Alex Crook Sebut Marcus Rashford Picu Keretakan Ruang Ganti MU usai Pulang dari Barcelona

Marcus Rashford disebut jadi sumber ketidakharmonisan di ruang ganti MU. Gaji besar, kontribusi minim, dan eksperimen taktik Michael Carrick ikut disorot.

BolaCom | Deniz AkbarDiterbitkan 20 Oktober 2026, 21:38 WIB
Ekspresi winger Manchester United Marcus Rashford pada laga Liga Inggris 2026/2027 melawan Fulham di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Marcus Rashford kembali ke Manchester United seusai masa peminjaman di Barcelona, namun situasinya di Old Trafford justru memanas. Penyerang Inggris itu diyakini menjadi pemicu ketidakharmonisan ruang ganti Setan Merah pada musim 2026/2027.

"Menurut saya, kembalinya dia (Rashford) justru menjadi masalah. Saya rasa mungkin ada beberapa pemain yang tidak senang di ruang ganti itu karena dia mendapatkan bayaran yang sangat besar," sebut Alex Crook dilansir talkSPORT.

Advertisement

Musim ini, Marcus Rashford kerap dipasang sebagai starter di sayap kiri. Michael Carrick menaruh kepercayaan tersebut lantaran penyerang utama, Benjamin Sesko, masih menepi sejak awal musim akibat cedera tulang kering.

Pendapatan Rashford pun menjadi sorotan. Ia menerima sekitar 300 ribu pounds per pekan, kedua tertinggi di klub dan hanya terpaut 20 ribu pounds dari kapten asal Portugal, Bruno Fernandes. Di sisi lain, performa tim baru menghasilkan 2 kemenangan dan tertahan di peringkat 13 klasemen Liga Inggris.


Merusak Ritme Tim

Marcus Rashford dari Manchester United bereaksi setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Manchester United di London, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Kin Cheung)

Musim lalu, Manchester United finis di posisi ke-3 Premier League. Pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Michael Carrick kala itu dinilai berjalan mulus, dengan lini depan diisi Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko.

"Menurut saya, ini juga menjadi masalah bagi Matheus Cunha karena posisinya diambil oleh Marcus Rashford, dan terlihat bahwa Cunha sedikit tidak nyaman," sebut Alex Crook.

Ia menilai harmoni yang hadir pada musim sebelumnya belum kembali. "Musim lalu, terdapat keseimbangan yang sangat baik di lini depan yang melibatkan Cunha, Mbeumo, Bruno Fernandes, Amad Diallo, serta Sesko saat ia dalam kondisi bugar," imbuhnya.

Kembalinya Rashford ke starting XI di sisi kiri membuat rotasi di lini depan berubah signifikan. Situasi ini disebut berdampak pada kenyamanan beberapa pemain, terutama di area penyerang sayap dan second striker.


Gaji Besar, Kontribusi Belum Sepadan

Michael Carrick telah memberi menit bermain kepada Marcus Rashford dalam 8 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini. Namun eks Barcelona tersebut masih belum mencatatkan gol maupun assist.

Alex Crook menegaskan kritiknya berangkat dari dinamika skuad. "Mengenai Marcus Rashford, bukan dalam konteks personal, melainkan karena ada pemain lain yang merasa dirugikan. Menurut saya, dia telah mengganggu keseimbangan lini serang," beber Alex Crook

Ia juga menyoroti kesenjangan antara upah dan produktivitas. "Saat ini, dia tidak mencatatkan statistik yang cukup untuk membenarkan gaji yang sangat besar itu," lanjutnya.

Rashford diketahui menerima sekitar 300 ribu pounds per pekan, menjadi yang kedua tertinggi di Manchester United. Angka tersebut berjarak 20 ribu pounds dari Bruno Fernandes, gelandang serang asal Portugal yang juga memegang ban kapten.


Carrick Coba Eksperimen Baru

Dua pertandingan terakhir Premier League memperlihatkan upaya Michael Carrick mencari pola serang berbeda. Marcus Rashford hanya turun selama satu menit total, sementara eksperimen tersebut belum menghadirkan hasil maksimal.

Sang manajer kini mempertimbangkan Amad Diallo dan Youri Tielemans untuk mengisi peran di belakang striker. Pergeseran ini bertujuan menambah variasi serangan dari lini kedua.

Bruno Fernandes pun digeser ke posisi sayap. Konfigurasi ini tidak menyisakan tempat bagi Marcus Rashford dalam susunan sebelas pertama pada fase percobaan tersebut.

Berita Terkait