Krisis MU Memanas! Matheus Cunha Dikabarkan Cekcok dengan Michael Carrick

Manchester United kembali dilanda konflik setelah Matheus Cunha dikabarkan terlibat adu mulut dengan Michael Carrick.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 22 Oktober 2026, 11:15 WIB
Pelatih Manchester United, Michael Carrick (kedua dari kiri), bersama para pemainnya bereaksi setelah menelan kekalahan 0-2 dari Hull City dalam laga Liga Inggris 2026/2027 di MKM Stadium, Kingston upon Hull, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Situasi Manchester United makin panas setelah kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions.

Matheus Cunha dikabarkan terlibat adu mulut dengan sang pelatih, Michael Carrick, di luar jangkauan kamera televisi, menambah panjang daftar persoalan yang membayangi Setan Merah.

Advertisement

Laporan jurnalis The Sun, Samuel Luckhurst, menyebut perdebatan Cunha dan Carrick berlangsung cukup sengit.

Cunha ditarik keluar saat jeda pertandingan dan digantikan Amad, sementara Carlos Baleba juga masuk pada awal babak kedua.

Pergantian tersebut tidak mampu mengubah keadaan karena MU tetap kesulitan menghadapi permainan Como.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk MU menjadi tujuh pertandingan tanpa kemenangan.  


Bruno Fernandes Kritik Taktik Carrick

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Ketegangan di internal MU juga mencuat setelah Bruno Fernandes menyinggung pendekatan taktik tim pelatih.

Sepekan setelah Lisandro Martinez mengkritik jajaran petinggi klub terkait minimnya tambahan pemain, kapten MU itu mempertanyakan keputusan tim untuk tidak menerapkan pressing satu lawan satu.

"Keputusan staf pelatih adalah tidak melakukan pressing satu lawan satu dan terkadang membiarkan ruang di belakang. Kami mencoba menunggu mereka dan merebut bola, tetapi ketika memberi ruang kepada tim seperti ini, mereka bisa semakin percaya diri," kata Fernandes, dikutip dari Express.

Ia juga menyoroti awal pertandingan yang buruk serta kesulitan tim dalam menguasai bola dan menciptakan pergerakan efektif.

"Kami tidak memberikan cukup tekanan kepada pemain yang menguasai bola dan tidak banyak melakukan pergerakan bagus saat membawa bola. Banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan kami," lanjutnya.

Fernandes menilai kebobolan cepat turut memengaruhi mental tim selama pertandingan. Menurutnya, MU kesulitan bangkit dan menunjukkan keberanian untuk menguasai permainan.


Carrick Balas Kritik

Pelatih asal Inggris untuk Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan reaksi setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Champions UEFA—laga ketiga League Phase—antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Carrick tidak tinggal diam ketika dimintai tanggapan mengenai komentar Fernandes.

Ia menegaskan strategi tidak akan membuahkan hasil jika para pemain tidak menunjukkan kerja keras, baik ketika menyerang maupun bertahan.

"Kami bisa menang atau kalah, tetapi cara kami bermain malam ini, dalam beberapa aspek, tidak bisa diterima. Saya ingin para suporter tahu bahwa saya memahami perasaan mereka," ujar Carrick.

Ia juga menjelaskan MU sempat menerapkan pressing satu lawan satu secara parsial pada babak kedua, tetapi justru kebobolan setelah menjalankan pendekatan tersebut.

"Dengan sistem atau taktik apa pun, jika kalian tidak berlari, tidak bergerak maju, dan tidak berlari kembali, kalian tidak akan menang," tegasnya.

Perselisihan yang mencuat setelah pertandingan Como tersebut mengingatkan pada kritik Martinez terhadap manajemen klub seusai kekalahan dari Atletico Madrid.

Situasi internal MU pun terus menjadi sorotan di tengah hasil buruk yang belum teratasi.

 

Sumber: Express


Persaingan Terkini

Berita Terkait