Perkuat FOP Jadi Alasan Utama SUGBK Direnovasi Oktober 2026 Sampai April 2027

PPKGBK mulai menguatkan Field of Play SUGBK Jakarta untuk menjaga kualitas lapangan dan mengantisipasi beban panggung tengah konser. Target 2026–2027.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 30 Oktober 2026, 21:33 WIB
Jumpa Pers PPKGBK soal Renovasi (Liputan6.com/Thomas)

Bola.com, Jakarta - GBK melalui Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) resmi memulai tahapan konstruksi penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas lapangan sekaligus merespons tren penyelenggaraan konser musik internasional.

Penguatan struktur diposisikan sebagai strategi agar fasilitas olahraga berstandar internasional tersebut tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan penggunaan stadion untuk berbagai kegiatan, dari olahraga hingga hiburan.

Advertisement

Salah satu pendorongnya adalah tren panggung di tengah lapangan (center stage) pada konser berskala global. Konsep ini membutuhkan struktur panggung dan peralatan produksi berukuran besar yang menambah beban signifikan pada permukaan lapangan.

Saat ini, kapasitas daya dukung lapangan SUGBK berada di kisaran 150–200 kilogram per meter persegi. Beban produksi yang masif berpotensi melampaui kapasitas tersebut dan, jika tidak diantisipasi, bisa merusak struktur lapisan bawah, mengganggu elevasi sistem drainase hingga memicu genangan air, serta memengaruhi kerataan permukaan dan kualitas rumput untuk pertandingan. Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan penguatan ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas, keamanan, dan daya saing SUGBK di tingkat internasional. “Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujar Rakhmadi dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).


GBK Jadi Panggung Olahraga dan Konser Dunia

Komplek GBK (dok. Pengelola GBK)

Stadion Utama Gelora Bung Karno selama ini menjadi rumah bagi beragam agenda besar. Selain pertandingan sepak bola internasional dan laga Timnas Indonesia, stadion ini juga kerap dipakai untuk kegiatan keagamaan serta konser musik yang menghadirkan musisi dunia.

Sejumlah nama besar seperti Coldplay, BLACKPINK, dan Kanye West atau YE pernah meramaikan panggung hiburan di SUGBK. Ke depan, stadion tersebut juga dijadwalkan menjadi lokasi konser BTS dan Westlife pada 2027.

Di ranah olahraga, SUGBK tetap menjadi salah satu venue utama untuk pertandingan sepak bola nasional maupun internasional. Peran multifungsi ini menuntut standar kualitas dan keamanan yang konsisten sebagai fasilitas publik.

Melalui penguatan struktur lapangan, PPKGBK ingin memastikan kegiatan nonolahraga dapat berjalan tanpa mengurangi kesiapan stadion untuk kembali dipakai menggelar pertandingan sepak bola.


Dua Langkah untuk Tingkatkan Kualitas Lapangan GBK

PPKGBK menyiapkan dua metode utama untuk mendukung program ini, yakni modernisasi peralatan serta perkuatan pondasi lapangan.

Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, menjelaskan bahwa upaya menjaga kualitas lapangan telah dilakukan sebelumnya dan terus berlanjut.

Pada 2022, revitalisasi lapisan rumput SUGBK dilaksanakan untuk menyambut Piala Dunia U-20 2023. Proses tersebut melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan berpengalaman, mulai dari pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, perataan permukaan, penanaman rumput, hingga perawatan intensif.

Kini, peningkatan diarahkan pada penguatan struktur lapangan agar lebih siap menghadapi kebutuhan penyelenggaraan acara berskala besar.

Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan GBK, David Prastyan, menyebut program peningkatan FOP SUGBK berjalan bertahap, dimulai dengan modernisasi peralatan.

Pekerjaan struktural ditargetkan rampung pada November 2026. Setelah itu, uji coba menggunakan peralatan modern direncanakan berlangsung pada Februari 2027.

Dengan tahapan tersebut, SUGBK ditargetkan kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027.


Timnas Indonesia Tetap Jadi Prioritas

PPKGBK menegaskan, penguatan struktur lapangan tidak mengesampingkan fungsi utama SUGBK sebagai fasilitas olahraga. Renovasi ini justru dilakukan agar stadion mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan publik sambil mempertahankan standar pertandingan.

Rakhmadi menambahkan, SUGBK akan tetap menjadi rumah utama bagi Timnas Indonesia dan lokasi penyelenggaraan agenda kenegaraan sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya.

Melalui program ini, PPKGBK berharap SUGBK terus menjadi stadion kebanggaan nasional yang mampu bersaing dengan venue olahraga internasional lainnya.

Penguatan struktur lapangan pun diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga kualitas infrastruktur stadion, sehingga kebutuhan olahraga dan hiburan dapat berjalan beriringan tanpa mengorbankan keamanan maupun kualitas fasilitas.

Berita Terkait