Pavel Nedved Menyesal Tak Pernah Gabung MU, Padahal Ingin Main Bareng 2 Legenda Setan Merah

Peraih Ballon d'Or 2003, Pavel Nedved, pernah mengungkapkan penyesalan dalam perjalanan karier sepak bolanya.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 November 2026, 06:45 WIB
Pavel Nedved meraih Ballon d'Or satu musim sebelum Shevchenko. Pemain berkebangsaan Republik Ceska ini berhasil antar Juventus meraih gelar juara Serie A pada musim 2002/2003. Ia tercatat membukukan 14 gol dan 17 assist dalam 46 laga di semua pertandingannya. (Foto: AFP/Michal Svacek)

Bola.com, Jakarta - Peraih Ballon d'Or 2003, Pavel Nedved, pernah mengungkapkan penyesalan dalam perjalanan karier sepak bolanya.

Legenda asal Republik Ceko itu mengaku kecewa karena tidak pernah mendapat kesempatan memperkuat Manchester United dan bermain bersama dua ikon sepak bola Inggris, Paul Scholes serta Ryan Giggs.

Advertisement

Nama Ballon d'Or kembali menjadi perbincangan setelah kapten Timnas Inggris, Harry Kane, dinobatkan sebagai pemenang penghargaan bergengsi tersebut pada 2026. Penyerang berusia 33 tahun itu mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Kane sekaligus mengakhiri penantian panjang Inggris untuk kembali memiliki pemenang Ballon d'Or. Sebelumnya, pemain Inggris terakhir yang meraih penghargaan tersebut adalah Michael Owen pada 2001.

Di tengah pembicaraan mengenai penghargaan individu paling prestisius tersebut, kisah menarik datang dari Nedved.

Dalam wawancara bersama TNT Sports pada 2016, mantan gelandang Juventus itu secara terbuka mengakui bahwa dirinya memiliki keinginan besar untuk pernah bermain bersama Manchester United.

 


Hanya Ada Tawaran dari Chelsea

3. Pavel Nedved - Datang dengan bandrol 41 juta euro untuk menggantikan peran Zinedine Zidane, dirinya mampu membuktikan kehebatannya. Kesetiaannya pada Juventus juga teruji saat memutuskan bertahan ketika harus mengalami degradasi ke Serie B. (AFP/Filippo Monteforte)

Sepanjang kariernya, Nedved pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa, seperti Sparta Praha, Lazio, dan Juventus. Ia mencatatkan 147 gol dalam 669 penampilan di level klub.

Namun, ada satu klub yang selalu membuatnya penasaran, yakni Manchester United. Nedved mengaku sangat mengagumi dua pemain legendaris Setan Merah, Paul Scholes dan Ryan Giggs.

"Penyesalan? Saya tidak pernah bermain untuk Manchester United. Saya sebenarnya sangat ingin merasakan pengalaman itu. Namun, transfer tersebut tidak pernah benar-benar menjadi kemungkinan. Yang ada hanya Chelsea," ujar Nedved, seperti dikutip dari Give Me Sport, Minggu (1/11/2026). 

"Saya menyukai generasi Paul Scholes dan Ryan Giggs. Saya sangat mengagumi mereka. Saya sedikit iri kepada Karel Poborsky yang pernah bermain di Manchester dan merasakan pertandingan-pertandingan hebat di sana. Saya tahu dia masih merasakan kecintaan terhadap klub tersebut," lanjutnya.

 


Zlatan Ibrahimovic Jadi Rekan Setim Terbaik

2. Zlatan Ibrahimovic - Bomber asal Swedia ini sempat memperkuat Juventus pada tahun 2004 hingga 2006. Pemain yang kini membela MU tersebut hijrah ke Barcelona pada tahun 2009 setelah dilepas oleh Inter Milan. (AFP/Paco Serinelli)

Dalam wawancara yang sama, Nedved juga mendapat pertanyaan mengenai siapa rekan setim terbaik sepanjang karier profesionalnya.

Mantan pemain Timnas Republik Ceko itu tanpa ragu menyebut nama Zlatan Ibrahimovic.

Meski demikian, Nedved mengungkapkanIbrahimovic masih membutuhkan banyak pembenahan ketika pertama kali bergabung dengan Juventus dari Ajax Amsterdam pada 2004.

Menurutnya, striker asal Swedia tersebut memiliki kemampuan fisik dan teknik luar biasa, tetapi masih belum cukup tajam dalam penyelesaian akhir.

"Jika berbicara mengenai rekan setim, saya sudah bermain bersama banyak pemain hebat dan tidak ingin menyinggung siapa pun," kata Nedved.

"Namun, jika harus menyebut satu nama, saya akan memilih Zlatan Ibrahimovic. Dia seorang striker yang mampu membongkar pertahanan lawan. Dia memiliki kekuatan dan postur tubuh yang luar biasa, ditambah teknik yang sangat bagus," lanjutnya.

Sumber: Give Me Sport