Bryan King Sebut Sir Jim Ratcliffe Tertipu Orang-Orang Kepercayaannya di MU

MU terus terpuruk, Sir Jim Ratcliffe justru dinilai salah merekrut orang kepercayaan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 13:30 WIB
Harga saham Manchester United saat ini dilaporkan juga sedang mengalami kenaikan tajam di New York Stock Exchange. Saham ditutup pada $13,69 (£11,36), atau naik 7,1 persen. Semua kesepakatan untuk menjual saham minoritas diperkirakan tidak akan selesai sampai bulan September mendatang. (AFP/Valery Hache)

Bola.com, Jakarta - Sir Jim Ratcliffe dinilai telah salah mengambil keputusan dalam mengelola Manchester United setelah memercayakan sejumlah posisi penting kepada orang-orang yang dianggap tidak kompeten.

Pandangan itu disampaikan mantan pencari bakat Tottenham Hotspur, Everton, dan Aston Villa, Bryan King, yang menyebut situasi di internal klub berpotensi berakhir dengan kekecewaan.

Advertisement

Dalam wawancara eksklusif dengan Football Insider, King bahkan menilai Ratcliffe telah menjadi korban penipuan para petinggi yang direkrutnya sendiri.

Menurutnya, persoalan MU tidak semata-mata berkaitan dengan sosok manajer, tetapi juga menyangkut orang-orang yang berada di lingkaran pengambilan keputusan.

Posisi Michael Carrick sebagai pelatih MU saat ini masih belum aman. Pelatih berusia 45 tahun itu dikabarkan bisa kehilangan jabatannya dalam beberapa hari ke depan, dengan hasil pertandingan berikutnya menjadi penentu kelanjutan kariernya di Old Trafford.

Performa MU pada awal musim juga belum menunjukkan perkembangan positif. Setan Merah baru mengemas dua kemenangan dari 12 pertandingan di seluruh kompetisi dan belum meraih kemenangan di Premier League sejak Agustus.

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan MU apabila Carrick diberhentikan. Antonio Conte, Julian Nagelsmann, dan Unai Emery masuk daftar kandidat yang disebut-sebut berpeluang menggantikannya.

 

Merapat ke sini untuk dapatkan jadwal lengkap Liga Inggris musim ini.


MU Dinilai Menjadi Pekerjaan yang Sulit bagi Manajer

Manajer Manchester United Erik ten Hag berjalan melintasi lapangan usai pertandingan Liga Inggris melawan West Ham United di London Stadium, Sabtu, 23 Desember 2023. MU kalah 0-2 dari West Ham. (Ben Stansall / AFP)

King memandang jabatan manajer MU saat ini sebagai pekerjaan yang sangat berisiko. Menurutnya, siapa pun yang menerima tawaran melatih Setan Merahm akan menghadapi persoalan yang tidak mudah diselesaikan.

Carrick berpotensi menambah panjang daftar pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi setelah era Sir Alex Ferguson.

Sebelumnya, David Moyes, Jose Mourinho, Erik ten Hag, Ruben Amorim, dan sejumlah nama lain juga tidak mampu membawa MU keluar dari kesulitan.

King menilai para pemilik dan pengambil keputusan klub belum melihat persoalan secara menyeluruh karena masalah yang dihadapi MU tidak hanya berada di sektor kepelatihan.

Ia memperkirakan pelatih berikutnya akan menghadapi tantangan serupa dengan para pendahulunya.

"Saat ini, siapa pun yang menerima pekerjaan sebagai manajer Manchester United akan menghadapi situasi seperti menerima racun," kata King kepada Football Insider.


Bikin Masalah Sendiri

Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Ia juga menegaskan tidak memiliki simpati terhadap kondisi MU karena klub dinilai telah menciptakan persoalannya sendiri.

"Saya sama sekali tidak bersimpati kepada Manchester United. Mereka menciptakan masalahnya sendiri. Seperti yang saya katakan, dia (Jim Ratcliffe) memang pengusaha sukses. Namun, orang-orang yang direkrutnya untuk bekerja di sekelilingnya, meskipun mendapatkan bayaran besar, ternyata tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Dia telah ditipu," ujar King.

King kemudian menyoroti minimnya kewenangan manajer dalam mengelola urusan sepak bola di klub.

Menurutnya, pelatih membutuhkan kendali penuh terhadap tim tanpa campur tangan pihak lain, sementara urusan bisnis seharusnya ditangani oleh pihak berbeda.

"Situasi ini akan berakhir dengan air mata. Hanya sedikit manajer yang memiliki kendali penuh atas pengelolaan tim sepak bola. Padahal, itulah yang mereka inginkan. Mereka tidak menghendaki campur tangan pihak lain. Mereka ingin mengurus aspek sepak bola, bukan terlibat dalam urusan bisnis," tuturnya.


Mikel Arteta Bisa Menjadi Contoh bagi MU

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions antara Napoli dan Arsenal di Naples, Italia selatan, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Gregorio Borgia)

Persoalan kewenangan manajer juga menjadi satu di antara hal yang perlu diperhatikan MU ketika mencari pelatih baru.

Sosok ideal untuk menangani Setan Merah dinilai harus mampu meyakinkan pemilik klub agar memberikan kendali lebih besar dalam pengelolaan tim.

Mourinho menjadi salah satu contoh bahwa mendapatkan kepercayaan dan kewenangan penuh dari manajemen bukan perkara mudah. Sembilan manajer telah mencoba menghadapi persoalan di MU, tetapi belum berhasil mengubah situasi klub.

King menyinggung pengalaman Mikel Arteta di Arsenal sebagai gambaran pendekatan berbeda.

Arteta mendapatkan keleluasaan untuk membangun kembali tim setelah membuktikan kemampuannya dengan membawa Arsenal menjuarai Piala FA.

MU kemungkinan membutuhkan pelatih yang mampu memperoleh kepercayaan serupa dari pemilik klub. Namun, belum ada jaminan kandidat berikutnya memiliki kemampuan seperti Arteta dalam membangun kembali sebuah tim.

 

Sumber: Football Insider

Berita Terkait