El Clasico: Jose Mourinho Punya Dilema Besar, Siapa Duet Bek Tengah Ideal Real Madrid?

Real Madrid tertinggal enam poin dari Barcelona. Jose Mourinho masih menimbang duet bek tengah untuk El Clasico di Camp Nou, Senin (26/10) dini hari WIB.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 23 Oktober 2026, 20:34 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Jose Mourinho, duduk di bangku cadangan sebelum pertandingan sepak bola La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Madrid, Spanyol, Minggu (11-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid bersiap menghadapi Barcelona dalam duel El Clasico di Camp Nou, Senin (26/10) dini hari WIB. Jose Mourinho masih dihadapkan pada satu persoalan krusial, yakni menentukan duet bek tengah untuk membendung ketajaman lini serang Blaugrana.

Laga ini menjadi momentum penting bagi Madrid yang tertinggal enam poin dari Barcelona. Kekalahan akan membuat selisih melebar menjadi sembilan poin sekaligus memperberat perjuangan Los Blancos dalam perburuan gelar.

Advertisement

Menurut laporan MARCA, Mourinho telah mengantongi sembilan nama untuk mengisi starting XI. Namun, dua slot di jantung pertahanan masih belum memiliki kepastian.

Mourinho harus mempertimbangkan dua aspek utama dalam menentukan pilihannya: ketangguhan fisik dan kemampuan membangun serangan dari belakang. Keseimbangan kedua faktor tersebut akan sangat menentukan kemampuan Madrid menghadapi tekanan Barcelona.


Pilihan Mourinho: Huijsen, Konate, atau Rudiger

Pemain Real Madrid, Ibrahima Konate, menanduk bola dalam laga kontra Rayo Vallecano di Santiago Bernabeu, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Raul Asencio tidak tersedia untuk pertandingan ini, sedangkan Eder Militao belum diproyeksikan menjadi starter setelah menjalani masa pemulihan panjang akibat cedera. Kondisi tersebut menyisakan Dean Huijsen, Ibrahima Konate, dan Antonio Rudiger sebagai kandidat untuk mengisi dua posisi bek tengah.

Konate dan Rudiger memiliki modal berupa koordinasi serta pemahaman permainan yang mulai terbangun. Kekuatan fisik keduanya juga bisa menjadi senjata untuk meredam pergerakan agresif para penyerang Barcelona.

Di sisi lain, Huijsen menawarkan keunggulan dalam distribusi bola dan inisiasi serangan dari lini belakang. Kemampuan tersebut berpotensi membantu Madrid keluar dari tekanan sekaligus menjaga kelancaran transisi menuju lini serang.

Pilihan Mourinho akan bergantung pada pendekatan yang ingin diterapkan dalam pertandingan ini. Ia perlu menemukan duet yang bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga mampu mengalirkan bola secara efektif ketika Barcelona menerapkan tekanan tinggi.


Agresivitas Barcelona Menguji Pertahanan Madrid

Bek Real Madrid Dean Huijsen melanggar gelandang Atletico Madrid Giuliano Simeone sehingga mendapat kartu merah pada laga Liga Spanyol 2026/2027 di Estadio Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Barcelona diperkirakan menurunkan sejumlah pemain andalan, termasuk Raphinha, Lamine Yamal, Fermin Lopez, dan Anthony Gordon. Intensitas pressing mereka berpotensi mengganggu proses pembangunan serangan Madrid sejak dari lini pertahanan.

Untuk mengantisipasi situasi tersebut, koordinasi antarpemain belakang menjadi faktor penting. Madrid harus menjaga kerapatan antarlini dan meminimalkan ruang agar Barcelona tidak leluasa mengeksploitasi celah pertahanan.

Ancaman juga datang dari lini tengah Barcelona yang diperkuat Rodri dan Pedri. Jika Madrid kesulitan merebut penguasaan bola, duet bek tengah mereka akan dituntut tetap disiplin sekaligus cermat dalam mendistribusikan bola.

Pada akhirnya, keputusan Mourinho dalam menentukan pasangan bek tengah dapat memengaruhi keseimbangan permainan Madrid. Menghadapi tekanan Barcelona di Camp Nou, Los Blancos membutuhkan pertahanan yang solid, komunikasi yang baik, dan kemampuan membangun serangan tanpa mudah kehilangan bola.


Klasemen La Liga 2026/2027

Berita Terkait