Pedro Neto Bersinar Usai Disulap Jadi Wingback, Chelsea Punya Victor Moses Versi Baru

Pedro Neto bersinar sebagai wing-back: dua gol saat Chelsea kalahkan Everton 2-0, mengulang efek Victor Moses dan diikuti kontrak baru hingga 2032.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 23 Oktober 2026, 21:30 WIB
Gelandang Chelsea , Pedro Neto (kanan), merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Chelsea di Hill Dickinson Stadium, Liverpool, Sabtu (17/10/2026). (AFP/Peter Powell)

Bola.com, Jakarta - Chelsea kembali menemukan cara untuk memaksimalkan pemain sayap dengan menempatkannya sebagai bek sayap atau wing-back. Kali ini, Pedro Neto menjadi sosok yang menikmati perubahan peran tersebut dan mulai menunjukkan dampak besar bagi The Blues.

Transformasi ini mengingatkan pada Victor Moses yang membantu Chelsea meraih gelar Liga Primer Inggris pada 2017. Di bawah Antonio Conte, Moses beradaptasi dengan peran baru dan menjadi bagian penting dari perjalanan tim mencatatkan 13 kemenangan beruntun.

Advertisement

Sementara itu, Neto menunjukkan potensinya ketika mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 Chelsea atas Everton di Hill Dickinson Stadium pada Sabtu lalu. Performa tersebut memperkuat kesan bahwa perubahan posisi bisa menjadi titik balik dalam karier pemain asal Portugal itu.

Perkembangan Neto juga menarik karena masa depannya sempat dipertanyakan pada musim panas. Namun, setelah mendapatkan tempat penting di bawah arahan Xabi Alonso, ia menandatangani kontrak baru hingga 2032 dan kini menjadi salah satu pemain yang diandalkan Chelsea.


Pedro Neto Jadi Victor Moses 2.0 di Chelsea

Victor Moses. Sejak direkrut Chelsea pada 2012/2013, ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Saat kedatangan Antonio Conte pada musim 2016/2017, ia menjadi pilihan utama dan tampil dalam 34 laga Premier League dengan mencetak 3 gol dan 3 assit yang berujung gelar Liga Inggris. (AFP/Glyn Kirk)

Chelsea pernah mendapatkan keuntungan besar ketika Conte mengubah Moses dari pemain sayap menjadi wing-back. Kini, Neto menjalani transisi serupa dengan hasil yang mulai terlihat, termasuk kontribusi dua gol saat menghadapi Everton.

Perjalanan Neto menuju peran barunya tidak sepenuhnya mulus. Pada musim panas, Chelsea tidak menganggapnya sebagai pemain yang tidak bisa dijual, meski memasang harga sekitar 100 juta pound sterling di tengah ketidakpastian masa depannya.

Situasi tersebut berkaitan dengan periode sulit yang dialami Chelsea pada akhir musim lalu. Kepergian Enzo Maresca, yang memiliki hubungan dekat dengan Neto, diikuti masa kepemimpinan Liam Rosenior yang berlangsung kurang dari empat bulan sebelum klub menutup musim di peringkat ke-10.

Penunjukan Xabi Alonso kemudian membantu meyakinkan para pemain terhadap arah baru Chelsea yang memadukan pengalaman dan talenta yang sudah dimiliki. Setelah membuktikan diri sebagai pemain penting, Neto menandatangani kontrak hingga 2032 pada bulan lalu dan secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap proyek Alonso.


Lonjakan Produktivitas Neto di Bawah Xabi Alonso

Gelandang asal Portugal milik Chelsea, Pedro Neto (kiri), merayakan gol keduanya saat pertandingan Premier League antara Chelsea dan Brighton & Hove Albion di Stamford Bridge, London, Minggu (30/8/2026). (Adrian Dennis / AFP)

Ketika bergabung dari Wolverhampton Wanderers pada 2024 dengan biaya 54 juta pound sterling, Neto belum dikenal sebagai pemain yang sangat produktif. Ia mencatatkan 14 gol dan 27 assist dalam 135 penampilan bersama Wolves.

Kontribusinya pada periode awal di Stamford Bridge juga belum menunjukkan lonjakan besar. Sebelum kedatangan Alonso, Neto mengoleksi 19 gol dan 19 assist dalam 103 penampilan bersama Chelsea.

Performa tersebut berubah pada musim ini dengan torehan empat gol dan satu assist dalam sembilan penampilan, meski tiga kali ia memulai pertandingan dari bangku cadangan. Catatan itu menunjukkan peningkatan produktivitas yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Menariknya, perubahan posisi menjadi wing-back tidak mengurangi keterlibatan Neto di area berbahaya. Ia mencatat rata-rata 5,3 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit, meningkat dari 3,6 sentuhan pada musim lalu, sehingga Chelsea mendapatkan keuntungan dari kontribusi menyerang sekaligus fleksibilitas taktiknya.

Sumber: BBC Sport


Klasemen Premier League 2026/2027

Berita Terkait