Bruno Fernandes Kritik Taktik Michael Carrick, Ban Kapten Manchester United Terancam Dicopot?

Bruno Fernandes mengkritik taktik Michael Carrick usai kalah 4-1 dari Como. Carrick buka opsi mencadangkannya, sementara status kapten ikut disorot.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 23 Oktober 2026, 20:56 WIB
Pemain Manchester United Bruno Fernandes merayakan gol dalam laga Premier League Inggris antara Man Utd vs Ipswich Town di Manchester, Inggris, Minggu, 30 Agustus 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Posisi Bruno Fernandes sebagai kapten Manchester United tengah menjadi sorotan. Bruno Fernandes baru saja melontarkan kritik terbuka terhadap taktik Michael Carrick menyusul kekalahan telak dari Como di Liga Champions 2026/2027.

Kekalahan 4-1 dari Como bukan hanya meninggalkan persoalan di atas lapangan, tetapi juga memicu perdebatan mengenai hubungan antara Fernandes dan tim pelatih Manchester United. Sikap sang kapten dinilai berbeda dari sekadar luapan emosi seusai pertandingan karena ia turut menyoroti siapa yang seharusnya bertanggung jawab memperbaiki masalah taktik tim.

Advertisement

Situasi ini membuat posisi Fernandes semakin menarik untuk dicermati menjelang pertandingan krusial Liga Primer melawan Bournemouth di Old Trafford pada Minggu. Dalam konferensi pers Jumat, Carrick tidak menutup kemungkinan untuk mencadangkan gelandang berusia 32 tahun tersebut.

Keputusan mengenai masa depan ban kapten Fernandes pun menjadi bahan perbincangan, terutama setelah ia tidak dijatuhi sanksi disipliner atas komentarnya. Perbandingan dengan Lisandro Martinez, yang sebelumnya didenda setelah mengkritik jajaran manajemen klub, turut memperbesar sorotan terhadap cara Manchester United menangani persoalan internal mereka.


Kritik Bruno Fernandes Terhadap Michael Carrick Memicu Kontroversi

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, berbicara dengan gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Carrick bukan sosok yang kekurangan masukan mengenai cara menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala Manchester United. Namun, di antara para pemainnya, Fernandes menjadi figur yang paling sering memunculkan perbedaan pandangan, sehingga kritik terbukanya terhadap sang pelatih memicu perdebatan di lingkungan klub.

Salah satu narasumber yang pernah bekerja bersama Fernandes menilai komentarnya setelah kekalahan dari Como sebagai serangan serius terhadap Carrick. "Itu adalah sebuah serangan telak," ujar kepada BBC Sport.

Narasumber tersebut juga menilai tindakan Fernandes tidak profesional dan memperlihatkan dampak besar dari pendekatan Carrick terhadap sang pemain. "Itu tindakan yang tidak profesional. Tim Michael benar-benar membuatnya terpuruk," katanya.

Inti persoalannya terletak pada kritik Fernandes terhadap taktik Carrick saat menghadapi Como, termasuk pernyataannya bahwa tim pelatih semestinya mengenali masalah dan melakukan perubahan tanpa harus menunggu masukan dari pemain.


Ban Kapten Bruno Fernandes Jadi Ujian Bagi Carrick

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Meski menuai kritik, Fernandes juga mendapat simpati dari sejumlah pihak di Old Trafford. Ia diketahui menjalani 10 sesi wawancara setelah kekalahan dari Como, sementara nada bicaranya ketika menyampaikan komentar tersebut dinilai tidak sekeras atau seprovokatif kesan yang muncul dari versi teks tertulisnya.

Perbandingan dengan Martinez menjadi salah satu alasan mengapa keputusan klub menuai pertanyaan. Delapan hari sebelumnya, Martinez sempat didenda setelah mengkritik jajaran manajemen United menyusul kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid, sedangkan Fernandes tidak menerima hukuman disipliner dan tetap menyandang ban kapten.

Situasi tersebut mengingatkan publik pada era Sir Alex Ferguson, mantan manajer United. Dalam pendekatan Ferguson, pemain yang menentang kewenangannya berisiko meninggalkan klub atau mendapat sanksi yang tegas dari sang manajer.

Carrick kini harus mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi sepak bola saat ini sekaligus menjaga hubungan di ruang ganti. Petinggi Manchester United disebut ingin mengakhiri siklus pergantian pelatih setelah memecat Ruben Amorim pada musim lalu dan Erik ten Hag.

Sumber: BBC Sport


Klasemen Premier League 2026/2027

Berita Terkait