5 Bintang Sepak Bola yang Pensiun pada 2026: Pedro, Podolski hingga Diego Costa, Era Keemasan Resmi Berakhir

Pedro, Lukas Podolski, James Milner, Diego Costa, dan Oscar resmi mengakhiri karier profesional mereka setelah meninggalkan jejak penting di level klub maupun tim nasional.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 21 Oktober 2026, 16:30 WIB
Gelandang Chelsea asal Spanyol, Pedro Rodriguez. (AFP/Ben Stansall)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola selalu menghadirkan cerita tentang kejayaan, perjuangan, dan perpisahan. Pada 2026, sejumlah pesepak bola ternama memutuskan gantung sepatu setelah bertahun-tahun menghiasi kompetisi elite Eropa dan panggung internasional.

Nama-nama yang mengakhiri perjalanan profesional mereka bukan pemain biasa.

Advertisement

Sebagian pernah mengangkat trofi Liga Champions, meraih gelar juara dunia bersama tim nasional, hingga menjadi bagian penting dalam perjalanan klub-klub besar seperti Barcelona, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United (MU).

Pedro dan Lukas Podolski menjadi dua nama yang memiliki catatan istimewa bersama tim nasional masing-masing.

Sementara itu, James Milner meninggalkan sepak bola dengan rekor penampilan Premier League, sedangkan Diego Costa dikenal sebagai salah satu penyerang paling agresif pada masanya.

Berikut enam pesepak bola terkenal yang mengakhiri karier profesional pada 2026, berdasarkan laporan Planet Football, Rabu (21/10/2026).

Simak jadwal pertandingan Liga Champions di sini.


Pedro, Mantan Bintang Barcelona yang Meraih Hampir Semua Gelar

Mantan gelandang Barcelona, Pedro Rodriguez. (AFP/Josep Lago)

Pedro Rodriguez menjadi salah satu nama terbesar yang mengakhiri karier profesional pada 2026.

Penyerang asal Spanyol itu dikenal sebagai bagian penting dari generasi emas Barcelona yang mendominasi sepak bola Eropa di bawah asuhan Pep Guardiola.

Bersama Barcelona, Pedro meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk tiga trofi Liga Champions dan lima gelar La Liga.

Ia juga menjadi bagian dari tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, pencapaian yang menempatkannya di antara pemain dengan koleksi gelar paling lengkap pada generasinya.

Setelah meninggalkan Barcelona pada 2015, Pedro melanjutkan karier bersama Chelsea.

Ia membantu klub London itu menjuarai Premier League pada musim 2016/2017 dan turut meraih gelar Liga Europa pada 2019 sebelum melanjutkan perjalanan ke Italia bersama AS Roma dan Lazio.

Pedro mengakhiri kariernya setelah memperkuat Lazio pada periode terakhir sebagai pemain profesional.

Keputusannya pensiun diumumkan pada Oktober 2026, menutup perjalanan hampir dua dekade yang diwarnai gelar juara, gol penting, dan kontribusi bagi sejumlah klub besar.


Lukas Podolski, Juara Dunia yang Menutup Karier di Klub Masa Kecil

Lukas Podolski. Satu lagi pemain Jerman yang mampu merebut gelar juara Piala Dunia 2014 saat berseragam Arsenal adalah Lukas Podolski. Dibandingkan dengan Per Mertesacker dan Mesut Oezil, ia menjadi yang tersingkat memperkuat Arsenal, yaitu hanya 2,5 musim saja mulai 2012/2013 hingga pertengahan 2014/2015. Pada Piala Dunia 2014 ia hanya tampil 2 kali di fase grup, sementara mulai babak 16 besar hingga final ia sama sekali tak diturunkan dan hanya duduk di bangku cadangan. (AFP/Fabrice Coffrini)

Lukas Podolski resmi mengakhiri karier sepak bola pada Mei 2026 setelah menjalani perjalanan panjang bersama klub dan tim nasional Jerman.

Namanya sangat dikenal oleh penggemar sepak bola berkat karakter permainan yang agresif, tendangan kaki kiri yang keras, serta kepribadian yang mudah menarik perhatian.

Puncak karier Podolski bersama tim nasional terjadi ketika Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil.

Ia juga mencatatkan 49 gol dalam 130 penampilan bersama Die Mannschaft, menjadikannya salah satu pemain penting dalam perjalanan tim nasional Jerman selama lebih dari satu dekade.

Di level klub, Podolski pernah memperkuat sejumlah tim besar Eropa, termasuk Bayern Munchen, Arsenal, Inter Milan, dan Galatasaray.

Ia juga sempat bermain bersama klub Jepang, Vissel Kobe, sebelum kembali ke Eropa untuk melanjutkan kariernya.

Podolski menutup perjalanan sebagai pemain dengan memperkuat Gornik Zabrze di Polandia, klub yang memiliki kedekatan emosional dengannya.

Bahkan, ia ikut mengantarkan klub tersebut meraih gelar piala pada musim terakhirnya, menjadi penutup manis bagi perjalanan seorang juara dunia.


James Milner, Pemegang Rekor Penampilan Premier League

James Milner diketahui telah mencatatkan 280 kali penampilan dengan mencetak 26 gol dan 44 assist. Bergabung dari Manchester City pada 2015, Milner telah memenangkan banyak trofi bergengsi bersama Liverpool, seperti gelar juara Liga Inggris dan Piala Liga Champions. (AFP/Javier Soriano)

James Milner meninggalkan sepak bola profesional dengan catatan yang sulit ditandingi.

Gelandang asal Inggris itu mengakhiri karier pada 2026 setelah tampil dalam 24 musim Premier League dan mencatatkan 658 penampilan, terbanyak dalam sejarah kompetisi itu.

Perjalanan Milner dimulai bersama Leeds United ketika usianya masih 16 tahun. Setelah itu, ia memperkuat Newcastle United, Aston Villa, Manchester City, Liverpool, dan Brighton and Hove Albion.

Fleksibilitasnya membuat ia mampu bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang tengah hingga bek sayap.

Bersama Manchester City, Milner meraih dua gelar Premier League. Ia kemudian melanjutkan kesuksesan bersama Liverpool dengan memenangkan Premier League dan Liga Champions, sekaligus menjadi salah satu pemain senior yang berpengaruh di ruang ganti.

Milner dikenal karena kedisiplinan, kebugaran, dan profesionalismenya. Kemampuannya mempertahankan level permainan selama lebih dari dua dekade menjadi bagian penting dari reputasinya.

Pensiunnya menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain paling konsisten dalam sejarah sepak bola Inggris modern.


Diego Costa, Penyerang Kontroversial yang Pernah Meneror Pertahanan Lawan

3. David Beckham (Manchester United) – Kekalahan dari Arsenal pada ajang Piala FA 2002-2003 membuat Sir Alex Ferguson mengamuk di ruang ganti. Mantan pemain Real Madrid ini menjadi korban salah sasaran dari amarah sang pelatih. (AFP/Odd Andersen)

Diego Costa dikenal sebagai penyerang yang memiliki kombinasi kekuatan fisik, agresivitas, dan kemampuan mencetak gol.

Namanya melejit ketika memperkuat Atletico Madrid dan Chelsea, dua klub yang merasakan kontribusi besarnya dalam persaingan perebutan gelar.

Bersama Atletico Madrid, Costa menjadi bagian penting dari tim yang menjuarai La Liga pada musim 2013/2014.

Ia juga membantu klub itu mencapai final Liga Champions pada tahun yang sama, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan Real Madrid.

Costa kemudian bergabung dengan Chelsea dan langsung memberikan dampak besar. Ia membantu The Blues menjuarai Premier League pada musim 2014/2015 dan 2016/2017, berkat kemampuan memanfaatkan peluang serta gaya bermain yang kerap menyulitkan bek lawan.

Meski pertandingan profesional terakhirnya berlangsung pada 2024, Costa baru mengonfirmasi keputusan pensiun pada 2026.

Ia meninggalkan sepak bola dengan reputasi sebagai penyerang yang tidak hanya mengandalkan insting gol, tapi juga punya karakter kompetitif yang membuatnya menjadi lawan sulit bagi bek.


Oscar, Mantan Bintang Chelsea yang Mengakhiri Karier karena Masalah Kesehatan

Oscar langsung menjadi playmaker andalan Chelsea sejak didatangkan pada 2012 silam dari Internacional. Namun, semenjak kedatangan Conte pada 2016 membuatnya tak lagi memiliki tempat di Stamford Bridge. Oscar kemudian dilepas ke Shanghai SIPG dan masih bertahan hingga saat ini. (AFP/Ben Stansall)

Oscar pernah menjadi salah satu gelandang serang paling menjanjikan di sepak bola Eropa.

Pemain asal Brasil itu tampil menonjol bersama Chelsea setelah bergabung pada 2012 dan dikenal karena kemampuan mengolah bola, kreativitas, serta akurasi tembakannya dari luar kotak penalti.

Selama memperkuat Chelsea, Oscar membantu klub memenangkan Premier League dan Liga Europa.

Ia juga menjadi bagian dari tim nasional Brasil yang tampil di Piala Dunia 2014, ketika negaranya berstatus sebagai tuan rumah turnamen tersebut.

Pada usia 25 tahun, Oscar mengambil keputusan besar dengan meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Shanghai Port di China pada 2017.

Transfer bernilai sekitar 60 juta pound itu menjadi salah satu kepindahan yang banyak dibicarakan karena ia memilih meninggalkan kompetisi elite Eropa ketika masih berada dalam usia produktif.

Oscar kemudian kembali ke Brasil untuk memperkuat São Paulo pada fase akhir kariernya. Namun, masalah kesehatan menjadi faktor penting dalam keputusannya pensiun pada April 2026.

Menurut laporan Planet Football, ia mengalami kondisi jantung yang membuatnya kolaps dan membutuhkan resusitasi jantung paru saat menjalani sesi latihan.

Keputusan itu mengakhiri perjalanan seorang pemain yang pernah digadang-gadang menjadi salah satu gelandang terbaik generasinya.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait