dalam memahami pengelolaan sepak bola profesional.
Koneksi Beckham dengan pasar Amerika Utara turut dinilai strategis. Hubungan tersebut berpotensi menjadikannya jembatan antara sepak bola Eropa dan CONCACAF, konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Namun, ada satu hal yang bisa menjadi kendala. Beckham selama ini memiliki hubungan dekat dan bersahabat dengan Infantino. Ia juga aktif menghadiri berbagai acara resmi dan kampanye FIFA.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Beckham bersedia mengambil posisi berseberangan dengan Presiden FIFA saat ini.
UEFA Berusaha Menyatukan Dukungan Sebelum 18 November
Koresponden senior sepak bola Give Me Sports, Ben Jacobs, menilai UEFA masih berupaya menemukan kandidat penantang Infantino sebelum tenggat pendaftaran.
"Pemahaman saya, para petinggi UEFA masih mencari penantang untuk menyaingi Gianni Infantino antara sekarang dan tenggat waktu 18 November," kata Jacobs dalam buletin eksklusif Give Me Sports.
Jacobs juga menyoroti langkah Infantino yang mengusulkan tambahan pendanaan bagi 211 asosiasi anggota FIFA.
Tambahan sebesar USD15 juta disebut diusulkan untuk siklus pendanaan 2027 hingga 2031.
Menurut Jacobs, langkah tersebut dinilai dapat membantu Infantino mempertahankan dukungan dari sejumlah asosiasi anggota.
Selain Beckham, nama Arsene Wenger dan Luis Figo juga muncul dalam pembicaraan mengenai dinamika kepemimpinan sepak bola.
Wenger saat ini bekerja di FIFA di bawah kepemimpinan Infantino, sedangkan Figo pernah menyampaikan kritik terhadap sang presiden dan dipandang sebagai salah satu sosok potensial dalam kepemimpinan sepak bola Eropa pada masa mendatang.
UEFA disebut ingin bekerja di balik layar dan menyatukan dukungan pada satu kandidat hingga mendekati tenggat pendaftaran.
Strategi itu diyakini dapat membatasi waktu yang dimiliki Infantino untuk mempersiapkan diri menghadapi penantang resminya.
Sumber: Give Me Sports