Bola.com, Jakarta - Lama menghilang, sosok Hanif Sjahbandi akhirnya muncul kembali di lapangan. Gelandang berusia 29 tahun tersebut turun membela Arema FC di laga pertama I League Cup 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (3/11/2026).
Dia membantu timnya menang telak 4-0 dari RANS Nusantara FC. Ini jadi momen bahagia baginya.
Hanif kembali bermain setelah lebih dari 9 bulan menepi akibat cedera lutut. Bahkan karirnya sempat anjlok setelah dilepas Persija Jakarta dan rela turun ke Liga 2 untuk bergabung dengan PSS Sleman.
Namun, kemarin Hanif membuktikan dirinya belum habis. Baru turun di pertengahan babak kedua, dia menyumbangkan satu gol pamungkas tim berjuluk Singo Edan ini.
Ini jadi sebuah debut yang manis baginya. Dia merasa kembali dapat kepercayaan bersama Arema. Ketika merayakan gol itu, rekan-rekannya datang untuk memeluk Hanif.
“Bagi saya, ini mengulang kebahagiaan dulu bersama Arema, di stadion yang sama. Yang membuat saya bahagia, perjalanan saya saat ini tidak mudah. Karena 9 bulan lebih saya harus menepi dan tidak bermain sepakbola. Full recovery untuk penyembuhan cedera. Terima kasih kepada Arema dan pelatih yang sudah memberikan kesempatan bermain lagi,” katanya.
Seperti Memulai dari Awal
Hanif bukan sosok baru di Arema. Dia pernah jadi bagian Singo Edan musim 2017-2022. Setelah itu dia pindah ke Persija Jakarta dan sempat hitungan bulan ke PSS Sleman.
Awal musim ini Arema bersedia mengontraknya lagi meski kondisinya waktu itu belum 100 persen.
Meski sudah menjadi debut kembali bersama Singo Edan, Hanif merasa performanya belum sepenuhnya kembali.
“Performa yang saya berikan tadi masih belum maksimal dan saya harus berkembang lagi,” terangnya.
Saat ini, Hanif merasa harus memulai karier lagi. Setelah naik meja operasi untuk pemulihan lutut awal tahun ini, dia kehilangan banyak momentum. Kini, dia merasa harus berjuang lagi untuk mendapatkan kesempatan bermain di Arema. Sama seperti ketika dia datang pertama kali ke Arema 2017.
“Saya bicara dengan keluarga, rasanya saya kembali seperti awal. Berjuang mencari tempat. Sekarang Arema punya pemain yang bagus baik lokal maupun asing,” jelasnya. Setelah dapat kesempatan bermain dan mencetak gol, Hanif merasa baru melewati fase awal.
Siap Bermain di Super League
Kini dia merasa lebih siap jika dapat kesempatan bermain di Super League. Karena hingga delapan pekan berlalu, Hanif baru sekali jadi pemain cadangan dan belum pernah diturunkan.
“Saya sadari jika awal gabung Arema kondisi saya belum 100 persen. Terima kasih kembali kepada Arema dan pelatih yang sekarang memberi kesempatan. Jika nantinya dapat kesempatan lagi, saya siap. Jika tidak, saya akan tetap membantu tim ini. Baik dalam latihan maupun memberikan masukan kepada pemain muda,” jelasnya.
Di Arema, Hanif harus bersaing dengan deretan pemain asing. Di posisi gelandang, Arema punya Matheus Blade, Betinho Filho, Julian Guevara, hingga Arkhan Fikri. Tapi, pelatih Arema, Andre Caldas melihat jika Hanif merupakan pemain besar. Dia akan tetap berkontribusi terhadap tim.
“Saya melihat Hanif pemain besar. Dia punya kemampuan. Baik di ruang ganti, latihan maupun pertandingan. Saya senang dengan performa yang sudah dia perlihatkan,” kata Andre.