Vincent Kompany Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Pingsan saat Pantau Latihan Bayern Munchen

Kabar kurang menyenangkan datang dari pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 Oktober 2026, 02:28 WIB
Manajer Burnley, Vincent Kompany tampak bangga usai mengantarkan tim asuhannya promosi ke Premier League 2023/2024. (Twitter/BurnleyOfficial)

Bola.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang dari pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany. Juru taktik asal Belgia itu harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah pingsan ketika memantau sesi latihan tim cadangan Bayern Munchen, Jumat (23/10/2026).

Bayern Munchen mengonfirmasi Kompany membutuhkan penanganan medis setelah mengalami insiden tersebut. Pelatih berusia 40 tahun itu sebelumnya diketahui tengah berjuang melawan infeksi virus yang memengaruhi kondisi kakinya selama sepekan terakhir.

Advertisement

Meski mengalami gangguan kesehatan, Kompany masih mendampingi Bayern Munchen saat menghadapi Arsenal dalam pertandingan Liga Champions, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB.

Namun, kondisinya tampaknya belum sepenuhnya pulih. Bayern Munchen menyatakan Kompany kini menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit dan akan tetap berada dalam pengawasan tim medis.

"Kompany sedang menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit dan akan tetap mendapatkan perawatan medis," demikian pernyataan resmi Bayern Munchen, seperti dikutip dari ESPN. 

Klub raksasa Jerman itu juga memastikan aktivitas latihan dan pertandingan untuk sementara akan ditangani oleh staf kepelatihan Kompany hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

 


Kesehatan Kompany Jadi Prioritas

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany (AP Photo/Petros Karadjias)

Direktur olahraga Bayern Munchen, Max Eberl, menegaskan kondisi kesehatan Kompany menjadi perhatian utama klub. Pihaknya akan memberikan waktu yang dibutuhkan sang pelatih untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

"Kesehatan Vincent Kompany adalah prioritas utama kami. Kami di FC Bayern akan melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan dia segera pulih," ujar Eberl dalam pernyataan resmi klub.

"Vinnie mendapatkan seluruh perawatan dan dukungan medis yang diperlukan, serta waktu sebanyak yang dia butuhkan. Tim kepelatihannya akan mengambil alih tugas-tugasnya. Kami semua di FC Bayern mendoakan agar Vinnie segera pulih," lanjutnya.

Masalah kesehatan Kompany sebenarnya sudah terlihat sebelum insiden kolaps tersebut. Ketika Bayern Munchen menang telak 6-1 atas RB Leipzig di Bundesliga pada Sabtu (17/10/2026), sang pelatih terlihat kurang bersemangat dan lebih banyak duduk di pinggir lapangan.

Saat itu, Eberl mengungkapkan Kompany sedang berjuang melawan infeksi virus sekaligus mengalami cedera pinggul. Pelatih yang dikabarkan membutuhkan bantuan untuk menaiki tangga tersebut pun belum sepenuhnya berada dalam kondisi terbaik.

 


Sempat Absen dalam Sesi Latihan

Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany berjalan memasuki lapangan menjelang laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Madrid, Spanyol, Selasa, 7 April 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Gangguan kesehatan yang dialami Kompany juga membuatnya menyerahkan sejumlah tugas kepada asistennya, Aaron Danks, menjelang pertandingan melawan Arsenal.

Danks mengambil alih sesi latihan dan tugas media pada Selasa (20/10/2026). Ia menjelaskan bahwa infeksi virus yang menyerang Kompany sempat memengaruhi kondisi kakinya hingga menimbulkan rasa sakit.

"Kondisi tersebut terkadang memengaruhi kakinya dan dia merasakan sedikit rasa sakit," kata Danks.

"Ini hanya virus. Para dokter dan ahli tentu jauh lebih memahami kondisi ini dibandingkan saya. Hal terpenting yang terus kami tekankan adalah dia harus beristirahat dan mengambil waktu yang dibutuhkan, berapa pun lamanya," imbuhnya.

Setelah pertandingan melawan Arsenal pada Rabu (21/10/2026), Kompany juga mengakui dirinya sempat berusaha memaksakan diri untuk tetap bekerja meski sedang sakit.

Ia menyadari telah mengabaikan sinyal yang diberikan tubuhnya dan berusaha terus beraktivitas hingga akhirnya kondisi kesehatannya membutuhkan perhatian lebih serius.

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait