Bola.com, Jakarta - Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat suporter Super Elja dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Ngawi-Caruban, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026) pagi WIB.
Kabar duka tersebut datang ketika rombongan suporter PSS sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk mendukung tim kesayangan bersua Persebaya Surabaya pada lanjutan BRI Super League 2026/2027.
"Tentu saja yang pertama itu adalah kejutan besar. Sesuatu seperti ini terjadi kepada pendukung kami dan sangat sulit untuk percaya bahwa ini bisa terjadi," ujar Huistra.
Pelatih asal Belanda itu mengatakan timnya berusaha tetap berkonsentrasi menghadapi pertandingan. PSS ingin memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada para suporter.
"Kemudian penting juga bagi kami untuk berkonsentrasi pada pertandingan. Penting juga bahwa kami membawa energi ke dalam pertandingan dan pada akhirnya juga kami ingin bermain baik untuk para pendukung kami," lanjutnya.
Sampaikan Belasungkawa
Huistra berharap peristiwa memilukan tersebut tidak kembali terjadi. Dia menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit.
"Semoga hal-hal semacam ini tidak terjadi. Kami tidak menyukai ini. Kami sedih tentang hal itu," katanya.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan berharap mereka dapat terus melanjutkan hidup setelah ini," sambung pelatih berusia 59 tahun tersebut.
Pada pertandingan ini, Laskar Sembada berhasil membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Persebaya dalam pekan kelima BRI Super League.
Kenakan Pita Hitam
Kecelakaan tersebut melibatkan Toyota Hiace yang mengangkut 15 orang, termasuk pengemudi. Selain empat orang meninggal dunia, dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis.
Lima mengalami luka sedang dan empat lainnya menderita luka ringan. Para korban saat ini masih menjalani perawatan di RS Caruban.
Suasana duka terasa sebelum laga Persebaya versus PSS di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Kedua tim menggelar one minute silence atau mengheningkan cipta selama satu menit.
Para pemain berdiri melingkar di tengah lapangan dan berdoa bersama penonton. Kedua kesebelasan juga mengenakan pita hitam sebagai tanda berduka.