Medali Perdana Indonesia di Olimpiade Remaja 2026: Sashenka Cahaya Fatimah Bawa Perunggu

Sashenka Cahaya Fatimah meraih perunggu judo -63 kg dan jadi penyumbang medali pertama Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 03 November 2026, 09:27 WIB
Sashenka Ukir Sejarah, Raih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Remaja 2026 (Dok NOC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Sashenka Cahaya Fatimah menorehkan catatan bersejarah untuk Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026 atau olimpiade remaja 2026. Judoka putri itu merebut medali perunggu kelas -63 kg dan menjadi atlet pertama yang menghadirkan medali bagi kontingen Merah Putih pada gelaran tersebut.

Pencapaian itu dipastikan Sashenka setelah memenangi partai perebutan perunggu di Dakar Expo Centre, Senegal, Senin (2/11/2026). Kemenangan ini sekaligus membuka perolehan medali Indonesia di ajang multi-event remaja dunia edisi Dakar.

Advertisement

Prestasi tersebut juga menjadi medali pertama Indonesia dari cabang judo sepanjang keikutsertaan di Youth Olympic Games sejak edisi perdana di Singapura pada 2010. Raihan ini hadir jelang ulang tahun Sashenka yang ke-16 pada 14 November mendatang.

"Senang dan bangga bisa meraih medali perunggu. Saya bisa sampai di sini berkat dukungan semua, teman, senior, pelatih, PB JI, NOC Indonesia, Kemenpora, CdM, dan tentunya orang tua serta keluarga, sehingga akhirnya saya bisa memberikan medali ini untuk Indonesia," kata Sashenka.


Rangkaian Laga Sashenka Menuju Podium

Taklukkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Zefanya Raih Emas di Moskow

Perjalanan Sashenka menuju perunggu tidak lurus. Ia harus menempuh jalur repechage setelah kalah dari judoka Korea Selatan, Kwak Yuju, melalui ippon pada pertandingan pertamanya.

Di repechage round of 8, semangatnya bangkit. Sashenka menyingkirkan wakil Lebanon, Teressa Chayeb, juga lewat ippon, yang mengembalikan kansnya bersaing memperebutkan medali.

Kemenangan itu mengantar Sashenka kembali berjumpa Kwak Yuju. Kali ini, ia sukses membalas kekalahan sebelumnya.

Pejudo Indonesia tersebut merebut dua poin dan menjaga keunggulan hingga laga tuntas. Hasil ini memastikan langkahnya ke partai perebutan medali perunggu.

Pada duel penentuan, Sashenka menghadapi judoka Aljazair, Dounia Berrahoual. Pertarungan berlangsung ketat karena kedua atlet tampil disiplin dan berhati-hati saat menyerang.

Momen krusial datang ketika waktu menyisakan 1 menit 20 detik. Sashenka mencetak waza-ari yang memberinya keunggulan hingga akhir pertandingan.

Usai laga, Sashenka mengakui sempat kecewa setelah kekalahan di partai pembuka. Ia menata emosi dan menyesuaikan pendekatan saat kembali naik tatami.

"Awalnya saya percaya bisa menang. Mungkin memang takdir Allah belum ke sana, dan saya sempat kecolongan dari Korea. Setelah itu, saya berusaha menenangkan diri lagi saat bertanding melawan Lebanon," tuturnya.

"Ketika masuk repechage round of 4, saya berpikir untuk bermain dengan enjoy dan rileks, serta berjuang semaksimal mungkin. Alhamdulillah, saya bisa menang melawan Korea," imbuhnya.


Apresiasi dan Pesan dari Kontingen Indonesia

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Ita Yuliati, menyampaikan kebanggaan dan haru atas medali perdana kontingen yang dipersembahkan Sashenka. Ia menilai torehan tersebut mencerminkan kualitas mental bertanding atlet muda Tanah Air.

Menurut Ita, usia bukan penghalang untuk tampil berani, disiplin, dan kompetitif di kancah internasional. Ia pun menegaskan pentingnya konsistensi perjuangan sepanjang turnamen.

"Alhamdulillah, medali pertama akhirnya hadir untuk Tim Indonesia. Saya sangat bangga dengan perjuangan Sashenka. Di usia yang masih sangat muda, dia mampu menunjukkan keberanian, disiplin, dan mental bertanding yang luar biasa," ujar Ita.

Ita berharap pencapaian ini menjadi dorongan bagi atlet Indonesia lain yang masih bertanding di Dakar 2026. Momentum positif tersebut diharapkan berlanjut pada nomor dan cabang yang tersisa.

Apresiasi juga datang dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari. Ia melihat medali Sashenka sebagai sinyal kuat potensi generasi baru atlet Indonesia di panggung dunia.

"Medali ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari generasi atlet muda. Youth Olympic Games merupakan bagian penting dari proses pembinaan menuju jenjang yang lebih tinggi," kata Okto.


Peluang Tambahan Medali untuk Indonesia

Keberhasilan Sashenka menambah catatan perjalanan Indonesia di Youth Olympic Games. Dalam tiga edisi sebelumnya, Merah Putih telah meraih medali dari cabang angkat besi dan bulu tangkis.

Kini, judo bergabung sebagai cabang berikutnya yang menyumbangkan medali untuk Indonesia di panggung olahraga remaja tersebut. Dengan begitu, sebaran prestasi Indonesia kian meluas.

Tambahan satu medali perunggu menempatkan Indonesia di peringkat ke-28 klasemen sementara perolehan medali Youth Olympic Games Dakar 2026.

Peluang menambah koleksi belum tertutup. Dari arena wushu, Asael Christo Jacob Rondonuwu melaju ke babak final disiplin taolu nomor Men’s Taolu Combined (Changquan dan Gunshu).

Asael dijadwalkan tampil pada Selasa (3/11/2026). Kesempatannya di final membuka peluang Indonesia menambah raihan pada gelaran remaja dunia ini.

Dengan torehan Sashenka sebagai pembuka, skuad Indonesia mendapatkan suntikan motivasi untuk terus berjuang dan mengharumkan nama bangsa di Youth Olympic Games Dakar 2026.

Berita Terkait