Kontroversi Mbappe di China Ancam Pendapatan Real Madrid, Sponsor dan Penjualan Jersey Terdampak

Gara-Gara kontroversi Kylian Mbappe di China, Real Madrid terancam kehilangan pemasukan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 05:30 WIB
Kylian Mbappe merayakan gol untuk Real Madrid dalam laga kontra Manchester City di Liga Champions 2024/2025, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Bola.com, Jakarta - Real Madrid menghadapi potensi kerugian finansial setelah kontroversi Kylian Mbappe di China memicu pemutusan sejumlah kerja sama komersial sang penyerang.

Situasi ini menjadi persoalan bagi Los Blancos karena kesuksesan bisnis klub turut ditopang popularitas pemain bintang, termasuk Mbappe.

Advertisement

Daya tarik para pemain papan atas membantu Madrid meraup pendapatan dari sponsor, penjualan merchandise, hingga hak citra. Namun, persoalan yang melibatkan Mbappe kini berpotensi mengganggu salah satu sumber pemasukan klub.

Menurut Mundo Deportivo, Madrid bisa kehilangan sebagian pendapatan karena kesepakatan dengan Mbappe memberikan klub hak atas persentase penghasilan sang pemain dari hak citra.

Kekhawatiran itu muncul setelah beberapa perusahaan menghentikan kerja sama komersial dengan penyerang Timnas Prancis tersebut.


Sponsor Mbappe Putus Kerja Sama

Sebuah bus yang menampilkan bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, untuk produk minuman elektrolit "Bushuila" dari Dongpeng Beverage Group terlihat di sebuah jalan di Shanghai pada 27 Oktober 2026. Kylian Mbappe diputus kontraknya pada 27 Oktober oleh dua merek besar di China setelah beredarnya sebuah video daring yang memperlihatkan bintang sepak bola Prancis tersebut tampak melontarkan candaan mengenai mantan pemimpin Mao Zedong. (Jade GAO/AFP)

Mbappe diperkirakan memperoleh sekitar 30 juta euro per tahun dari kontrak iklan. Nilai itu menjadikannya satu di antara pemain sepak bola dengan daya tarik komersial terbesar.

Namun, tiga perusahaan asal China, yakni Dongpeng Beverage, Mengniu, dan Milkground, telah mengakhiri hubungan kerja sama dengan Mbappe.

Keputusan itu diambil setelah komentarnya mengenai sebuah meme yang menampilkan mantan pemimpin China, Mao Zedong.

Madrid biasanya memperoleh 50 persen dari pendapatan hak citra pemain. Akan tetapi, Mbappe berhasil menegosiasikan kesepakatan yang lebih menguntungkan sehingga ia berhak mempertahankan porsi pendapatan yang lebih besar.

Meski begitu, Madrid tetap memperoleh keuntungan dari sejumlah kesepakatan komersial yang melibatkan Mbappe.

Berakhirnya kerja sama sponsor sang pemain pun berpotensi mengurangi pemasukan klub.

Besaran kerugian yang mungkin dialami Madrid belum dapat dipastikan. Nilai kontrak dari kerja sama yang dihentikan juga belum diungkapkan.


Penjualan Jersey Madrid di China Ikut Terancam

Pemain Real Madrid, Arda Guler (tengah kanan), merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan RB Leipzig di Madrid, Spanyol, Kamis (22/10/2026). (AP Photo/Bernat Armangue)

Selain pendapatan sponsor, penjualan merchandise menjadi perhatian lain bagi Madrid. China merupakan satu di antara pasar penting bagi penjualan produk Los Blancos.

Laporan Mundo Deportivo tersebut memperkirakan sekitar 15 persen penjualan jersey Madrid di seluruh dunia berasal dari China. Saat ini, jersey bernomor punggung 10 milik Mbappe juga menjadi produk jersey Madrid yang paling laris.

Jika penolakan terhadap Mbappe terus berlanjut, permintaan terhadap merchandise Madrid berpotensi ikut terdampak. Kondisi itu dapat menjadi sumber kerugian tambahan bagi klub.

Di sisi lain, stasiun televisi China, CCTV, telah menghentikan siaran La Liga.

Mbappe memang sudah menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya, tetapi CCTV menilai permintaan maaf itu belum cukup untuk mengubah sikapnya terhadap boikot.

Kontroversi yang melibatkan Mbappe pun terus berkembang. Presiden La Liga, Javier Tebas, bahkan sedang melakukan pembicaraan untuk mencari jalan keluar dari persoalan ini.

Prioritas La Liga dan Madrid saat ini adalah memperbaiki hubungan dengan pasar China sekaligus membatasi dampak lanjutan dari kontroversi tersebut.

Besarnya potensi kerugian finansial akan bergantung pada perkembangan situasi dan seberapa cepat polemik itu mereda.

 

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait