Bola.com, Jakarta - Ai Ogura mengambil keputusan berani dalam perjalanan kariernya di MotoGP. Pembalap asal Jepang itu pernah menolak kesempatan naik ke kelas premier bersama Honda karena merasa belum siap menghadapi tantangan di level tertinggi balap motor dunia.
Keputusan tersebut ternyata berbuah manis. Ogura berhasil merebut gelar juara dunia Moto2 pada 2024 sebelum naik ke MotoGP pada 2025 bersama Trackhouse Racing, tim satelit Aprilia.
Bahkan, Ogura mencatatkan pencapaian istimewa pada musim 2026. Ia menjadi pembalap Jepang pertama yang memenangi balapan MotoGP sejak 2004 setelah meraih kemenangan di MotoGP Belanda musim ini.
Dalam wawancara eksklusif dengan Crash di sela-sela MotoGP Indonesia, Ogura mengungkapkan alasan di balik keputusannya menolak tawaran Honda.
"Saya menolak Honda karena belum siap untuk MotoGP," ujar Ogura, seperti dikutip dari Crash, Minggu (18/10/2026).
"Selain itu, saya ingin meraih satu gelar juara dunia sebelum naik ke MotoGP. Itu adalah dua alasan terbesar saya," lanjutnya.
Ogura Pilih Kejar Gelar Moto2
Sebelum menembus MotoGP, Ogura meniti karier melalui jalur pembinaan Honda. Ia mengawali perjalanannya di Asia Talent Cup, kemudian berkompetisi di kelas Moto3 dan Moto2 bersama Honda Team Asia.
Peluang naik ke MotoGP bersama LCR Honda sempat terbuka pada 2024. Namun, Ogura memilih menunda langkah tersebut demi mengejar ambisi menjadi juara dunia Moto2.
Ia kemudian pindah dari Honda Team Asia ke MT Helmets-MSi untuk musim 2024. Keputusan itu terbukti tepat karena Ogura sukses mengamankan gelar juara dunia Moto2 pada tahun yang sama.
Ogura akhirnya naik ke MotoGP pada 2025 bersama Trackhouse Racing. Setelah menunjukkan perkembangan positif, ia kini bersiap menghadapi tantangan baru bersama tim pabrikan Yamaha pada musim 2027.
Ogura menegaskan, keputusan yang diambilnya pada masa lalu merupakan hasil pertimbangan berdasarkan situasi yang dihadapi saat itu, bukan bagian dari rencana jangka panjang yang telah disusun sejak awal.
"Saya hanya mengambil keputusan yang menurut saya paling tepat berdasarkan situasi yang ada," katanya.
"Jadi, bukan berarti saya sudah merencanakan semuanya sejak awal. Tentu saja, tawaran yang datang juga bergantung pada hasil yang Anda raih."
Tak Pikirkan Keputusan di Masa Lalu
Menurut Ogura, perjalanan karier seorang pembalap tidak bisa direncanakan secara pasti hingga tiga atau empat tahun ke depan. Banyak faktor yang memengaruhi peluang dan keputusan yang harus diambil dari musim ke musim.
"Anda tidak bisa merencanakan semuanya tiga atau empat tahun sebelumnya. Semuanya bergantung pada situasi dari tahun ke tahun," tutur Ogura.
Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan keputusan yang telah dibuat pada masa lalu karena hal tersebut tidak bisa diubah.
"Kalau ditanya, saya senang dengan keputusan yang sudah saya ambil. Saya tidak memiliki perasaan tertentu soal itu," ujar Ogura.
Tantangan Baru Bersama Yamaha pada 2027
Setelah dua musim bersama Trackhouse, Ogura akan memulai babak baru dalam kariernya dengan memperkuat tim pabrikan Yamaha pada MotoGP 2027. Ia bakal bergabung dengan Jorge Martin dalam proyek Yamaha yang masih berupaya kembali ke jajaran terdepan.
Yamaha masih berusaha membangun kembali daya saingnya. Kemenangan terakhir pabrikan asal Jepang tersebut di kelas MotoGP terjadi pada MotoGP Jerman 2022.
Ogura menyadari tantangan yang menantinya tidak akan mudah. Namun, ia menegaskan fokus utamanya adalah memberikan kemampuan terbaik di atas motor sekaligus membantu tim mengembangkan performa melalui masukan teknis.
"Tugas saya adalah memberikan 100 persen kemampuan di atas motor dan menyampaikan masukan kepada mereka," kata Ogura.
Sumber: Crash