Bola.com, Jakarta - Gary Neville menilai pemecatan Michael Carrick bisa menjadi keputusan terbaik bagi semua pihak di Manchester United yang tengah terpuruk pada musim 2026/2027. Menurutnya, ada momen ketika pelatih perlu dibebastugaskan demi kebaikannya sendiri.
Masa depan Carrick kembali disorot setelah Manchester United tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026). Hasil itu memperpanjang tren negatif Setan Merah menjadi delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, sekaligus menambah tekanan pada manajemen untuk segera bertindak.
Meski demikian, hingga Kamis (29/10/2026) klub masih mempertahankan pelatih berusia 45 tahun tersebut. Carrick pun dipersiapkan memimpin tim saat menghadapi Chelsea pada Sabtu (31/10/2026). Neville menduga keputusan ini lahir karena jajaran petinggi mengalami kebingungan menentukan langkah berikutnya. “Saya rasa dalam 24 jam setelah pertandingan melawan Bournemouth, mereka benar-benar memperdebatkan masa depan Carrick bolak-balik,” ujar Neville dalam siniar Stick to Football.
Ia menekankan bahwa keputusan berpisah tidak selalu buruk bagi pelatih. “Terkadang seorang manajer perlu dipecat demi kebaikannya sendiri. Saya membutuhkan pemecatan saat berada di Valencia. Saya justru senang ketika mereka mengakhiri penderitaan saya,” kata Neville. Pengalaman itu merujuk pada masa tugasnya bersama Valencia pada musim 2015/2016.
Manchester United Terpuruk, Posisi Carrick Kian Tertekan
Awal musim 2026/2027 menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Manchester United. Kekalahan telak dari Bournemouth memperkuat sinyal krisis performa yang harus segera diselesaikan klub.
Dari sisi liga, Setan Merah baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan Liga Inggris. Start tersebut tercatat sebagai awal musim terburuk mereka dalam kompetisi liga selama 40 tahun terakhir, dengan kekalahan 0-3 dari Bournemouth menjadi penanda betapa menukiknya performa tim.
Secara keseluruhan, Manchester United baru mencatatkan dua kemenangan dari 12 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Rentetan negatif itu menempatkan klub hanya satu poin di atas zona degradasi Liga Inggris, menambah urgensi untuk menemukan solusi cepat.
Situasi ini kontras dengan capaian musim sebelumnya. Setelah menggantikan Ruben Amorim, Carrick berhasil membawa Manchester United finis ketiga di Liga Inggris 2025/2026 dan mengamankan tiket ke Liga Champions.
Berkat pencapaian tersebut, Carrick mendapat kontrak berdurasi dua tahun pada Mei 2026. Namun, penurunan performa yang drastis musim ini membuat kepercayaan terhadap kepemimpinannya dipertanyakan, meski sebagian suporter masih memberi dukungan. Seusai laga kontra Bournemouth, Carrick mendapat tepuk tangan saat meninggalkan lapangan, sementara para pemain justru disambut sorakan kekecewaan.
Nama Eddie Howe dan Julian Nagelsmann di Radar Pengganti
Spekulasi mengenai masa depan Carrick memunculkan sejumlah nama calon pengganti di Old Trafford. Dua sosok yang disebut-sebut dalam pembicaraan adalah mantan pelatih Newcastle United, Eddie Howe, dan mantan pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann.
Belum ada kepastian mengenai langkah yang akan diambil Manchester United. Keputusan mempertahankan Carrick untuk sementara waktu menunjukkan manajemen masih menimbang beragam opsi sebelum menentukan arah klub ke depan.
Bagi Neville, kebimbangan ini mencerminkan persoalan pengambilan keputusan di tubuh klub. Ia menilai perencanaan yang jelas dibutuhkan agar perdebatan soal masa depan pelatih tidak berlarut tanpa keputusan tegas.
Laga melawan Chelsea pada Sabtu (31/10/2026) menjadi kesempatan penting bagi Carrick untuk memperbaiki keadaan. Hasil positif dapat membantu meredakan tekanan, sedangkan kegagalan meraih kemenangan berpotensi memperbesar keraguan terhadap kemampuannya.