Bola.com, Jakarta - Manchester United kembali menghadapi situasi sulit setelah pergantian status Michael Carrick dari manajer interim menjadi pelatih permanen. Awalnya mampu membawa perubahan positif, Carrick kini kesulitan menjaga konsistensi performa Setan Merah.
Situasi tersebut mengingatkan pada perjalanan Ole Gunnar Solskjaer. Mantan penyerang MU itu juga mengawali kiprahnya dengan menjanjikan ketika ditunjuk sebagai pelatih interim pada Desember 2018, tetapi kemudian menghadapi penurunan performa setelah mendapatkan kontrak permanen.
Carrick sebelumnya mencatatkan 11 kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan dalam 16 pertandingan sebagai manajer interim. Catatan tersebut membantu Manchester United mengamankan tiket Liga Champions sebelum ia mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun.
Namun, performa MU berubah setelah Carrick menjabat sebagai pelatih permanen. Dalam tujuh pertandingan awal Premier League musim 2026/2027, Setan Merah hanya mengumpulkan tujuh poin. Mereka juga tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah 2-3 dari Brighton dan menelan dua kekalahan dalam tiga pertandingan Liga Champions.
Statistik Carrick dan Solskjaer
Perbandingan 12 pertandingan pertama sebagai pelatih permanen memperlihatkan kemiripan hasil kedua manajer tersebut. Carrick dan Solskjaer sama-sama hanya meraih tiga kemenangan, dengan persentase kemenangan sebesar 25 persen.
Carrick mencatatkan empat hasil imbang dan lima kekalahan. Sementara itu, Solskjaer membukukan tiga hasil imbang dan enam kekalahan dalam 12 pertandingan pertamanya setelah diangkat menjadi pelatih permanen.
Dari sisi produktivitas, Carrick sedikit lebih baik dengan torehan 20 gol, sedangkan tim asuhan Solskjaer mencetak 12 gol. Meski demikian, keduanya sama-sama kebobolan 19 gol atau rata-rata 1,58 gol per pertandingan.
Solskjaer Sempat Bangkit Sebelum Dipecat
Solskjaer mendapatkan jabatan permanen pada Maret 2019 setelah mencatatkan 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan selama masa interim. Namun, Manchester United kemudian menutup musim 2018/2019 di posisi keenam Premier League.
Mereka juga tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 0-4 dari Barcelona pada perempat final. Meski demikian, manajemen tetap memberikan kepercayaan kepada Solskjaer.
Kedatangan Bruno Fernandes pada Januari 2020 membantu United memperbaiki performa. Setan Merah finis di posisi ketiga pada musim 2019/2020 dan menjadi runner-up pada musim berikutnya.
Namun, kebangkitan tersebut tidak bertahan lama. Solskjaer akhirnya dipecat pada November 2021 setelah mencatatkan 78 kemenangan, 33 hasil imbang, dan 38 kekalahan dalam 149 pertandingan sebagai pelatih permanen.
Sumber: Planet Football