Bola.com, Jakarta - Manchester United baru meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan Premier League musim ini setelah bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road, Minggu.
Di tengah hasil yang belum memuaskan, eksperimen Michael Carrick dengan Marcus Rashford di lini serang juga belum memberikan hasil sesuai harapan.
MU sebenarnya berpeluang membawa pulang tiga poin setelah Bryan Mbeumo membawa mereka unggul pada babak pertama. Namun, pertahanan Setan Merah kembali bermasalah setelah Dominic Calvert-Lewin menyamakan kedudukan melalui situasi sepak pojok tidak lama setelah turun minum.
Persoalan di lini depan turut menyulitkan Carrick dalam menentukan komposisi terbaik.
Cedera Benjamin Sesko membuat ia harus mencari alternatif, berbeda dengan musim lalu ketika kombinasi Sesko, Matheus Cunha, Mbeumo, dan Bruno Fernandes mampu tampil mengesankan.
Kembalinya Rashford ke Old Trafford sempat menjadi harapan baru bagi MU.
Penyerang berusia 28 tahun itu sebelumnya menjalani masa peminjaman di Aston Villa dan Barcelona, setelah masa depannya bersama Setan Merah sempat dipertanyakan.
Kepercayaan Belum Dibalas
Rashford tampil impresif bersama Barcelona pada musim lalu. Namun, klub Katalonia tersebut memilih tidak mempermanenkan statusnya pada bursa transfer musim panas lalu dan justru merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United.
Tanpa klub lain yang mengambil langkah untuk merekrutnya, Rashford akhirnya kembali ke MU.
Carrick sempat menyatakan antusiasmenya menyambut Rashford pada pramusim.
Kesempatan bermain pun diberikan kepadanya, dimulai sebagai pemain pengganti saat menghadapi Hull City sebelum menjadi starter dalam empat pertandingan Premier League berikutnya.
"Namun, kepercayaan tersebut belum dibalas dengan kontribusi berarti di lini serang," tulis Give Me Sport dalam ulasannya.
Rashford hanya bermain satu menit dalam dua pertandingan liga terakhir, melawan Tottenham Hotspur dan Leeds United.
Bahkan, saat MU berusaha mencari gol kemenangan melawan Leeds, ia tetap tidak mendapat kesempatan bermain yang berarti.
Cunha Terdampak Kehadiran Rashford
Satu di antara persoalan dari komposisi serangan MU saat ini adalah posisi Cunha.
Pada paruh kedua musim lalu, pemain asal Brasil itu tampil sangat baik dari sisi kiri, dengan sumbangan gol dan assist serta pergerakan dari lini kedua yang menyulitkan bek lawan.
Musim ini, Cunha lebih sering dimainkan di tengah karena Rashford kembali mengisi sektor kiri, sementara Sesko mengalami masalah kebugaran.
Perubahan tersebut belum memberikan hasil optimal karena Cunha belum terlihat nyaman menjalankan peran sebagai penyerang tengah.
Situasi Cunha juga tecermin dari minimnya kesempatan bermain. Ia hanya mengumpulkan total 16 menit dalam dua pertandingan terakhir MU.
"Karena itu, mengembalikannya ke sisi kiri dinilai sebagai langkah yang perlu segera dipertimbangkan Carrick," ulas Give Me Sport.
Perpisahan Jadi Masuk Akal
Sementara itu, Rashford justru mulai kehilangan tempat di tim utama setelah hanya mencatatkan enam penampilan sebagai starter.
Kesempatan kedua yang diberikan kepadanya memang layak dicoba, tetapi sejauh ini belum menunjukkan bahwa ia masih memiliki peran penting dalam rencana jangka panjang MU.
Carrick juga menghadapi sejumlah persoalan lain, termasuk penurunan performa Bruno Fernandes, kritik Lisandro Martinez, dan ketidakpastian masa depan JJ Gabriel.
Di tengah situasi tersebut, masa depan Rashford kembali menjadi tanda tanya.
"Dengan kontribusi yang belum memuaskan dan menit bermain yang terus berkurang, perpisahan permanen pada 2027 kini dinilai sebagai pilihan yang masuk akal," Give Me Sport menyimpulkan.
Eksperimen untuk menghidupkan kembali karier Rashford di Old Trafford belum berjalan sesuai harapan, sementara perubahan posisi Cunha juga belum memberikan solusi yang diinginkan.
Sumber: Give Me Sport