Cristian Chivu Salahkan Wabah Flu sebagai Biang Kerok Kekalahan Inter Milan Kontra AC Milan

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui timnya tampil dengan pendekatan yang keliru saat takluk 1-3 dari AC Milan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 01 November 2026, 06:56 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu di laga melawan Union St. Gilloise, 22 Oktober 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui timnya tampil dengan pendekatan yang keliru saat takluk 1-3 dari AC Milan dalam laga Derby della Madonnina di Stadion San Siro, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB.

Chivu juga mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain akibat wabah flu yang menyerang skuad Nerazzurri. Kondisi tersebut membuat beberapa pemain tidak berada dalam keadaan fit untuk tampil.

Advertisement

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Chivu. Apalagi, ia memiliki catatan buruk dalam Derby della Madonnina setelah selalu kalah dalam tiga kesempatan menghadapi AC Milan sebagai pelatih.

Inter sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Alessandro Bastoni. Namun, mereka sudah tertinggal dua gol hanya dalam 10 menit pertama setelah Christian Pulisic dan Adrien Rabiot membobol gawang Yann Sommer.

Diego Moreira kemudian memperlebar keunggulan Milan menjadi 3-1 melalui tendangan bebas sebelum turun minum. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir, meski Inter sempat lebih banyak menguasai bola pada babak kedua.

"Rasanya menyakitkan, sangat menyakitkan kalah dalam sebuah derby ketika kami dan semua orang memiliki ekspektasi berbeda. Pertandingan ini memiliki arti penting dan ada sesuatu yang harus kami pertahankan," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia. 

"Kami harus melakukan improvisasi dengan mempertimbangkan situasi yang muncul dalam beberapa hari terakhir. Kami mencoba memainkan pemain yang siap mengerahkan segalanya, tetapi situasinya cukup sulit."

Simak update terkini klasemen Liga Italia 2026/2027 di sini. 

 


Pendekatan yang Salah

Pemain Inter Milan Federico Dimarco (tengah kanan) berebut bola dengan pemain AC Milan Adrien Rabiot pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di Milan, Italia, Minggu, 8 Maret 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Chivu mengakui Inter memulai pertandingan dengan pendekatan yang salah. Meski demikian, ia menilai timnya sempat menunjukkan respons setelah berhasil mencetak gol dan memiliki peluang menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Namun, kesempatan tersebut digagalkan penyelamatan Mike Maignan.

"Kami memiliki pendekatan yang keliru. Meski begitu, bukan berarti semuanya buruk. Kami berhasil mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 2-1 dan memiliki peluang menyamakan kedudukan, tetapi Maignan melakukan penyelamatan."

"Kemudian, kami justru memberikan gol tambahan kepada lawan menjelang turun minum. Ini mengecewakan. Kami berharap bisa melakukan lebih banyak hal daripada yang ditunjukkan malam ini," lanjutnya.

 


Terpaksa Ubah Formasi

Gelandang Inter Milan, Nicolo Barella (tengah), berebut bola dengan bek AC Milan, Strahinja Pavlovic (kiri), dan bek AC Milan, Koni De Winter (kanan), dalam pertandingan Liga Italia di Stadion San Siro (Giuseppe Meazza), Milan, Sabtu (31/10/2026). (Stefano Rellandini / AFP)

Chivu juga menjelaskan alasan di balik sejumlah keputusan taktik yang mengejutkan. Inter tampil dengan skema 3-4-2-1, menempatkan Petar Sucic dan Andy Diouf di belakang penyerang tunggal Marcus Thuram.

Absennya kapten Lautaro Martinez yang mengalami cedera bukan satu-satunya masalah. Pio Esposito juga sedang tidak dalam kondisi prima, sedangkan Ange-Yoan Bonny mengalami demam dan muntah sepanjang malam.

"Kami terpaksa melakukan perubahan. Pio Esposito sedang tidak sehat, sementara Bonny mengalami demam hingga pukul 16.30 dan muntah sepanjang malam. Karena itu, kami harus berimprovisasi," ungkap Chivu.

Wabah flu tersebut juga menyerang penjaga gawang Ivan Provedel yang bahkan tidak masuk daftar pemain cadangan.

Chivu menegaskan, formasi yang dipilih sebenarnya sudah dipertimbangkan sebagai solusi terbaik dengan kondisi skuad yang tersedia. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

"Kami juga yakin itu merupakan pilihan yang tepat. Kami ingin menempatkan dua pemain di antara lini, didukung dua pemain sayap menyerang dan Andy Diouf yang bergerak mencari ruang. Kami merasa itu solusi terbaik yang tersedia."

"Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan. Namun, kami juga memiliki beberapa hal positif dan sempat menyulitkan Milan ketika meningkatkan tempo permainan."

Sumber: Football Italia

 


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait