Laporta Kecam Real Madrid yang Terus Menyerang La Liga dan Komite Wasit: Mereka Sebaiknya Introspeksi Diri

Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik keras kepada Real Madrid yang dinilainya terus menyerang institusi sepak bola Spanyol.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 20 Oktober 2026, 05:45 WIB
Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik keras kepada Real Madrid yang dinilainya terus menyerang institusi sepak bola Spanyol. Ia juga memberikan dukungan kepada Presiden LaLiga, Javier Tebas, yang dianggap mampu menghadapi tekanan dari Los Blancos.

Perseteruan Real Madrid dan Tebas kembali memanas setelah klub ibu kota Spanyol itu menuntut sang presiden La Liga mundur dari jabatannya pada Jumat (16/10/2026).

Advertisement

Tuntutan tersebut muncul setelah Tebas membandingkan upaya Real Madrid mendiskreditkan wasit melalui saluran televisi milik klub dengan teknik propaganda rezim Nazi. Pernyataan kontroversial itu memicu reaksi keras dari manajemen Madrid.

Namun, Laporta justru membela Tebas. Ia menilai La Liga beruntung memiliki sosok yang berpengalaman menghadapi berbagai persoalan dan tekanan dari klub-klub pesertanya.

"Saya ingin mengatakan betapa beruntungnya kita memiliki Javier Tebas sebagai presiden La Liga. Dia memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi persoalan seperti ini," ujar Laporta kepada wartawan.  

"Selain itu, dia memiliki penilaian yang tepat untuk menghadapi serangan-serangan yang dilancarkan Real Madrid terhadap La Liga. Mereka sepertinya ingin menghancurkan semuanya, mulai dari La Liga hingga Komite Teknik Wasit. Mereka juga tidak puas dengan Federasi Sepak Bola Spanyol. Sepertinya tidak ada satu pun yang membuat mereka puas," lanjutnya, seperti dikutip dari ESPN, Senin (19/10/2026). 

Simak update terkini klasemen Liga Spanyol 2026/2027 di sini. 

 


Real Madrid Diminta Introspeksi

Joan Laporta. (Foto: Skysports)

Laporta menilai sikap Real Madrid tersebut tidak mencerminkan perilaku yang semestinya ditunjukkan sebuah klub anggota La Liga.

"Untungnya, presiden La Liga memahami situasi ini dan memiliki pengalaman dari berbagai pertarungan untuk menghadapi serangan-serangan tersebut. Sikap seperti itu tidak pantas dilakukan klub yang menjadi bagian dari LaLiga," tegasnya.

Laporta juga menyarankan Real Madrid untuk melakukan introspeksi daripada terus melontarkan kritik terhadap berbagai institusi sepak bola Spanyol.

Menurutnya, klub berjuluk Los Blancos itu terlalu sering mempersoalkan La Liga, federasi, hingga keputusan wasit. Laporta menilai sikap tersebut tidak terlepas dari ketidakpuasan Madrid terhadap situasi yang mereka hadapi saat ini.

"Mereka mengambil sikap dengan terus menyerang segala sesuatu yang terjadi di La Liga, federasi, dan kalangan wasit," kata Laporta.

"Mereka selalu menemukan ribuan alasan karena tidak bisa menerima situasi yang sedang mereka hadapi, padahal hal itu merupakan akibat dari tindakan mereka sendiri. Menurut saya, mereka seharusnya melakukan introspeksi dan melihat secara mendalam apa yang terjadi di internal klub," imbuhnya.

 


Panas Menjelang El Clasico

Pemain Real Madrid dan Barcelona bersitegang dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Perseteruan ini semakin menarik perhatian karena Barcelona dan Real Madrid tengah bersaing di papan atas klasemen La Liga. Menjelang El Clasico pada 25 Oktober 2026, Barcelona unggul enam poin atas rival abadinya tersebut.

Real Madrid kembali melancarkan kritik kepada Tebas pada Minggu (18/10/2026). Melalui situs resmi klub, Madrid mengklaim para pendukung mereka di Stadion Santiago Bernabeu meneriakkan tuntutan agar presiden LaLiga itu mundur saat tim menjamu Sevilla sehari sebelumnya.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa konflik antara Real Madrid dan otoritas LaLiga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sumber: ESPN

Berita Terkait