Kampanye Premier League Tendang Pembajakan di Indonesia, Kolaborasi dengan Vidio

Premier League dan Vidio merilis Boot Out Piracy di Indonesia untuk mengedukasi bahaya streaming ilegal.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Trofi Premier League dipamerkan dalam gelaran Vidio Sports Festival 2026 di Plaza Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Bola.com, Jakarta - Premier League kembali mengintensifkan langkah melawan pembajakan digital melalui kampanye Boot Out Piracy yang resmi digelar di Indonesia bersama mitra penyiaran lokal, Vidio. Inisiatif ini berfokus mengedukasi penggemar tentang ancaman keamanan siber di balik layanan streaming ilegal.

Kampanye menghadirkan para bintang Premier League: kapten Liverpool Virgil van Dijk, penyerang Manchester United Bryan Mbeumo, serta pemain Arsenal Eberechi Eze. Mereka tampil dalam video edukasi yang menyoroti risiko phishing, serangan malware, pencurian identitas, hingga penipuan finansial.

Advertisement

Premier League menegaskan pembajakan bukan sekadar pelanggaran hak cipta. Di balik tayangan sepak bola yang tampak gratis, terdapat ancaman nyata yang berpotensi membahayakan data serta perangkat pengguna.

Peringatan itu ditegaskan melalui riset independen pakar keamanan siber, Profesor Paul Watters. Studi tersebut menemukan situs pembajakan memiliki risiko siber rata-rata 17,3 kali lebih tinggi dibandingkan situs web pada umumnya; 66 persen situs yang dianalisis masuk kategori berisiko signifikan atau kritis, 54 persen terindikasi aktivitas mencurigakan terkait penipuan dan phishing, serta 44 persen mengekspos pengguna pada iklan berbahaya dan jalur penipuan.


Kesadaran Risiko Masih Rendah

Kampanye pembajakan Liga Inggris. (Vidio)

Director of Legal – Enforcement Premier League, Stefan Sergot, mengatakan banyak pengguna belum menyadari bahaya yang mengintai di balik layanan streaming ilegal.

"Streaming ilegal mungkin terlihat seperti cara untuk menonton sepak bola secara gratis dan tanpa risiko. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa layanan bajakan membuat pengguna terpapar berbagai bahaya, termasuk penipuan, pencurian identitas, malware, dan ancaman online lainnya," ujar Sergot.

Melalui Boot Out Piracy, Premier League ingin membantu penggemar memahami risiko tersebut, sekaligus mendorong mereka menikmati pertandingan lewat layanan resmi yang menawarkan kualitas tayangan lebih baik dan aman.

Sergot menambahkan, Premier League akan terus bekerja sama dengan mitra penyiaran, platform media sosial, dan aparat penegak hukum untuk memberantas layanan streaming ilegal serta meningkatkan pemahaman publik mengenai ancaman pembajakan digital.


29.000 Domain Ilegal Diblokir di Indonesia

Kampanye ini berjalan seiring meningkatnya penegakan hukum terhadap pembajakan digital, baik menindak operator situs maupun jaringan yang memfasilitasi distribusi tayangan ilegal.

Di Indonesia, Polda Jawa Barat pada 2023 menangkap operator di balik PaseoTV dan OkStream, yang dikaitkan dengan penyiaran ilegal konten berhak cipta, termasuk pertandingan Premier League.

Para operator yang terlibat terancam hukuman hingga delapan tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

Selain penindakan pidana, pemblokiran situs juga terus dilakukan. Premier League menyebut lebih dari 29.000 domain yang menyediakan akses terhadap konten ilegal kompetisi tersebut telah diblokir di Indonesia.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menekan pembajakan melalui penegakan hukum, pemblokiran, serta kolaborasi erat antara pemegang hak siar dan mitra industri.

General Counsel Vidio, Gina Golda Pangaila, menyebut Indonesia memiliki komunitas penggemar sepak bola yang sangat antusias sehingga perlu akses menonton melalui layanan yang tepercaya dan berkualitas.

"Di Vidio, kami ingin memudahkan penggemar Indonesia menikmati setiap pertandingan melalui pengalaman menonton yang tepercaya, praktis, dan berkualitas tinggi," kata Gina.

Ia mengingatkan, streaming ilegal tidak hanya berpotensi membahayakan pengguna melalui berbagai ancaman siber, tetapi juga mengurangi nilai dari konten yang dinikmati.

Melalui kolaborasi dengan Premier League dan mitra lainnya, Vidio berkomitmen untuk memerangi pembajakan sekaligus mendorong masyarakat memilih platform resmi.


Kenali Tanda-Tanda Streaming Ilegal

Melalui Boot Out Piracy, penggemar diimbau waspada terhadap tawaran menonton pertandingan secara gratis atau berbayar sangat murah yang beredar di internet.

Ada beberapa tanda yang perlu dicermati. Pertama, situs meminta pengguna mengunduh aplikasi, perangkat lunak, atau ekstensi peramban yang tidak dikenal dan belum terverifikasi.

Kedua, penawaran akses gratis atau biaya sangat murah yang tidak masuk akal. Ketiga, permintaan informasi sensitif seperti kata sandi, detail pembayaran, dan data pribadi lainnya.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap situs yang kerap mengalihkan halaman secara otomatis atau menampilkan pop-up dan tautan yang tidak diharapkan.

Kampanye ini akan disebarluaskan melalui saluran siaran dan platform media sosial di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam dalam beberapa bulan mendatang, dengan dukungan mitra penyiaran Premier League, otoritas setempat, dan berbagai pemangku kepentingan industri.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari perjuangan Premier League selama 20 tahun dalam memerangi pembajakan dan melindungi hak siar kompetisi. Harapannya, penggemar kian memahami bahwa menonton melalui jalur resmi bukan hanya menghormati hak cipta, tetapi juga menjaga keamanan perangkat, akun, dan data pribadi.

Berita Terkait