2 Legenda MU Soroti Senne Lammens yang Kini Jadi Titik Lemah Setan Merah

Dua legenda MU soroti performa Senne Lammens di bawah mistar gawang Setan Merah.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Oktober 2026, 09:30 WIB
Kiper Manchester United asal Belgia bernomor punggung 31, Senne Lammens, memberikan tepuk tangan kepada penonton di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 15 Desember 2025. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik terhadap performa Senne Lammens.

Mantan kapten Setan Merah itu menilai kontribusi penjaga gawang asal Belgia tersebut justru merugikan tim, meski sempat tampil impresif pada musim pertamanya di Old Trafford.

Advertisement

Lammens bergabung dengan MU dari Royal Antwerp pada musim panas 2025 dengan nilai transfer 18 juta paun.

Kedatangannya semula diproyeksikan untuk bersaing dengan Andre Onana, tetapi kiper berusia 24 tahun itu dengan cepat mengambil alih posisi utama di bawah mistar gawang.

Pada musim debutnya di Premier League, Lammens mendapat banyak pujian berkat penampilan solidnya.

MU juga berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions, sementara legenda klub, Sir Alex Ferguson, turut memberikan apresiasi kepadanya.

Namun, performa Lammens pada musim ini belum menunjukkan konsistensi yang sama.

MU sudah kebobolan 13 gol dalam delapan pertandingan Premier League, jumlah yang menempatkan mereka sebagai tim dengan catatan kebobolan terbanyak ketujuh di kompetisi.

 

Cek jadwal tim kesayanganmu yang berkompetisi di Liga Inggris musim ini, di sini ya.


Performa Lammens Jadi Sorotan

Blunder Senne Lammens memudahkan Merino cetak gol kemenangan Spanyol ke gawang Belgia di perempat final Piala Dunia 2026 (AFP)

Catatan sang kiper juga menjadi sorotan setelah MU kemasukan enam gol dalam dua pertandingan terakhir di Liga Champions.

Lammens kemudian kembali gagal menjaga gawangnya dari kebobolan setelah Setan Merah dihajar Bournemouth dengan skor 0-3 di kandang sendiri, akhir pekan lalu.

Rentetan hasil buruk MU turut menempatkan posisi Michael Carrick dalam tekanan. Meski demikian, Keane menilai tanggung jawab atas performa tim tidak hanya berada di pundak sang pelatih.

Ia secara khusus menyoroti penampilan Lammens.

Dalam acara "The Overlap", Keane secara terbuka menyampaikan penilaiannya terhadap kiper utama MU itu.

"Kalau kembali membahas Manchester United, penjaga gawang mereka justru menjadi salah satu masalah, bukan? Padahal, dia tampil sangat bagus musim lalu," ujar Keane, dikutip dari Metro.


Kualitas Lammens Dipertanyakan

Reaksi penjaga gawang Manchester United asal Belgia, Senne Lammens (tengah) setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. Manchester United sukses memetik kemenangan di pertandingan pekan ke-27 Premier League 2025/2026. (Paul ELLIS/AFP)

Keane bukan satu-satunya mantan pemain MU yang mempertanyakan kualitas Lammens. Paul Scholes juga pernah menyampaikan keraguannya bulan lalu.

Menurut Scholes, kemampuan Lammens masih perlu dibuktikan.

Dalam podcast "The Good, The Bad & The Football", Scholes menegaskan pentingnya memiliki penjaga gawang berkualitas tinggi untuk bersaing memperebutkan gelar Premier League.

"Tim mana yang pernah menjuarai Premier League tanpa penjaga gawang kelas atas? Lammens mungkin bisa menjadi sosok seperti itu, tetapi saya belum bisa memastikannya. Penilaiannya masih terbuka," kata Scholes.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah klub yang memiliki kiper andalan, seperti Liverpool dengan Alisson, Manchester City, serta Arsenal yang mengandalkan David Raya.

Scholes juga mengingatkan MU pernah memiliki penjaga gawang hebat seperti Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar.


Respons Lammens

Senne Lammens tertunduk lesu usai Belgia kalah dari Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026 (AFP)

Sementara itu, Lammens sempat menanggapi berbagai penilaian terhadap performanya ketika menjalani jeda internasional.

Ia mengakui bahwa bermain untuk klub sebesar MU menuntut kekuatan mental dan kepercayaan diri dalam menghadapi beragam komentar.

"Saya tidak mengubah karakter hanya karena bermain sepak bola untuk Manchester United. Anda harus memiliki mental kuat dan percaya diri ketika begitu banyak orang menyampaikan pendapat mereka. Saya bisa memahami bahwa situasi ini tidak mudah bagi semua orang," ujar Lammens.

Kendati mendapat sorotan, Lammens mengaku tetap menikmati kesempatan bermain di berbagai kompetisi.

Ia menyebut pertandingan Premier League maupun UEFA Nations League tidak memberikan perbedaan dalam hal kesenangannya bermain sepak bola.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait