Ketua Komite Wasit PSSI Ungkap Kepuasan atas Kinerja Pengadil Lapangan di BRI Super League dan Pegadaian Championship

Kinerja wasit di BRI Super League 2026/2027 dan Pegadaian Championship 2026/2027 dinilai semakin meningkat.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 24 Oktober 2026, 16:15 WIB
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan pemaparan dalam acara Refeering Workshop for Media yang digelar di Sekretariat PSSI Pers, Jakarta, pada Kamis (23/4/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan penilaian positif terhadap kinerja para pengadil lapangan yang memimpin jalannya kompetisi sepak bola nasional musim 2026/2027, baik di ajang BRI Super League maupun di Pegadaian Championship.

Memasuki pekan keenam BRI Super League dan pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027, Yoshimi Ogawa menilai secara keseluruhan kepemimpinan wasit di lapangan sudah menunjukkan performa yang baik dan mampu mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai insiden krusial.

Advertisement

Yoshimi Ogawa merasa pihaknya melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap setiap insiden yang terjadi di setiap pertandingan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, rapor merah para wasit terbilang minim sejauh ini.

"Setelah enam pekan, secara umum, kami telah memeriksa setiap insiden. Kemudian, secara umum kami merasa puas dengan wasit kami. Mereka menunjukkan performa yang baik," ujar Yoshimi Ogawa kepada awak media, Jumat (23/10/2026).

 


Harus Terus Ditingkatkan

Wasit memberikan kartu merah kepada pemain Persita Tangerang, Bae Shin-yeong, saat melawan PSBS Biak pada laga BRI Liga 1 di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (3/5/2025) petang WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Meski demikian, Yoshimi Ogawa tidak menutup mata bahwa masih ada catatan evaluasi yang harus dibenahi.

Salah satu aspek krusial yang menjadi sorotan khusus adalah kinerja perangkat Video Assistant Referee (VAR) serta kolaborasi mereka dengan wasit utama di lapangan.

"Tapi, jika ditinjau secara detail, ada beberapa aspek yang harus kami perbaiki, terutama VAR. Ketika VAR ikut campur, maka wasit harus melihat dan memeriksa tayangan ulang di lapangan. Ini benar-benar poin yang penting," ujar eks wasit profesional asal Jepang itu. 


Wasit Elite

Sejumlah pemain Madura United melakukan protes terhadap wasit utama Naufal Adya saat pertandingan leg kedua semifinal championship series BRI Liga 1 2023/2024 melawan Borneo FC di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan, Minggu (19/05/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara itu aufal Adya Fairuski baru-baru ini menorehkan prestasi membanggakan. Wasit asal Bogor, Jawa Barat itu resmi menyandang status sebagai AFC Elite Referee.

Prestasi itu diraih Naufal Adya Fairuski setelah ia mengikuti program AFC Referee Academy Batch 5. Naufal pun dinyatakan mampu mengikuti dan lulus dari progam itu.

Sebagai informasi, Naufal Adya Fairuski menjadi wasit Indonesia ketiga yang masuk dalam Panel AFC Elite Referees. Sebuah kelompok yang tentu susah untuk ditembus.

Naufal Adya Fairuski menyusul langkah dua koleganya yang lain yakni Thoriq Munir Alkatiri dan Yudi Nurcahya. Ini merupakan pertama kalinya, Indonesia memiliki tiga wasit yang berstatus AFC Elite Referee secara bersamaan.

 

Berita Terkait