Andoni Iraola Nantikan Duel Liverpool Vs Villarreal, dari Reuni Sahabat hingga Nostalgia di San Mames

Andoni Iraola menantikan duel Liverpool vs Villarreal di Liga Champions. Ia akan bertemu sahabatnya, Inigo Perez.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 Oktober 2026, 10:59 WIB
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, memiliki alasan tersendiri untuk menantikan pertemuan dengan Villarreal di Liga Champions. Selain menghadapi lawan tangguh di Anfield pada Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, ia akan kembali berhadapan dengan Inigo Perez, sosok yang sudah menjadi sahabatnya sejak masa bermain.

Kedekatan Iraola dan Perez bermula ketika keduanya masih memperkuat Athletic Bilbao. Setelah Perez gantung sepatu, Iraola mengajaknya bergabung sebagai asisten pelatih di Rayo Vallecano, tetapi kebersamaan mereka berakhir ketika Iraola menerima tawaran menangani Bournemouth pada 2023.

Advertisement

Perez kemudian membangun kariernya sendiri sebagai pelatih dengan membawa Rayo Vallecano mencapai final Conference League musim lalu. Perkembangannya berlanjut setelah mendapat kesempatan menangani Villarreal pada musim panas, membuat keduanya kini akan berhadapan di kompetisi antarklub tertinggi Eropa.

Pertandingan ini juga membangkitkan ingatan Iraola tentang akhir kariernya sebagai pemain Athletic Bilbao. Villarreal menjadi lawan dalam laga terakhirnya di San Mames, ketika ia ikut mencetak gol dalam kemenangan 4-0 yang mengantarkan Athletic lolos ke kompetisi Eropa.

Simak jadwal lengkap pertandingan Liga Champions yang akan berlangsung di sini.

 


Iraola Anggap Reuni dengan Perez sebagai Momen Istimewa

Manajer Liverpool Andoni Iraola memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan LASK di Linz, Austria, Rabu (14/10/2026). (AP Photo/Denes Erdos)

Iraola mengaku memiliki perasaan khusus menjelang pertandingan melawan Villarreal karena akan berhadapan dengan Perez. Persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun membuat duel tersebut terasa berbeda, meski keduanya kini berada di kubu yang berlawanan.

Ia mengenal Perez sejak masih berada di akademi Athletic Bilbao dan kemudian bekerja bersamanya di tim utama. Setelah Perez pensiun, Iraola tidak membutuhkan waktu lama untuk mengajaknya menjadi bagian dari staf kepelatihan.

"Bagi saya, ini pertandingan yang istimewa karena Inigo adalah sahabat saya. Kami sudah saling mengenal sejak masa akademi di Athletic Club, bermain bersama di tim utama, dan begitu dia pensiun, saya langsung merekrutnya untuk membantu saya sebagai asisten," kata Iraola.

"Kami telah melalui banyak hal bersama. Merupakan sebuah kehormatan bisa menghadapinya dalam pertandingan Liga Champions. Situasinya akan terasa sedikit aneh, tetapi dalam arti yang baik," lanjutnya.


Komunikasi Iraola dan Perez Berkurang Menjelang Pertandingan

Pelatih Liverpool Andoni Iraola berteriak kepada para pemainnya pada babak kedua laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Hubungan dekat keduanya ternyata sedikit berubah ketika jadwal mempertemukan mereka sebagai lawan. Iraola mengatakan bahwa ia dan Perez biasanya sering bertukar kabar, tetapi memilih mengurangi komunikasi ketika pertandingan semakin dekat.

Percakapan mereka selama ini mencakup berbagai hal, mulai dari perkembangan La Liga dan Premier League hingga urusan staf kepelatihan serta keluarga. Iraola mengakui bahwa menjaga jarak untuk sementara menjadi bagian dari situasi yang harus mereka hadapi.

"Situasi seperti ini tidak baik untuk hubungan ketika hal-hal tersebut terjadi. Saya sering berbicara dengannya, tetapi ketika tahu akan saling berhadapan, kami berhenti berbicara," ujar Iraola.

"Kami seperti menjaga jarak. Mungkin inilah periode ketika kami paling jarang berbicara. Biasanya, kami sesekali menelepon untuk membahas La Liga, Premier League, sepak bola, staf, dan keluarga, tetapi sekarang, ketika pertandingan semakin dekat, kami tidak lagi berkomunikasi," tambahnya.


Iraola Bangga Melihat Perkembangan Karier Perez

Andoni Iraola dikenalkan sebagai pelatih baru Liverpool. (Official X Liverpool FC)

Iraola sempat kecewa ketika Perez tidak memperoleh izin kerja untuk menjadi asistennya di Bournemouth. Ia mengaku telah berupaya meyakinkan pihak yang berwenang agar memberikan kesempatan kepada sahabatnya tersebut, tetapi permintaannya tidak dikabulkan.

Meski demikian, Iraola tidak melihat perpisahan profesional itu sebagai sesuatu yang sepenuhnya merugikan Perez. Ia justru senang karena mantan rekannya tersebut mampu melanjutkan perkembangan karier hingga mendapatkan kesempatan menangani Villarreal.

"Kami berusaha melakukan segala cara untuk meyakinkan panel yang memutuskan apakah seseorang cukup memenuhi syarat, tetapi mereka memutuskan bahwa dia tidak cukup memenuhi syarat untuk menjadi asisten pelatih," kata Iraola.

"Saya sempat mengeluh saat itu karena saya datang hanya dengan dua orang, yaitu Pablo (de la Torre) dan Inigo. Namun, semuanya juga berjalan sangat baik baginya. Saya sangat, sangat senang untuknya," lanjutnya.


Villarreal Jadi Bagian dari Kenangan Terakhir Iraola sebagai Pemain

Pelatih Liverpool Andoni Iraola (kanan) berbicara dengan bek Konstantinos Tsimikas (kiri) pada babak pertama laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Pertemuan dengan Villarreal juga membawa Iraola kembali ke salah satu momen penting dalam kariernya di Athletic Bilbao. Klub tersebut menjadi lawan dalam pertandingan liga terakhirnya sebagai pemain, yang berlangsung di San Mames dan berakhir dengan kemenangan 4-0 bagi Athletic.

Iraola mencetak gol dalam laga tersebut, yang sekaligus membantu timnya mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. Hingga kini, ia masih mengingat pertandingan itu sebagai penutup karier bermain yang sangat berkesan.

"Gol yang indah, bukan? Gol yang luar biasa. Itu adalah pertandingan terakhir saya di San Mames dan sangat istimewa. Saya mendapatkan salah satu hari terakhir terbaik yang bisa diminta seorang pemain karena kami lolos ke kompetisi Eropa dalam pertandingan itu," ujar Iraola.

"Itu sudah sangat lama, bertahun-tahun lalu, tetapi saya masih mengingat hari tersebut dengan sangat baik," tegasnya.


Persaingan Sengit di Liga Champions

Berita Terkait