Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester United (MU), Michael Carrick, mengungkapkan telah terjadi sejumlah pembicaraan serius antara dirinya, para pemain, dan petinggi klub di tengah keterpurukan Setan Merah.
Carrick menyebut ada sejumlah hal pahit yang harus dibicarakan secara terbuka demi mencari solusi atas situasi sulit yang sedang dihadapi MU. Timnya kini tengah melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan dan tekanan terhadap posisi sang manajer semakin besar.
Manchester United akan bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026). Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk kembali meraih kemenangan setelah terakhir kali mengalahkan Ipswich Town dengan skor 5-2 di Premier League pada 30 Agustus 2026.
Kemenangan atas Ipswich itu juga menjadi satu-satunya kemenangan MU di liga musim ini.
Situasi Carrick semakin sulit setelah MU menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026). Hasil tersebut datang hanya empat hari setelah mereka dipermalukan Como dengan skor 1-4 di Liga Champions.
Kekalahan beruntun itu sempat memunculkan keraguan mengenai masa depan Carrick. Namun, sejumlah petinggi klub kemudian memastikan pria berusia 45 tahun tersebut tetap memimpin tim, meski tuntutan untuk segera mengakhiri tren buruk semakin besar.
Simak update terkini klasemen Liga Inggris 2026/2027 di sini.
Pembicaraan Terbuka
Carrick mengakui komunikasi di internal Manchester United tidak selalu berjalan mulus. Ia bahkan menyebut ada pembicaraan keras yang melibatkan dirinya, para pemain, CEO Omar Berrada, Direktur Sepak Bola Jason Wilcox, hingga pemilik klub.
Hal tersebut dilakukan setelah muncul kritik terhadap para pemain dan manajemen, terutama terkait kegagalan klub memperkuat skuad secara memadai pada bursa transfer musim panas lalu.
"Situasinya cukup jelas. Tidak selalu ada percakapan yang menyenangkan dan berjalan mulus, baik antara saya dengan para pemain maupun antara saya, Jason, Omar, atau para pemilik klub," ujar Carrick, seperti dikutip dari ESPN.
"Ini tentang kebenaran, terkadang kebenaran yang pahit. Namun, itulah yang kami butuhkan untuk bisa melangkah maju. Apa pun yang harus kami lakukan demi kemajuan tim, akan kami lakukan," lanjutnya.
Carrick menegaskan, perbedaan pendapat di ruang ganti bukan sesuatu yang harus dihindari. Menurutnya, para pemain yang memiliki jiwa kepemimpinan justru perlu menyampaikan pandangan mereka demi kepentingan tim.
"Kami selalu melakukan apa yang menurut kami bisa memberikan hasil terbaik bagi tim. Tentu saja, ada pemain-pemain tertentu yang perlu diajak bicara pada momen tertentu. Itu hal yang normal," tuturnya.
"Jika Anda menginginkan sosok pemimpin di ruang ganti, tentu Anda juga ingin mendengar pendapat mereka mengenai berbagai hal. Tidak masalah jika kami tidak selalu sepakat. Setelah itu, kami tetap harus berjalan ke arah yang sama," tegas Carrick.
Yakin Kepercayaan Diri MU Bisa Kembali
Manchester United kini mencatatkan periode terburuk sejak musim 1988/1989. Mereka juga mengawali kompetisi liga dengan catatan terburuk sejak musim 1986/1987, ketika Ron Atkinson dipecat dan posisinya kemudian digantikan Alex Ferguson.
Meski demikian, Carrick menilai salah satu persoalan utama timnya saat ini adalah hilangnya kepercayaan diri. Ia yakin situasi tersebut bisa berubah dengan cepat apabila Manchester United mampu mendapatkan hasil positif.
"Kepercayaan diri adalah hal luar biasa dalam olahraga. Dalam beberapa hal, kepercayaan diri menjadi faktor utama yang membangun keyakinan dan rasa percaya terhadap kemampuan diri sendiri," kata Carrick.
"Kepercayaan diri bahkan bisa mengalahkan banyak hal lain dalam menentukan kualitas penampilan. Namun, keindahannya adalah kepercayaan diri bisa kembali dengan cepat melalui satu momen, satu kejadian dalam pertandingan, satu kemenangan, atau satu hasil positif," imbuhnya.
Carrick juga mengingatkan MU pernah melewati situasi serupa beberapa bulan sebelumnya. Karena itu, ia meminta para pemain tetap menjaga keyakinan meski hasil pertandingan belum sesuai harapan.
"Tentu saja, ketika Anda tidak memenangkan pertandingan dan merasa tidak bermain bagus, keraguan akan muncul dengan sendirinya. Tantangannya adalah menjaga keyakinan jauh di dalam diri, bahwa kemampuan itu masih ada dan semuanya masih mungkin," ucapnya.
"Kami membutuhkan sesuatu yang bisa mengubah suasana hati semua orang, mengembalikan kepercayaan diri tim, dan tentu saja mendapatkan kembali keyakinan dari para pendukung. Seberapa jauh pun rasanya, sebenarnya itu tidak pernah benar-benar jauh," lanjut Carrick.
Sumber: ESPN