Bola.com, Jakarta - Mantan striker dan manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, memberi dukungan kepada Michael Carrick yang kini tengah menghadapi tekanan besar sebagai manajer MU.
Meski demikian, mantan pelatih Setan Merah itu mengakui masih memiliki urusan yang belum selesai bersama klub yang pernah dibelanya sebagai pemain maupun pelatih tersebut.
Michael Carrick sedang berada dalam situasi sulit setelah Manchester United menelan kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Sabtu (31/10/2026).
Hasil itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan tim asuhannya menjadi sembilan laga, rentetan terburuk klub sejak 1988.
Di tengah tekanan tersebut, Solskjaer menilai Carrick memiliki kemampuan untuk membawa MU kembali ke jalur yang tepat.
Namun, ia juga tidak menutup pintu jika suatu hari mendapat kesempatan kembali ke Old Trafford.
Solskjaer Yakin Carrick Sosok Tepat untuk MU
Solskjaer menegaskan dukungannya kepada Carrick. Menurut pelatih asal Norwegia itu, mantan gelandang MU itu memahami karakter klub, pendukung, serta tuntutan yang harus dipenuhi seorang manajer di Old Trafford.
"Michael memiliki apa yang dibutuhkan untuk membawa klub itu maju. Saya pikir dia adalah orang yang tepat. Dia memahami klub, memahami para penggemar, dan tahu apa yang dibutuhkan," ujar Solskjaer kepada media Norwegia, TV2.
Dukungan itu tidak mengejutkan mengingat keduanya pernah bekerja sama di MU. Carrick menjadi salah satu asisten Solskjaer ketika pria Norwegia itu menangani Setan Merah pada periode 2018 hingga 2021.
Carrick juga diketahui masih menjalin komunikasi rutin dengan Solskjaer dan Sir Alex Ferguson untuk mendapatkan masukan ketika menghadapi situasi sulit di klub.
Carrick dalam Tekanan Setelah MU Tanpa Kemenangan
Posisi Carrick kembali menjadi sorotan setelah MU kalah 0-2 dari Chelsea. Hasil itu membuat Setan Merah mencatatkan sembilan pertandingan tanpa kemenangan, sekaligus menjadi periode terburuk mereka sejak 1988.
MU kini berada di posisi ke-17 klasemen Premier League, hanya berada di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol.
Carrick sempat berbicara dengan petinggi klub pada awal pekan. Setelah pertemuan itu, ia tetap dipertahankan dan diperkirakan mendapat kesempatan memimpin tim dalam dua pertandingan berikutnya.
Namun, laga melawan Roma dan Aston Villa sebelum jeda internasional menjadi ujian penting bagi masa depannya.
Solskjaer Akui Masih Punya Urusan yang Belum Tuntas
Di balik dukungannya kepada Carrick, Solskjaer mengakui masih merindukan kesempatan menangani MU.
Ia bahkan sempat masuk dalam pertimbangan manajemen klub ketika Setan Merah mencari pelatih interim pada Januari, setelah Ruben Amorim dipecat.
Namun, Solskjaer menyadari bahwa kembali ke masa lalu tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
"Kembali ke sesuatu yang pernah terjadi belum tentu selalu lebih baik. Ya, saya sempat masuk dalam pertimbangan, tetapi saya tidak berpikir itu akan berlangsung lebih lama dari musim panas. Mungkin memang sudah waktunya bagi orang lain untuk mencoba," ucapnya.
Meski demikian, Solskjaer tidak menyembunyikan perasaannya terhadap klub tersebut.
"Saya juga merasa masih memiliki sesuatu yang belum terselesaikan. Tentu akan menyenangkan jika mendapat kesempatan itu lagi," lanjutnya.
Solskjaer juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak keberatan apabila manajemen MU akhirnya memilih Carrick.
Bahkan, ketika berbicara dengan petinggi klub, ia sempat memberikan rekomendasi positif mengenai mantan asistennya tersebut.
Pintu Kembali ke Old Trafford Belum Tertutup
Solskjaer mengaku tidak pernah benar-benar menutup kemungkinan untuk kembali ke MU. Baginya, klub itu sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya selama hampir dua dekade.
"Saya dan Michael tidak pernah mati-matian ingin mendapatkan pekerjaan itu. Kami mungkin bersedia jika mereka meminta. Saat itu, pembicaraannya adalah menjadi pelatih interim hingga akhir musim," kata Solskjaer.
Ia juga mengakui masih melihat sejumlah persoalan yang sama seperti ketika dirinya menangani MU. Namun, Solskjaer memilih tidak mengungkapkan secara terperinci masalah yang dimaksud.
"Beberapa masalah yang sama masih ada. Mereka yang menyaksikan tim bisa melihatnya. Orang-orang yang bekerja di balik layar juga tahu tantangan yang ada," ujarnya.
Ketika ditanya apakah bersedia kembali jika suatu saat Manchester United membutuhkan jasanya, Solskjaer memberikan jawaban terbuka.
"Jika Michael bekerja dengan baik selama 10 tahun lalu memutuskan berhenti, dan mereka bertanya apakah saya bisa menangani tim selama dua bulan, tentu saya tidak akan menolak. Saya sudah berada di klub itu selama 18-19 tahun. Jadi, klub tersebut sudah seperti keluarga," tutur Solskjaer.
Meski begitu, ia menegaskan kemungkinan kembali ke Old Trafford bukan sesuatu yang sedang dipikirkannya saat ini.
Sumber: Mirror