Bola.com, Jakarta - Mantan manajer Manchester United (MU), Erik ten Hag, menilai kemungkinan Setan Merah terdegradasi dari Premier League pada akhir musim ini bukan sesuatu yang mustahil.
Erik ten Hag bahkan menyebut skenario itu sangat mungkin terjadi apabila tim terjebak dalam periode buruk berkepanjangan.
MU kini berada dalam situasi mengkhawatirkan setelah kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026).
Hasil itu membuat pasukan Michael Carrick terperosok ke posisi ke-17 klasemen Premier League.
Setan Merah hanya unggul selisih gol dari zona degradasi. Situasi itu semakin meningkatkan tekanan terhadap Carrick, terlebih mereka akan menghadapi Aston Villa dan Liverpool dalam dua pertandingan liga berikutnya.
Erik ten Hag: MU Bisa Terdegradasi
Erik ten Hag mengakui MU memiliki risiko terdegradasi apabila gagal segera memperbaiki performa.
Menurutnya, persaingan di Premier League sangat ketat karena setiap tim memiliki kualitas skuad dan pelatih yang mumpuni.
"Di Premier League, itu tentu saja mungkin terjadi karena semua tim memang kuat," ujar Ten Hag dalam wawancara dengan ESPN NL melalui program Goedemorgen Eredivisie.
"Semua tim memiliki skuad yang kuat dan pelatih-pelatih bagus. Jika Anda sekali saja berada di sisi yang salah dan benar-benar masuk ke dalam lingkaran negatif, ya, situasinya bisa menjadi sangat, sangat sulit," lanjutnya.
MU memang masih memiliki waktu untuk memperbaiki posisi sebelum musim berakhir.
Namun, posisi mereka saat ini membuat ancaman degradasi yang sebelumnya sulit dibayangkan mulai menjadi perhatian serius.
MU Terakhir Kali Degradasi pada 1974
MU belum pernah terdegradasi sejak 1974. Kemungkinan mereka kembali turun kasta menjadi salah satu skenario paling mengkhawatirkan bagi klub dan para pendukungnya.
Kekalahan dari Chelsea menjadi pukulan terbaru bagi tim asuhan Carrick. Mereka kini harus segera bangkit sebelum menghadapi dua lawan berat, Aston Villa dan Liverpool.
Jika kembali kehilangan poin dalam pertandingan-pertandingan tersebut, tekanan terhadap MU berpotensi semakin besar.
Terlebih, persaingan di papan bawah Premier League tidak memberikan banyak ruang untuk melakukan kesalahan.
Erik ten Hag Kenang Pencapaiannya Bersama MU
Dalam kesempatan yang sama, Erik ten Hag juga mengenang periode kepelatihannya di Old Trafford.
Manajer asal Belanda itu menangani MU sejak April 2022 hingga November 2024 sebelum akhirnya dipecat.
Pada musim pertamanya, ia membawa Setan Merah finis di posisi ketiga Premier League. Ten Hag juga mempersembahkan trofi Carabao Cup pada 2022/2023 dan Piala FA pada musim berikutnya.
Ia merasa pencapaiannya bersama Manchester United patut mendapat apresiasi, terutama setelah klub melewati enam tahun tanpa gelar sebelum kedatangannya.
"Saya pikir kami tampil cukup baik bersama United. Bahkan, menurut saya, kami telah melakukan lebih dari cukup baik. Kami tidak mungkin bisa melakukannya dengan lebih baik," kata Ten Hag.
"Sebelum kami datang, mereka sudah enam tahun tidak memenangkan trofi. Lihatlah posisi mereka. Kami tampil enam kali di Wembley, memainkan dua final Piala FA, memenangkan dua trofi, dan finis di posisi ketiga. Kami juga beberapa kali memainkan sepak bola yang sangat bagus," lanjutnya.
Ten Hag Akui Premier League Sangat Sulit
Ten Hag tidak menampik bahwa perjalanannya bersama Manchester United juga diwarnai periode sulit.
Namun, ia menilai ketatnya persaingan Premier League membuat sebuah tim bisa menghadapi masalah besar ketika performanya mulai menurun.
Menurutnya, kualitas para pesaing membuat setiap klub harus mampu menjaga konsistensi. Ketika sebuah tim terjebak dalam tren negatif, upaya untuk keluar dari situasi tersebut bisa menjadi semakin berat.
"Kami juga mengalami periode sulit. Namun, Premier League sangat kuat. Ketika Anda mengalami masa sulit, ya, saat itulah Anda benar-benar menghadapi masalah," tuturnya.
Kini, Ten Hag telah meninggalkan Inggris dan menjabat sebagai direktur teknik klub Belanda, FC Twente.
Sementara itu, Manchester United masih harus berjuang memperbaiki posisi demi menjauh dari ancaman degradasi.
Sumber: ESPN