UEFA Desak Penjelasan soal Gianni Infantino, FIFA Berlindung di Balik Kerahasiaan

FIFA siap menjawab pertanyaan UEFA soal Gianni Infantino, tetapi jaga kerahasiaan internal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Oktober 2026, 14:15 WIB
Ilustrasi FIFA Vs UEFA. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - FIFA menyatakan bersedia menjawab sejumlah pertanyaan UEFA mengenai kepemimpinan Gianni Infantino.

Namun, FIFA belum memastikan apakah tanggapan tersebut akan disampaikan sebelum batas waktu pendaftaran kandidat untuk pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Advertisement

UEFA sebelumnya mengirim surat kepada FIFA dengan tenggat jawaban pada 2 November, atau 16 hari sebelum batas akhir pengumuman kandidat.

Pertanyaan tersebut mewakili anggota Dewan FIFA dari Eropa yang sebelumnya telah meminta penjelasan langsung kepada Infantino dalam pertemuan di Zurich pekan lalu, tetapi diarahkan untuk menyampaikannya secara tertulis.

Surat yang dikirim Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, kepada mitranya di FIFA, Mattias Grafstrom, pada Senin menegaskan bahwa sejumlah persoalan perlu segera dijawab.

UEFA menilai pembahasan tidak bisa ditunda hingga pertemuan Dewan FIFA berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember.

 


Respons FIFA

Logo FIFA terlihat di kantor regional Afrika organisasi tersebut di Sale pada 5 Agustus 2026. Presiden Gianni Infantino mengadakan pembicaraan darurat dengan para direktur FIFA lainnya di Maroko pada 5 Agustus—menurut keterangan seorang sumber kepada AFP, di tengah gelombang kritik terkait rencananya yang kini telah dibatalkan untuk membuka Piala Dunia bagi investasi swasta. (Abdelmajid BZIOUAT AFP)

Satu di antara isu yang disorot adalah rencana kontroversial Infantino mengenai investor swasta untuk Piala Dunia.

UEFA juga mempertanyakan pengaruh dan keterlibatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam urusan bisnis FIFA, serta sejumlah persoalan lainnya.

Menanggapi surat tersebut, juru bicara FIFA memastikan pihaknya berniat memberikan jawaban. Meski demikian, FIFA tidak menyebutkan apakah tanggapan itu akan disampaikan sebelum tenggat 2 November.

"Peraturan Tata Kelola FIFA menetapkan bahwa pertemuan Dewan FIFA beserta dokumen terkait bersifat rahasia," kata juru bicara FIFA.

Ia menambahkan, FIFA tidak ingin melanggar ketentuan tersebut dengan membahas komunikasi internal maupun dokumen organisasi kepada media.

Menurut FIFA, menjaga kerahasiaan merupakan bentuk penghormatan terhadap Dewan FIFA dan seluruh anggotanya.

 


Kehilangan Kepercayaan

Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

FIFA juga menegaskan tidak akan terlibat dalam pertukaran pernyataan dengan pihak ketiga yang dinilai dapat merusak prinsip tersebut.

Selain rencana investor swasta untuk Piala Dunia, UEFA meminta penjelasan mengenai kasus Folarin Balogun, pertunjukan saat jeda babak final Piala Dunia 2026, serta penerapan jeda minum untuk pemain pada putaran final yang berlangsung awal musim panas ini.

UEFA diketahui telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino, terutama terkait penanganan rencana investor swasta untuk Piala Dunia.

Organisasi sepak bola Eropa itu bahkan menyatakan akan mencari kandidat alternatif yang kredibel untuk menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Dalam surat terbarunya, UEFA turut mempertanyakan independensi proses pemilihan tersebut.

Sorotan diarahkan kepada Bruno Chiomento, ketua komite pemilihan FIFA, yang disebut telah mengenal Infantino selama 20 tahun.

 


Sorotan Lain

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

UEFA juga menyoroti kehadiran Chiomento selama lima pekan penuh di Piala Dunia 2026 dengan seluruh biaya perjalanan dan kebutuhannya ditanggung FIFA.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai independensi serta persepsi netralitas komite yang bertanggung jawab atas proses pemilihan presiden.

Melalui surat itu, UEFA meminta FIFA mempertimbangkan agar Chiomento mengundurkan diri dari tugasnya selama proses pemilihan berlangsung dan digantikan wakilnya.

"Melihat pentingnya menjaga independensi dan memastikan proses pemilihan dipandang tidak memihak, apakah FIFA bersedia mempertimbangkan pengunduran diri sementara Tuan Chiomento dan menggantikannya dengan wakilnya selama pemilihan presiden?" demikian pertanyaan yang diajukan UEFA.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait