Bhayangkara FC Tumbang di Markas Java United, Oscar Bruzon Sebut Lini Serang Jadi PR Terbesar

Bhayangkara FC Tumbang di Stadion Jatidiri, Oscar Bruzon Sebut Lini Serang Masih Jadi PR Terbesar

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 31 Oktober 2026, 08:00 WIB
Bhayangkara FC, BRI Super League 2026/2027. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Jakarta - Rekor tak tak terkalahkan Bhayangkara FC terhenti di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026) malam WIB.

Bertanding melawan tuan rumah Java United FC pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027, Bhayangkara FC takluk dua gol tanpa balas.

Advertisement

Dua gol kemenangan Java United FC masing-masing dicetak oleh Yakob Sayuri pada menit ke-11 dan Lukas Brambilla pada menit ke-88.

Ini merupakan kekalahan pertama tim asuhan Oscar Bruzon setelah tampil digdaya dengan dua kemenangan serta lima kali imbang.

Kekalahan juga sekaligus membuat tim berjuluk The Guardians of Saburai tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan torehan 11 poin.

Oscar Bruzon, selepas pertandingan, angkat suara terkait kekalahan mesin perangnya. Meski lebih mendominasi laga, terlebih di babak kedua, namun tim kebanggaan warga Lampung harus mengakui ketangguhan Java United FC.

Simak update terkini klasemen BRI Super Leagus 2026/2027 di sini. 

 


Tidak Efektif

Bagi Java United FC, kemenangan atas Bhayangkara FC membuat armada Fabio Lefundes tak terkalahkan dalam empat laga di Stadion Jatidiri.

"Kami mendominasi permainan, memasukkan banyak bola ke kotak penalti, dan melakukan tembakan," kata Oscar Bruzon.

"Perbedaannya, kami tidak efektif di kotak penalti lawan," imbuh juru taktik asal Spanyol.

Mantan nakhoda East Bengal FC, menyoroti gol pertama tuan rumah yang dicetak Yakob Sayuri yang sukses memaksimalkan skema serangan balik.

"Lawan memanfaatkan celah di sisi kanan kami dan berhasil mencetak gol pembuka. Dari situ, permainan menjadi lebih sulit bagi kami," ujar Oscar Bruzon.

 


Evaluasi Bhayangkara FC

Oscar Bruzon, pelatih Bhayangkara FC. (Dok. ileague.id)

Bhayangkara FC bukannya tanpa peluang, terlebih usai turun minum. Akan tetapi semuanya tak berujung gol.

"Kami banyak melepaskan tembakan, mendominasi aliran bola, tetapi perbedaannya terletak pada efektivitas di kedua kotak penalti," tutur Oscar Bruzon. 

"Lawan berhasil mengapitalisasi dua peluang yang mereka miliki menjadi gol melalui serangan balik. Ini adalah evaluasi bagi kami, karena di sepak bola dominasi saja tidak cukup, yang terpenting adalah memenangkan pertandingan," tukas pelatih berusia 49 tahun.


Yuk Tengok Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait