5 Pemain Barcelona dengan Performa Mengecewakan saat Dipecundangi Real Madrid

Barcelona takluk 1-2 dari Real Madrid di El Clasico. Pau Cubarsi, Gerard Martin, Joao Cancelo, Pedri, dan Lamine Yamal gagal tampil maksimal.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 26 Oktober 2026, 09:03 WIB
Pemain Barcelona Lamine Yamal (kanan) ditekel oleh pemain Real Madrid Ibrahima Konate dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan dari Real Madrid menjadi hasil pahit bagi Barcelona dalam persaingan di Liga Spanyol 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Spotify Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB, Blaugrana tidak mampu menghindari kekalahan 1-2 pada pekan ke-10.

Kylian Mbappe menjadi pembeda dengan mencetak gol pada menit ke-41 dan ke-87. Barcelona sempat menghidupkan harapan lewat gol Raphinha pada menit ke-61, tetapi gagal mempertahankan keseimbangan permainan hingga laga berakhir.

Advertisement

Selain ketajaman Madrid, performa sejumlah pemain Barcelona turut memengaruhi hasil pertandingan. Lima pemain berikut gagal memenuhi ekspektasi, baik karena kesalahan individu maupun kesulitan menghadapi tekanan lawan.


Pau Cubarsi dan Gerard Martin Kehilangan Ketangguhan

Pemain Barcelona Gerard Martin (kanan) berebut bola dengan pemain Real Madrid Bernardo Silva dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Pau Cubarsi sempat tampil cukup solid pada awal pertandingan. Namun, bek muda tersebut mulai kesulitan setelah memasuki babak kedua. Kesalahannya membuat pasangan di jantung pertahanan Barcelona berada dalam situasi dua lawan satu yang berbahaya.

Cubarsi juga gagal membaca pergerakan Eduardo Camavinga dengan tepat saat Madrid membangun serangan yang berujung pada gol kedua. Ia seharusnya bisa menutup ruang yang ditinggalkan dan mengantisipasi pergerakan gelandang asal Prancis tersebut.

Sementara itu, Gerard Martin menjadi salah satu penyebab langsung gol pembuka Madrid. Upayanya membuang bola justru mengarah ke Kylian Mbappe. Bola mengenai penyerang tersebut sebelum melewati garis gawang, membuat Barcelona tertinggal pada babak pertama.

Martin sebenarnya hampir membayar kesalahannya setelah jeda. Ia mendapatkan peluang dari situasi sepak pojok, tetapi Andriy Lunin menggagalkan ancaman tersebut melalui penyelamatan akrobatik.


Joao Cancelo dan Pedri Tak Mampu Mengendalikan Permainan

Pemain Barcelona Pedri (kanan) ditempel ketat oleh pemain Real Madrid Bernardo Silva dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Joao Cancelo mengawali pertandingan di posisi bek kiri. Ia sempat memberikan kontribusi positif sebelum cedera Espart membuatnya harus berpindah ke sisi kanan pertahanan. Perubahan tersebut membuat Cancelo menghadapi tantangan baru ketika berhadapan dengan kemampuan individu Diomande.

Pemain internasional Portugal itu kesulitan menghentikan lawan dalam duel satu lawan satu. Kontribusinya dalam membantu serangan juga terbatas, sementara penampilannya yang kurang meyakinkan menambah persoalan bagi lini belakang Barcelona.

Pedri juga menjalani babak pertama yang jauh dari standar permainannya. Gelandang tersebut tidak mampu mengatur tempo seperti biasanya dan beberapa kali salah mengirimkan umpan. Kondisi ini membuat Barcelona kesulitan menjaga aliran bola ketika Madrid meningkatkan tekanan.

Penampilan Pedri membaik setelah turun minum. Ia lebih efektif saat menguasai bola dan memberikan umpan yang berperan dalam terciptanya gol penyama kedudukan Raphinha. Meski demikian, peningkatan itu tidak cukup untuk membantu Barcelona membalikkan keadaan.


Lamine Yamal Kurang Efektif di Lini Depan

Pemain Barcelona Lamine Yamal bereaksi di akhir laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Lamine Yamal juga gagal memberikan pengaruh maksimal dalam duel melawan rival utama Barcelona tersebut. Ia memperoleh peluang bagus pada babak pertama, tetapi tidak berhasil mengarahkan bola ke dalam gawang.

Yamal tampil lebih aktif setelah jeda dan mulai terlibat dalam sejumlah serangan berbahaya. Salah satu aksinya adalah umpan trivela yang hampir dijangkau Raphinha. Ia juga mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh yang melintas tipis dari sasaran.

Kendati memperlihatkan beberapa momen berkualitas, Yamal belum mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan. Madrid berhasil membatasi ruang geraknya, sehingga ancaman yang dihasilkan tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

Kekalahan ini memperlihatkan bahwa Barcelona masih memiliki sejumlah aspek yang harus dibenahi. Hansi Flick perlu memperbaiki koordinasi pertahanan dan memastikan para pemain andalannya mampu menjaga performa ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan besar.

Sumber: Barca Universal


Klasemen

Berita Terkait