Bola.com, Jakarta - Bek kanan Persib Bandung, Sandy Walsh, harus menerima kenyataan pahit usai timnya menelan kekalahan tipis 0-1 dari Madura United FC pada laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (22/10).
Gol semata wayang penyerang tuan rumah, Dimitar Mitkov, pada menit ke-90 membuyarkan perjuangan Maung Bandung yang sejatinya tampil menekan sepanjang pertandingan.
Sandy Walsh menyayangkan kegagalan timnya mengunci hasil positif, mengingat Persib memiliki kans mencetak gol yang lebih menjanjikan sebelum satu kelengahan kecil berujung fatal bagi lini belakang.
"Menurut saya, kami memiliki peluang yang lebih baik. Mereka memberikan perlawanan yang bagus, dan kami menghormati itu. Namun, kami memberi mereka kesempatan untuk memenangkan pertandingan melalui satu kesalahan kecil dari kami," ujar Sandy Walsh.
Awal Musik yang Kurang Baik
Pemain bernomor punggung 6 tersebut menilai kemenangan di markas Madura United sejatinya bisa menjadi modal psikologis penting sebelum menatap agenda pertandingan berikutnya yang sudah di depan mata.
"Padahal, kami memiliki cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan dan membawa perasaan positif menjelang laga hari Minggu," lanjutnya.
Persib Bandung mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan buruk. Maung Bandung kini tertahan di posisi delapan klasemen sementara dengan torehan 10 poin.
Bangkit di Pakansari!
Sandy Walsh memang sangat kecewa. Namun, eks pemain KV Mechelen itu menegaskan skuat Pangeran Biru pantang larut dalam penyesalan. Fokus armada Maung Bandung kini harus segera dialihkan menuju laga lanjutan melawan Garudayaksa yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Stadion Pakansari.
"Sekarang, kami harus membalikkan keadaan. Kami harus tetap bersatu dan memulihkan kondisi. Kekalahan ini hanyalah sebuah kerikil dalam perjalanan. Tidak selamanya semuanya berjalan naik. Akan ada pasang surut, tetapi sebagai sebuah tim, kami akan bereaksi pada hari Minggu dan berusaha meraih kemenangan," tandas Sandy Walsh.