Francesco Totti Mengklaim Bisa Sabet Ballon d'Or jika Gabung Real Madrid, tetapi Hatinya Hanya untuk AS Roma

Legenda AS Roma, Francesco Totti, mengungkapkan dirinya mungkin bisa meraih penghargaan Ballon d'Or jika menerima tawaran Real Madrid.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 Oktober 2026, 15:15 WIB
Francesco Totti. Legenda AS Roma ini berusia 40 tahun, 8 bulan dan 1 hari saat melakoni laga terakhirnya melawan Genoa di Liga Italia, 28 Mei 2017. Selama total 25 musim telah bermain dalam 785 laga dengan mencetak 307 gol dan 184 assist. (AFP/Filippo Monteforte)

Bola.com, Jakarta - Legenda AS Roma, Francesco Totti, mengungkapkan dirinya mungkin bisa meraih penghargaan Ballon d'Or jika menerima tawaran Real Madrid pada puncak kariernya. Namun, kecintaannya terhadap I Giallorossi membuatnya memilih bertahan di klub ibu kota Italia tersebut.

Totti mengaku nyaris meninggalkan Roma pada musim panas 2004. Saat itu, Real Madrid tengah membangun tim bertabur bintang yang dikenal dengan sebutan Los Galacticos.

Advertisement

Sejumlah pemain top dunia seperti David Beckham, Zinedine Zidane, Luis Figo, dan Ronaldo Nazario menjadi bagian dari skuad Los Blancos. Totti meyakini dirinya berpeluang meraih banyak gelar jika bergabung dengan tim tersebut.

Meski demikian, mantan kapten Roma itu tidak sepenuhnya menyesali keputusannya untuk bertahan. Ia justru merasa ikatan emosional dengan klub dan para pendukungnya jauh lebih berharga.

"Saya tidak menyesali keputusan itu, meskipun ada sedikit penyesalan. Pada 2004, mereka tidak disebut Galacticos tanpa alasan, dengan Beckham, Zidane, Figo, dan Ronaldo," ujar Totti dalam wawancara dengan Corriere della Sera, seperti dikutip dari Football Italia, Minggu (18/10/2026). 

"Saya mungkin akan memenangkan segalanya di sana, bahkan mungkin Ballon d'Or. Namun, begitulah akhirnya. Para suporter mencintai saya dan saya juga mencintai mereka. Perasaan itu masih sama sampai sekarang," lanjutnya.

Simak update terbaru klasemen Liga Italia 2025/2026 di sini. 

 


Roma Selalu Menjadi Rumah

4. AS Roma - Dengan pelatih Fabio Capello, Francesco Totti dan kawan-kawan berhasil menjadi juara tahun 2001. Kala itu skuat diisi bintang dunia seperti Gabriel Batistuta dan Cafu. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)

Totti menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama AS Roma. Ia tampil dalam 786 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak 250 gol dari 619 penampilan di Serie A.

Kedekatan Totti dengan klub dan para pendukung Roma tidak perlu diragukan. Baginya, Giallorossi bukan sekadar tempat bermain sepak bola, melainkan rumah yang memiliki tempat istimewa di hatinya.

"Roma adalah rumah saya. Itu adalah cinta pada pandangan pertama," kata Totti.

Ia juga mengaku selalu merasakan kasih sayang dari para pendukung setiap kali berada di jalanan. Dukungan yang diberikan suporter, termasuk mereka yang berada di tribune Curva, menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

"Orang-orang di jalanan selalu menunjukkan kasih sayang kepada saya. Saya sadar telah menjalani kisah yang luar biasa di sini. Kalian selalu mendukung saya dari Curva. Yang bisa saya katakan hanyalah terima kasih," ujarnya.

Totti pun tidak menampik bahwa dirinya terkadang merasa rindu dengan suasana di lapangan. Kenangan selama bertahun-tahun membela Roma masih membekas hingga sekarang.

"Kadang-kadang saya merasa nostalgia ketika memikirkan lapangan. Saya merindukan semuanya," ungkapnya.

 


Totti Tolak Tawaran Comeback di Usia 48 Tahun

4. Francesco Totti. Legenda AS Roma ini mengenakan kaos kaki rendah sebagai simbol fesyen yang melekat pada Italia yang ber-ibu kota di Roma sebagai rumah mode dunia. (AFP/Andreas Solaro)

Kecintaan terhadap Roma juga menjadi alasan Totti menolak kesempatan kembali bermain di Serie A ketika berusia 48 tahun.

Dalam autobiografinya, Totti mengungkapkan bahwa dua tahun sebelumnya, Como dan Genoa sempat menawarkan kesempatan kepadanya untuk kembali merumput.

Totti menegaskan keputusannya menolak tawaran tersebut bukan semata-mata karena faktor usia atau kondisi fisik. Ia memilih mengikuti kata hatinya, yang tetap terikat dengan Roma.

"Kalau semuanya terserah saya, saya akan bermain pada Sabtu nanti. Namun, sayangnya, saya tahu hal itu tidak mungkin terjadi," ucapnya.

"Ketika berusia 48 tahun, saya berpikir, sungguh sebuah pencapaian luar biasa ketika Genoa dan Como tertarik. Sejujurnya, saya sempat memikirkannya," lanjut Totti.

"Hati dan pikiran saya mengatakan dua hal yang berbeda. Saya mengikuti kata hati dan mengatakan tidak. Sepanjang hidup, saya hanya mengenakan satu seragam, dan itu harus tetap seperti itu," tegasnya.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait