Ketua Komite Wasit PSSI Minta Pemain dan Ofisial Jaga Emosi saat Cek VAR: Bisa Bikin Tempo Pertandingan Rusak

VAR mulai diterapkan di Indonesia sejak musim 2023/2024.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 24 Oktober 2026, 12:45 WIB
Penampakan layar VAR jelang dimulainya laga leg kedua semifinal Championship Series BRI Liga 1 2023/2024 antara Borneo FC menghadapi Madura United di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (19/5/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, melontarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen tim, mulai dari pemain hingga jajaran pelatih. Mereka diminta untuk tetap tenang dan tidak mengintimidasi wasit yang sedang bertugas, terutama ketika proses pengecekan Video Assistant Referee (VAR) berlangsung di lapangan.

Yoshimi Ogawa menilai aksi protes berlebihan dan tekanan bertubi-tubi dari official maupun pemain justru berpotensi merusak jalannya pertandingan. Wasit butuh fokus tinggi untuk mengambil keputusan yang tepat.

Advertisement

Menurut Yoshimi Ogawa, pemandangan pemain atau pelatih yang langsung mengerumuni sang pengadil lapangan saat meninjau insiden masih kerap terjadi. Padahal, pada momen krusial tersebut, wasit membutuhkan ruang untuk berkomunikasi secara jernih dengan petugas di ruang VAR.

"Terkadang kami perlu meminta ofisial tim atau pemain untuk menjauh dari wasit. Misalnya saat VAR sedang memeriksa, karena wasit perlu berkomunikasi. Namun, masih banyak pemain yang tetap mendekat," kata Yoshimi Ogawa, Sabtu (24/10/2026). 

 

 

 


Tekanan Emosional

Wasit utama Naufal Adya memberikan hadiah penalti kepada Borneo FC saat pertandingan leg kedua semifinal championship series BRI Liga 1 2023/2024 melawan Madura United di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan, Minggu (19/05/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Yoshimi Ogawa kemudian menambahkan, kerumunan dan tekanan emosional tersebut membuat proses diskusi antara wasit dan ruang VAR terhambat. Dampaknya, waktu pertandingan banyak terbuang dan ritme permainan menjadi berantakan.

Terkadang tekanan dari para pemain dan ofisial juga bisa membuat suasana pertandingan menjadi tidak kondusif. Bisa memancing emosi dari suporter di stadion juga.

"Hal ini benar-benar membuat tempo pertandingan menjadi tidak bagus," tegas pria asal Jepang tersebut.


Ketegasan Hukum Kartu

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan pemaparan dalam acara Refeering Workshop for Media yang digelar di Sekretariat PSSI Pers, Jakarta, pada Kamis (23/4/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, Yoshimi Ogawa mengingatkan bahwa wasit sebenarnya dibekali kewenangan penuh untuk mengambil tindakan tegas di lapangan terhadap siapa saja yang coba mengganggu kinerjanya. Sanksi disiplin siap dijatuhkan jika batas toleransi sudah dilanggar.

"Sebenarnya, terkadang wasit perlu menggunakan kewenangannya. Artinya memberikan kartu kuning atau kartu merah," ujar Ogawa.

Meski begitu, Komite Wasit PSSI tetap mengedepankan pendekatan preventif melalui peringatan dari pihak manajemen dan mengimbau seluruh klub untuk mengontrol emosi demi menjaga kualitas pertandingan di kompetisi domestik.


Persaingan di BRI Super League Musim 2026/2027

Berita Terkait