BRI Super League: PSIM Mulai Temukan Kekuatan Kolektif, Tidak Bergantung pada Satu Pemain

PSIM Yogyakarta mulai memperlihatkan perkembangan usai melewati periode sulit di BRI Super League 2026/2027.

Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta mulai memperlihatkan perkembangan usai melewati periode sulit di BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram perlahan bangkit dan sukses meraih hasil positif dalam dua laga terakhir.

Menariknya, PSIM mampu mengumpulkan empat poin tanpa kehadiran gelandang andalan, Ze Valente. Pemain asal Portugal itu absen saat Laskar Mataram bermain imbang 0-0 kontra Isenmulang FC dan menang 2-1 atas Borneo FC.

Asisten pelatih PSIM, Guntur Cahyo Utomo, menilai peningkatan tim tidak terlepas dari kontribusi semua pemain. Baginya, kekuatan sebuah tim tidak boleh bergantung pada satu atau dua sosok saja.

"Ya, yang jelas tim ini berkembang ya. Kami memang menjalani masa sulit. Ada atau tidaknya Ze Valente, situasinya kami menjalani masa sulit dan memang agak tricky ketika kita bicara tentang satu, dua, tiga pemain," ujar Guntur, Selasa (3/11/2026). 

"Yang jelas kami berharap tim ini dibangun atas satu kesatuan utuh. Pemain yang ada, pemain yang main maupun pemain yang tidak main, merupakan satu bagian utuh dari tim ini."

"Karena enggak mungkin juga satu pemain hilangnya, semua harus siap dan hari ini terbukti semua semua pemain, baik yang main 11 pertama maupun pengganti, mereka tampil sebagai pemain-pemain yang luar biasa," lanjutnya.

Simak update terkini klasemen BRI Super League 2026/2027 di sini. 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bekal Berharga

Ze Valente masih menjalani hukuman larangan bermain dalam tiga laga yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi itu imbas kartu merah yang didapat saat melawan Bhayangkara FC pada pekan keenam (20/10/2026).

Kendati minus salah satu pemain penting, PSIM memperlihatkan bahwa mereka punya alternatif di dalam skuad. Guntur berharap situasi itu jadi bekal berharga untuk menatap laga-laga berikutnya.

"Ya, ini adalah tim, gitu ya. Saya pikir ini ke depan sebagai modal penting buat kami. Pemain adalah bagian penting dari tim ini dan pemain menjadi aktor utama dari tim ini," katanya.

"Sehingga apa pun di suatu ketika butuh pemain A, di suatu ketika butuh pemain B, kami harus menyesuaikan banyak sekali hal dan yang harus diingat adalah bahwa ini perjalanan masih sangat panjang," imbuh Guntur.

Laskar Mataram untuk sementara berhasil meninggalkan zona degradasi. Skuad besutan Risto Vidakovic tersebut naik ke posisi 15 klasemen dengan perolehan lima poin dari delapan laga.

 

Pantang Berpuas Diri

Guntur juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri. PSIM baru melakoni delapan pertandingan dan masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang kudu dibenahi.

"Kami baru menjalani delapan pertandingan, masih panjang lagi dan saya pikir sebagai sebuah kompetisi, BRI Super League tahun ini merupakan salah satu yang sangat ketat. Sehingga kami juga harus bekerja lagi," tandasnya.

Setelah memetik kemenangan atas Borneo FC (1/11/2026), Laskar Mataram tak mempunyai banyak waktu untuk beristirahat. Mereka sudah ditunggu Dewa United pada Jumat (6/11/2026).

"Izinkan kami merayakan sejenak kemenangan ini, berikutnya kami harus fokus. Dewa United sudah menunggu besok hari Jumat, kami ambil napas sebentar dan kemudian akan berlari lagi," pungkas Guntur.

Video Populer

Foto Populer