PSIM Tempuh Banding atas Sanksi Mauro Caballero, Tegaskan Tak Ada Toleransi terhadap Rasisme

PSIM Yogyakarta mengambil langkah banding atas sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada penyerang asing Mauro Andres Caballero Aguilera.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 20:15 WIB
Penyerang baru PSIM Yogyakarta, Mauro Caballero. (Doc PSIM)

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta mengambil langkah banding atas sanksi larangan bermain dalam 10 laga yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada penyerang Mauro Andres Caballero Aguilera.

Keputusan itu berkaitan dengan dugaan tindakan diskriminasi yang melibatkan Mauro saat bersua Bhayangkara FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda (20/10/2026).

Advertisement

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram klub, Jumat (30/10/2026) sore WIB, manajemen PSIM menyampaikan sikap terkait vonis Komdis PSSI bernomor 044/SL/SK/KD-PSSI/X/2026.

"Sebagai klub sepak bola profesional, PSIM Jogja memegang teguh integritas, sportivitas, beserta nilai-nilai keberagaman bangsa. Kami memastikan tidak akan memberi ruang toleransi sedikit pun untuk segala bentuk tindakan rasialis pada situasi apa pun," tulis PSIM.

"Terkait kronologi insiden di lapangan, Mauro sejatinya sebatas merespons ucapan emosional dari pemain lawan saat tensi pertandingan sedang tinggi, tanpa adanya ujaran rasialis," lanjutnya.


Tempuh Jalur Banding

Logo PSIM Yogyakarta. (Generated Chatgpt)

Langkah banding, menurut manajemen PSIM, merupakan bagian dari tanggung jawab klub untuk melindungi setiap anggotanya. Mereka ingin agar dasar penjatuhan sanksi terhadap Mauro kembali diperiksa.

"Manajemen akan selalu mengambil peran terdepan guna memberikan perlindungan proporsional kepada setiap anggota keluarga besar klub. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk menempuh jalur banding resmi demi meminta peninjauan kembali atas landasan penjatuhan sanksi tersebut," katanya.

Di sisi lain, klub kebanggaan warga Jogja tersebut meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

"Kami mengajak seluruh pihak agar menahan diri dari menyebarkan spekulasi liar di berbagai medium komunikasi. Mari bersama terus mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga harmoni iklim kompetisi sepak bola nasional," ujarnya.


Mauro Caballero Buka Suara

Tidak hanya manajemen, Mauro Caballero juga menyampaikan klarifikasi lewat akun Instagram resmi klub. Pemain berusia 32 tahun tersebut mengaku terpukul dengan persoalan yang menimpanya.

"Selama bertahun-tahun berkarier sebagai profesional, hal ini belum pernah terjadi pada saya sebelumnya. Saya datang ke Indonesia bersama keluarga saya, mengejar impian yang telah saya impikan selama bertahun-tahun. Saya bahagia di sini," ungkap Mauro.

"Hari ini, saya merasa sangat sedih. Sepanjang karier di sepak bola, saya selalu berusaha bersikap profesional dan menjadi rekan setim yang baik. Saya memiliki teman di setiap benua, orang-orang dari berbagai budaya, agama, dan latar belakang, dan saya selalu berkomitmen untuk menghormati orang lain."

"Saya menentang segala bentuk rasisme. Itulah cara saya dibesarkan oleh orang tua saya. Saya percaya pada sistem keadilan olahraga. Saya yakin bahwa laporan wasit, VAR, rekaman video, dan para saksi akan mengungkap kebenaran," sambungnya.

Sebagai informasi, sebelumnya penyerang asal Paraguay tersebut dituding melakukan tindakan rasis oleh winger Bhayangkara FC, Allano Lima.

Berita Terkait