Presiden La Liga Javier Tebas Balas Tuntutan Mundur dari Real Madrid, Malah Menantang Balik

Presiden La Liga, Javier Tebas, menanggapi tuntutan Real Madrid agar dirinya mundur dari jabatannya.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 Oktober 2026, 08:45 WIB
Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, menanggapi tuntutan Real Madrid agar dirinya mundur dari jabatannya. Tebas tetap mempertahankan pernyataan kontroversialnya yang membandingkan cara komunikasi media klub tersebut dengan teknik propaganda era Nazi Jerman.

Pernyataan itu menuai kritik setelah Tebas menuding Real Madrid menggunakan metode komunikasi yang menyerupai teknik propaganda Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Nazi Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.

Advertisement

Los Blancos merespons keras tudingan tersebut dan meminta Tebas mengundurkan diri. Selain itu, muncul kabar bahwa Dewan Olahraga Tinggi Spanyol (CSD) tengah mempertimbangkan kemungkinan tindakan disipliner terhadapnya.

Namun, Tebas tidak menunjukkan tanda-tanda akan menarik ucapannya. Dalam pernyataan terbaru yang diunggah melalui akun X, ia menjelaskan bahwa kritiknya ditujukan kepada strategi komunikasi Real Madrid TV dan sejumlah pihak yang membela klub, bukan kepada para pendukung Real Madrid maupun pandangan politik mereka.

 


Pembalaan Diri Tebas

Presiden La Liga, Javier Tebas. (Oscar Del Pozo/AFP)

Untuk memperkuat argumennya, Tebas menyinggung materi pembelajaran di sejumlah institusi pendidikan yang membahas teknik propaganda historis dan penerapannya dalam komunikasi modern.

Ia secara khusus menyebut Universitas La Laguna di Spanyol. Menurut Tebas, program sarjana jurnalistik di universitas tersebut memiliki mata kuliah wajib yang membahas penerapan 11 prinsip propaganda Goebbels dalam konteks masa kini.

"Sebagai contoh konkret, Universitas La Laguna."

"Dalam program Sarjana Jurnalistik, mata kuliah wajib tahun pertama, Teori Umum Pesan Informatif, mencantumkan latihan berikut dalam silabus tahun akademik 2025/2026: penerapan 11 prinsip propaganda Goebbels pada masa kini," tulis Tebas, seperti dikutip dari Yahoo Sport, Senin (19/10/2026).  

Ia menegaskan bahwa perbandingan tersebut berkaitan dengan teknik propaganda, bukan ideologi Nazi dan terlebih lagi bukan ditujukan kepada pendukung Real Madrid.

Tebas juga mengkritik cara penyampaian informasi yang menurutnya kerap menyoroti insiden tertentu secara berulang, menyajikan kecurigaan seolah-olah sebagai fakta yang sudah terbukti, serta menciptakan sosok musuh secara terus-menerus.

Menurutnya, praktik komunikasi seperti itulah yang menjadi dasar kritiknya terhadap Real Madrid.

 


Malah Balik Menantang Real Madrid

Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Presiden La Liga tersebut turut menantang Los Blancos untuk mengungkapkan berapa banyak permintaan perubahan jadwal pertandingan yang telah diajukan klub dan berapa banyak di antaranya yang disetujui oleh La Liga.

"Kemarahan tidak membantah tuduhan tersebut," tulis Tebas.

Ia juga menegaskan bahwa tuntutan agar dirinya mundur tidak serta-merta menjawab pertanyaan yang sebelumnya ia lontarkan.

Sumber: Yahoo Sport

 

Berita Terkait