Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan peringatan tegas kepada pemain muda Max Dowman setelah menerima kartu merah dalam pertandingan Carabao Cup. Arteta menegaskan pemain berusia 16 tahun itu tetap harus memenuhi standar yang sama dengan anggota skuad utama lainnya.
Dowman diusir wasit pada menit ke-85 saat Arsenal menghadapi Fleetwood Town pada Selasa (27/10/2026). The Gunners akhirnya tersingkir setelah kalah melalui adu penalti.
Kartu merah tersebut diberikan setelah Dowman bereaksi terhadap tekel keras yang dilakukan Harrison Neal. Akibat insiden itu, sang pemain muda harus menjalani hukuman larangan bertanding sebanyak tiga pertandingan.
Arteta terlihat kesal ketika berbicara langsung dengan Dowman saat sang pemain meninggalkan lapangan. Dalam konferensi pers pada Jumat (30/10/2026), pelatih asal Spanyol itu akhirnya memberikan penjelasan mengenai reaksinya.
Arteta mengaku sudah memperingatkan Dowman sebelum pertandingan agar tidak terpancing provokasi lawan.
"Saya belum melihat bagaimana orang-orang menanggapi reaksi saya, apakah positif atau negatif. Namun, mereka harus memahami konteks dan hubungan saya dengannya, termasuk apa yang kami bicarakan sebelum pertandingan dimulai," ujar Arteta, seperti dikutip BBC.
"Anda mungkin bisa memberikan reaksi yang berbeda. Jika melihat bagaimana ayah dan ibu saya bereaksi terhadap saya pada hari-hari tertentu, mungkin Anda juga tidak menyukai reaksi mereka. Namun, bagi saya, itu adalah reaksi terbaik untuk menunjukkan siapa diri saya," lanjutnya.
Arteta Tidak Ingin Dowman Diperlakukan Istimewa
Arteta mengungkapkan sudah berbicara kembali dengan Dowman pada Kamis (29/10/2026). Ia memastikan tidak ada masalah pribadi di antara keduanya.
Meski begitu, Arteta merasa perlu bersikap terbuka dan tegas kepada pemain muda tersebut mengenai standar yang harus dipenuhi di tim utama Arsenal.
Dowman sebelumnya juga pernah menerima kartu merah ketika memperkuat Timnas Inggris U-19 pada awal bulan ini. Dalam pertandingan melawan Amerika Serikat, ia juga menjadi sasaran sejumlah tekel keras.
Arteta memahami bahwa pemain seusia Dowman masih berada dalam tahap perkembangan. Namun, ia menegaskan bahwa reaksi terhadap provokasi tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran.
"Mereka yang bermain melawannya juga seusianya. Mereka sama-sama berusia 16 tahun. Itulah levelnya dan seperti itulah reaksinya. Benar atau salah, itulah yang terjadi," kata Arteta.
Pelatih berusia 44 tahun itu juga mengakui dirinya sangat kecewa ketika Arsenal gagal meraih kemenangan. Menurutnya, seluruh pemain harus siap menghadapi tuntutan dan tekanan di level tertinggi.
"Anda ingin tahu bagaimana reaksi saya ketika kalah? Saya sangat marah. Jadi, kami harus siap menghadapi hal tersebut," ujarnya.
"Inilah lingkungan dan kenyataan yang harus dihadapi. Kalau tidak, berarti kita sedang berada di Disneyland. Kami bukan di Disneyland, kami berada di Premier League dan level sepak bola seperti ini," tegas Arteta.
Arteta menambahkan bahwa Arsenal sangat memperhatikan perkembangan Dowman. Namun, perhatian tersebut tidak berarti sang pemain akan mendapatkan perlakuan khusus.
"Kami sangat menjaga dan memperhatikannya, lebih dari yang bisa Anda bayangkan. Namun, pada saat bersamaan, kami juga akan menuntutnya seperti pemain lain karena dia harus mendapatkan hak untuk bermain," jelasnya.
"Bagaimana dengan pemain-pemain lain? Apa yang harus saya katakan kepada mereka? Saya harus bersikap adil," lanjut Arteta.
Arsenal Kecewa dengan Keputusan FA
Arsenal sempat mengajukan banding atas kartu merah yang diterima Dowman. Namun, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap mempertahankan keputusan wasit.
Arteta mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Meski demikian, ia juga bersyukur Dowman tidak mengalami cedera serius akibat tekel keras yang memicu insiden kartu merah.
"Saya sangat kecewa. Kami beruntung karena hari ini dia tidak mengalami patah tulang kaki," pungkas Arteta.
Sumber: BBC