Cesc Fabregas Bangga dengan Talenta Muda Como, Kemenangan atas MU Jadi Bukti

Pelatih Como, Cesc Fabregas, memuji perkembangan para pemain muda Italia di akademi klubnya.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 Oktober 2026, 11:30 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, memuji perkembangan para pemain muda Italia di akademi klubnya. Ia menilai Como mulai menunjukkan identitas Italia yang ingin dibangun untuk tim utama setelah skuad U-19 mereka mengalahkan Manchester United di UEFA Youth League.

Como U-19 menurunkan delapan pemain Italia dalam susunan pemain awal saat menghadapi MU. Secara keseluruhan, mereka membawa 16 pemain Italia dalam skuad untuk pertandingan tersebut.

Advertisement

Hasil positif itu sejalan dengan pencapaian tim utama Como yang sebelumnya juga berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor 4-1 di Liga Champions.

Fabregas mengaku puas melihat perkembangan para pemain muda tersebut. Menurutnya, mereka mulai memahami filosofi permainan yang diterapkan klub.

"Saya sangat senang. Banyak pemain yang datang tahun ini. Mereka kuat, mereka orang Italia, dan ini merupakan konsep yang serupa dengan apa yang ingin kami bawa ke tim utama," ujar Fabregas dalam konferensi pers menjelang pertandingan Serie A melawan Sassuolo, Sabtu (24/10/2026), seperti dikutip dari Football Italia. 

"Mereka memahami gaya bermain kami dan melakukan pekerjaan yang luar biasa," lanjutnya, seperti dikutip dari TuttoMercatoWeb.

Sebelumnya, Presiden Como, Mirwan Suwarso, mengungkapkan ambisi klub untuk suatu hari nanti memiliki tim yang seluruh pemainnya berasal dari Italia. Bahkan, Como berharap mayoritas pemain tersebut berasal dari wilayah Lombardy.

Ambisi itu terinspirasi dari Athletic Bilbao, klub Spanyol yang dikenal dengan kebijakan mengandalkan pemain-pemain yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Basque.

Skuad Ramping Buka Kesempatan untuk Pemain MudaFabregas juga menjelaskan bahwa jumlah pemain tim utama Como yang relatif terbatas justru membuka peluang bagi talenta akademi untuk mendapatkan kesempatan tampil.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, skuad yang terlalu besar bisa membuat pemain muda kesulitan menembus tim senior.

"Kami memiliki skuad yang tidak terlalu besar. Namun, jika skuad Anda besar, Anda tidak pernah perlu mempromosikan pemain dari akademi," jelas Fabregas.

"Jika tidak, kami mungkin tidak akan menemukan Cassano, atau memberikan kesempatan kepada Pisati dan Baralla. Papaccioli juga telah kembali. Semua ini berasal dari akademi kami," tambahnya.

Fabregas menilai pembinaan pemain muda menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Como. Karena itu, kesempatan bagi para pemain akademi untuk berkembang dan menembus tim utama akan terus terbuka.

Fabregas Puji Mentalitas Samuele RicciDalam kesempatan yang sama, Fabregas turut ditanya mengenai Samuele Ricci. Gelandang tersebut bergabung dari AC Milan pada musim panas, tetapi sejauh ini masih kesulitan mendapatkan menit bermain bersama Como.

Fabregas menegaskan Ricci tetap memiliki peluang untuk mendapatkan tempat di tim. Ia juga mengapresiasi sikap sang pemain selama menjalani latihan.

"Semua pemain akan mendapatkan kesempatan. Dia berlatih dengan level yang tinggi, dan kesempatannya akan datang," kata Fabregas.

"Saya menyukai kualitasnya, tetapi yang paling penting adalah mentalitasnya sejak bergabung. Dia selalu bersikap tenang, rendah hati, tersenyum, dan fokus pada pekerjaannya," imbuhnya.

Fabregas berharap para pemain muda tetap menjaga sikap dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal di luar lapangan.

"Seharusnya memang selalu seperti itu karena beberapa pemain muda saat ini mudah teralihkan. Kesempatan bisa datang, seperti yang terjadi kepada Liberali," pungkasnya.


Ambisi Como

Pelatih Como, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan matchday 1 fase liga Liga Champions 2026/2027 melawan RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Kamis (10/9/2026). (AFP/Piero Cruciatti)

Sebelumnya, Presiden Como, Mirwan Suwarso, mengungkapkan ambisi klub untuk suatu hari nanti memiliki tim yang seluruh pemainnya berasal dari Italia. Bahkan, Como berharap mayoritas pemain tersebut berasal dari wilayah Lombardy.

Ambisi itu terinspirasi dari Athletic Bilbao, klub Spanyol yang dikenal dengan kebijakan mengandalkan pemain-pemain yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Basque.

Fabregas juga menjelaskan bahwa jumlah pemain tim utama Como yang relatif terbatas justru membuka peluang bagi talenta akademi untuk mendapatkan kesempatan tampil.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, skuad yang terlalu besar bisa membuat pemain muda kesulitan menembus tim senior.

"Kami memiliki skuad yang tidak terlalu besar. Namun, jika skuad Anda besar, Anda tidak pernah perlu mempromosikan pemain dari akademi," jelas Fabregas.

"Jika tidak, kami mungkin tidak akan menemukan Cassano, atau memberikan kesempatan kepada Pisati dan Baralla. Papaccioli juga telah kembali. Semua ini berasal dari akademi kami," tambahnya.

Fabregas menilai pembinaan pemain muda menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Como. Karena itu, kesempatan bagi para pemain akademi untuk berkembang dan menembus tim utama akan terus terbuka.

 

 


Pemain Muda Harus Jaga Sikap

Como 1907 dan Cesc Fabregas setelah memastikant tiket ke Liga Champions 2026/2027. (Dok. X @Como_1907)

Dalam kesempatan yang sama, Fabregas turut ditanya mengenai Samuele Ricci. Gelandang tersebut bergabung dari AC Milan pada musim panas, tetapi sejauh ini masih kesulitan mendapatkan menit bermain bersama Como.

Fabregas menegaskan Ricci tetap memiliki peluang untuk mendapatkan tempat di tim. Ia juga mengapresiasi sikap sang pemain selama menjalani latihan.

"Semua pemain akan mendapatkan kesempatan. Dia berlatih dengan level yang tinggi, dan kesempatannya akan datang," kata Fabregas.

"Saya menyukai kualitasnya, tetapi yang paling penting adalah mentalitasnya sejak bergabung. Dia selalu bersikap tenang, rendah hati, tersenyum, dan fokus pada pekerjaannya," imbuhnya.

Fabregas berharap para pemain muda tetap menjaga sikap dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal di luar lapangan.

"Seharusnya memang selalu seperti itu karena beberapa pemain muda saat ini mudah teralihkan. Kesempatan bisa datang, seperti yang terjadi kepada Liberali," pungkasnya.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait