Mercedes Bisa Kunci Gelar Konstruktor di GP Meksiko, tapi Brasil Lebih Realistis

Mercedes memimpin klasemen konstruktor F1 2026 dengan keunggulan 134 poin atas Ferrari.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 20 Oktober 2026, 17:45 WIB
Pembalap Inggris Mercedes, George Russell, mengikuti sesi latihan ketiga di sirkuit jalanan Monako, menjelang Grand Prix F1 Monako, pada 6 Juni 2026. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

Bola.com, Jakarta - GP Meksiko menjadi kesempatan paling awal untuk memastikan gelar, tetapi GP Brasil dinilai lebih realistis.

Mercedes makin dekat dengan gelar juara dunia konstruktor Formula 1 2026. Tim asal Jerman itu memimpin klasemen dengan 578 poin, unggul 134 poin atas Ferrari yang menempati posisi kedua.

Advertisement

Namun, Mercedes belum bisa memastikan gelar ketika F1 menggelar Grand Prix Amerika Serikat di Austin pada 23–25 Oktober 2026.

Dengan enam seri tersisa, masih ada cukup banyak poin yang bisa diperebutkan para pesaing.


Tak Bisa Kunci Gelar di AS

Pembalap Mercedes asal Italia, Andrea Kimi Antonelli, merayakan keberhasilannya meraih pole position dalam kualifikasi menjelang Grand Prix F1 di sirkuit Spa-Francorchamps di Spa, Belgia, Sabtu, 18 Juli 2026. (AP Photo/Geert Vanden Wijngaert)

Mercedes membutuhkan keunggulan yang lebih besar untuk memastikan gelar konstruktor di Austin.

Bahkan, jika kedua pembalapnya finis di posisi pertama dan kedua sementara Ferrari gagal meraih poin, selisih klasemen belum cukup untuk mengunci kejuaraan.

Setelah GP Amerika Serikat, masih ada 215 poin yang tersedia hingga akhir musim. Karena itu, Mercedes harus menunggu setidaknya sampai seri berikutnya untuk memiliki peluang matematis memastikan gelar.

Selain Ferrari, McLaren dan Red Bull masih memiliki peluang matematis untuk menjadi juara konstruktor.

Meski begitu, selisih poin kedua tim tersebut dari Mercedes jauh lebih besar dibandingkan Ferrari.


Kesempatan Paling Awal

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, ketika memacu mobilnya di Sirkuit Monza dalam F1 GP Italia, Minggu (6/9/2026). (Andrej ISAKOVIC / AFP)

GP Meksiko pada 1 November 2026 menjadi kesempatan paling awal bagi Mercedes untuk memastikan gelar konstruktor.

Setelah balapan tersebut, hanya empat seri yang tersisa dengan total 172 poin yang masih bisa diperebutkan.

Mercedes perlu memperlebar keunggulan atas Ferrari hingga setidaknya 172 poin setelah GP Meksiko.

Hal ini berarti, Mercedes harus mengungguli Ferrari dengan tambahan 38 poin dalam dua balapan di Amerika Serikat dan Meksiko.

Jika kedua tim memiliki jumlah poin yang sama, Mercedes tetap berpeluang menjadi juara melalui perhitungan countback.

Mercedes telah mengoleksi 11 kemenangan Grand Prix, sedangkan Ferrari baru mencatatkan dua kemenangan berdasarkan data dalam laporan Motorsport.


GP Brasil Dinilai Lebih Realistis

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, berkompetisi dalam balapan mobil F1 Grand Prix Kanada di Montreal, Senin (25-5-2026) dini hari WIB. (Christopher Katsarov/The Canadian Press via AP)

Kendati GP Meksiko menjadi peluang pertama, GP Brasil pada 8 November 2026 dinilai sebagai waktu yang lebih realistis bagi Mercedes untuk mengunci gelar.

Setelah seri tersebut, masih ada 129 poin yang tersedia hingga akhir musim.

Mercedes akan memastikan gelar jika keunggulannya mencapai minimal 129 poin setelah GP Brasil. Jika selisih itu belum tercapai, kesempatan berikutnya hadir di Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.

Untuk memastikan gelar di Las Vegas, Mercedes harus unggul setidaknya 86 poin.

Sementara itu, keunggulan minimal 43 poin setelah GP Qatar akan cukup untuk mengunci gelar, dengan asumsi seluruh seri tersisa tetap berlangsung sesuai jadwal.

Mercedes mengincar gelar konstruktor kesembilan sepanjang sejarah tim. Gelar tersebut akan membuat mereka menyamai catatan Williams, di bawah Ferrari dan McLaren dalam daftar tim dengan gelar konstruktor terbanyak.

 

Sumber: Motorsport