Sisi Kelam Kehidupan Vozinha dan Keluarganya setelah Piala Dunia 2026

Nasib Vozinha dan keluarganya setelah Piala Dunia 2026 ternyata tak semenyenangkan itu.

Bola.com, Jakarta - Kehidupan Vozinha berubah drastis setelah tampil gemilang pada Piala Dunia 2026.

Kiper Timnas Tanjung Verde itu mengaku lebih memilih kembali ke kehidupan lamanya sebelum namanya dikenal luas.

Vozinha menjadi salah satu sosok kejutan di Piala Dunia 2026.

Dalam laga pertama Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, ia membuat tujuh penyelamatan saat bermain imbang 0-0 melawan Spanyol, yang kemudian menjadi juara.

Penampilan itu turut membantu Tanjung Verde melaju ke fase gugur.

Popularitasnya di media sosial juga melonjak.

Jumlah pengikut Instagram Vozinha meningkat dari sekitar 56 ribu menjadi lebih dari satu juta setelah pertandingan melawan Spanyol, menyusul ajakan dari penyiar asal Brasil, CazeTV, kepada para penontonnya untuk mengikuti akun sang kiper.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Perubahan Besar

Namun, ketenaran tersebut ternyata tidak membuat Vozinha merasa nyaman.

Kepada The Observer, penjaga gawang berusia 40 tahun itu mengungkapkan perubahan besar yang terjadi dalam kehidupannya.

"Saya kehilangan kedamaian dan ketenangan. Saya tidak lagi memiliki privasi, atau setidaknya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Sekarang ketika saya keluar, pergi ke restoran, selalu ada seseorang yang ingin berfoto bersama saya atau meminta tanda tangan. Atau, yang lebih buruk, ada orang yang merekam saya," kata Vozinha.

Ia bahkan secara terbuka mengaku ingin kembali ke kehidupan sebelum terkenal.

"Sejujurnya, jika saya ditawari kehidupan yang saya jalani sekarang atau kehidupan saya sebelumnya, saya akan memilih kehidupan yang dulu," ujarnya.

Keluarga Terdampak

Perhatian publik tersebut ternyata tidak hanya dirasakan Vozinha. Keluarganya di Tanjung Verde ikut terdampak.

Menurut The Observer, setiap hari ada pendukung yang datang ke rumah ibunya untuk meminta berfoto atau sekadar berbincang.

"Saya tidak berada di sana, jadi saya tidak bisa membantu mereka. Mereka harus belajar menjalani situasi ini dan menetapkan batasan," kata Vozinha.

Masalah di Klub

Di luar lapangan, masa depan Vozinha bersama klub juga belum sepenuhnya jelas. Saat menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026, ia berstatus tanpa klub.

Setelah turnamen, Vozinha meninggalkan Chaves, klub Portugal yang bermain di divisi kedua, untuk bergabung dengan raksasa Chile, Colo-Colo.

Namun, kontraknya hanya berlaku sampai akhir 2026. Media Chile, La Tercera dan Emol, melaporkan kontrak tersebut otomatis diperpanjang satu tahun jika Vozinha bermain sedikitnya separuh dari total menit yang tersedia bagi Colo-Colo.

Jika tidak mencapai batas tersebut, klub dapat melepasnya tanpa biaya.

Vozinha memang sudah mencatat sejumlah clean sheet bersama Colo-Colo, tetapi tetap mendapat kritik terkait handling.

Masalah di Timnas

Masalah juga muncul ketika ia kembali memperkuat Tanjung Verde. Dalam kekalahan 1-3 dari Mali pada kualifikasi Piala Afrika 2027, Vozinha dinilai melakukan kesalahan pada gol ketiga lawan.

Ia meninggalkan garis gawang dengan buruk hingga bola lepas dan dimanfaatkan Dorgeles Nene untuk mencetak gol.

Surat kabar Spanyol, AS, menggambarkan hasil tersebut sebagai sebuah "golpe de realidad" atau pukulan kenyataan bagi Tanjung Verde.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer