Gianni Infantino Keliling Afrika dan Asia Naik Jet, Kampanye untuk Kembali Pimpin FIFA Makin Gencar

Infantino memulai rangkaian perjalanan kampanye pemilihan Presiden FIFA dengan mengunjungi Afrika dan Asia akhir pekan lalu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Oktober 2026, 13:15 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Gianni Infantino kembali melakukan perjalanan ke sejumlah negara untuk menggalang dukungan menjelang pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA.

Inside World Football melaporkan, setelah rapat Dewan FIFA pekan lalu berlangsung panas, Infantino melanjutkan agendanya dengan mengunjungi Afrika dan Asia dalam satu akhir pekan.

Advertisement

Sabtu lalu, Infantino menghadiri hari pembukaan Piala Dunia Wanita U-17 di Rabat, Maroko. 

Dari Maroko, Infantino terbang ke Bangladesh. Di sana, ia bertemu dengan Presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF), Tabith Awal, beserta sejumlah anggota senior komite eksekutif BFF.

Infantino menyebut Bangladesh sebagai negara yang mencintai sepak bola dan membahas rencana pengembangan olahraga itu bersama para pejabat setempat.

Berdasarkan peta dampak FIFA Forward, Bangladesh telah menerima dana pengembangan sebesar 14,9 juta dolar AS sejak 2016. Jumlah tersebut menjadi bagian dari pendanaan yang disalurkan FIFA kepada asosiasi anggotanya.


Sambangi Bhutan

Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Dalam rapat Dewan FIFA pekan lalu, muncul pula proposal untuk menambah dana pengembangan bagi setiap asosiasi anggota.

Usulan itu disetujui dengan nilai tambahan 15 juta dolar AS per asosiasi untuk periode 2027–2030, di luar hibah FIFA Forward 4.0 sebesar 10 juta dolar AS.

Agenda Infantino kemudian berlanjut ke Bhutan. Negara di kawasan Asia Selatan itu termasuk satu di antara asosiasi sepak bola Asia yang mendukungnya setelah rencana FIFA Forward Enterprise dibatalkan.

Pada September lalu, Infantino telah bertemu dengan Perdana Menteri Bhutan, Tshering Tobgay, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saat itu, ia menyebut kunjungannya sebagai kesempatan untuk membahas pengembangan sepak bola.


Bhutan Puji Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Menurut peta dampak FIFA Forward, federasi sepak bola Bhutan telah menerima dana pengembangan sebesar 18,9 juta dolar AS.

Federasi Sepak Bola Bhutan sebelumnya juga menyampaikan surat yang berisi apresiasi kepada Infantino atas pembatalan rencana privatisasi Piala Dunia.

Dalam surat tersebut, federasi memuji kepemimpinan Infantino dan menyatakan dukungan terhadap upayanya melayani komunitas sepak bola dunia.

Presiden Federasi Sepak Bola Bhutan, Dasho Ugen Tsechup, menegaskan sikap tersebut dalam suratnya. Ia menyatakan federasi berdiri bersama FIFA dan Infantino dalam upaya melayani komunitas sepak bola global.


Galang Dukungan

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Langkah Infantino mengunjungi berbagai negara untuk mencari dukungan makin intensif setelah UEFA, Concacaf, dan AFC mengecam rencana privatisasi yang diajukannya.

UEFA bahkan berulang kali menegaskan Infantino telah melewati batas yang tidak dapat diterima.

Dalam beberapa pekan terakhir, Infantino juga telah melakukan perjalanan ke kawasan Karibia, Eropa Timur, Asia Tengah, Timur Jauh, Teluk, dan Afrika.

Serangkaian kunjungan tersebut dilakukan untuk menghimpun dukungan bagi upayanya kembali terpilih sebagai Presiden FIFA.

Perjalanan itu dilakukan menggunakan jet pribadi yang disediakan pihak Qatar. Namun, FIFA belum pernah memberikan penjelasan mengenai biaya yang berkaitan dengan penggunaan pesawat tersebut.

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait