Bola.com, Jakarta - Caretaker PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, mengakui timnya memiliki waktu persiapan yang terbatas menjelang pertandingan melawan Bhayangkara FC.
PSIM akan menantang Bhayangkara FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini adalah ujian pertama bagi Laskar Mataram setelah mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel pada Sabtu (17/10/2026) sore WIB.
"Coach JP meletakkan fondasi yang cukup kuat untuk tim ini. Secara filosofis, playing style, game style kami sebenarnya sudah mengarah ke sesuatu yang secara fondasi kuat," ujar Guntur saat konferensi pers jelang laga, Senin (19/10/2026).
Simak update terkini klasemen BRI Super League 2026/2027 di sini.
Modal Penting
Guntur menilai fondasi tersebut jadi modal penting bagi PSIM untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi musim ini. Meski diakui masih ada sejumlah aspek yang perlu dikembangkan.
"Dasar itulah bekal kami untuk mengarungi pertandingan demi pertandingan berikutnya. Memang ada aspek-aspek yang perlu kami kembangkan dinamika yang terjadi setelah lawan PSM, kami tidak banyak kesempatan untuk latihan," katanya.
"Tapi, minimal para pemain betul-betul fokus, berkomitmen, betul-betul pengin mencurahkan tenaganya untuk mendapatkan poin di pertandingan besok."
"Sehingga saya pikir itu sinyal positif dari para pemain, sinyal positif dari tim untuk bekerja lebih baik lagi dan ya, kita lihat besok hasilnya," lanjut mantan Direktur Akademi PSS Sleman tersebut.
Pemain Siap Bangkit
Sementara itu, bek PSIM, Raka Cahyana, mengakui kepergian Van Gastel membawa kesedihan bagi pemain. Namun, ia menegaskan skuad Laskar Mataram harus tetap melangkah ke depan.
"Kalau dari saya secara psikologis tentunya pasti sedih, cuma hidup harus tetap berjalan ke depan. Jadi, kami siap memberikan 100 persen di lapangan besok agar hasilnya maksimal," ungkap Raka.
PSIM membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisi klasemen. Laskar Mataram belum meraih kemenangan dan baru mengoleksi satu poin dari lima pertandingan.
Hasil tersebut menempatkan PSIM di urutan ke-16 atau zona degradasi. Laga kontra Bhayangkara FC menjadi kesempatan bagi Laskar Mataram untuk berupaya keluar dari situasi sulit.