Trio AS Roma yang Bakal Jadi Lawan Berat Jay Idzes Akhir Pekan Ini: Donyell Malen Paling Mengancam

Sassuolo dijadwalkan meladeni tuan rumah AS Roma pada pekan ke-11 di Stadion Olimpico, Minggu (8/11/2026) pukul 02.45 WIB.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 05 November 2026, 17:30 WIB
Jay Idzes berebut bola dengan Evan Ferguson di laga AS Roma vs Sassuolo di pekan ke-20 Liga Italia 2025/2026 di Olimpico, Roma, Minggu (11/01/2026). (AP Photo/Andrew Medichini)

Bola.com, Jakarta - Akhir pekan nanti, bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes kembali beraksi di Serie A 2026/2027 bersama Sassuolo. Ia jadi tulang punggung lini belakang timnya yang sedang dalam periode buruk.

Sassuolo dijadwalkan meladeni tuan rumah AS Roma pada pekan ke-11 di Stadion Olimpico, Minggu (8/11/2026) pukul 02.45 WIB.

Advertisement

Klub berjulukan I Neroverdi belum lepas dari tren negatif dengan tak mampu menang lagi dalam enam laga beruntun.

Sassuolo menelan lima kekalahan dan sekali imbang dalam periode tersebut, dengan puncaknya pekan lalu dipermalukan Fiorentina dengan skor 2-4.

Jay Idzes baru saja comeback setelah menjalani pemulihan cedera selama hampir kurang dari dua bulan.

AS Roma sebagai tim lawan, sedang dalam performa impresif. Roma bersama Lazio menjadi tim yang belum pernah kalah di Serie A musim ini.

Giallorossi bahkan menguntit rival sekotanya maupun Inter Milan dalam perburuan gelar scudetto.

Tim berjulukan Serigala Ibukota menjadi tim paling subur di Serie A musim ini, dengan mencetak 28 gol dari 10 laga.

AS Roma punya skuad mumpuni di bawah polesan pelatih Gian Piero Gasperini.

Siapa saja pemain-pemain andalan AS Roma yang bakal menjadi lawan berat Jay Idzes di pertandingan nanti? Simak ulasannya berikut ini:

 

Rodrigo Mora

Pemain baru AS Roma, Rodrigo Mora. (X/AS Roma)

Absennya Paulo Dybala karena cedera, membuat sosok Rodrigo Mora menjadi opsi menari untuk menjaga ketajaman lini depan AS Roma.

Pemain 19 tahun asal Portugal ini layak diwaspadai oleh Jay Idzes dan kawan-kawan.

Ia berhasil membayar kepercayaan dengan tampil impresif. Ia sudah mencetak tiga gol dari 8 laga di Serie A, meski banyak sebagai pengganti di babak kedua.

Kemudian di Liga Champions, Mora sudah mengoleksi dua assist dari empat penampilan.

Meskipun tidak memiliki kecepatan lari yang eksplosif, Mora unggul dalam kecerdasan membaca permainan, mencari ruang kosong, dan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.

Kemampuannya mirip dengan Paulo Dybala dalam perannya sebagai penyerang lubang.


Matias Soule

Gelandang Roma Argentina #18, Matias Soule (tengah), merayakan setelah mencetak gol pembuka selama Liga Champions UEFA, pertandingan League Phase antara Manchester United dan Roma di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 4 November 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Penyerang lubang AS Roma, Matias Soule layak masuk daftar ini. Pemain kidal asal Argentina itu menemukan potensinya sejak meninggalkan Juventus dan pilih bergabung dengan Roma 2024.

Soule masuk dalam proyeksi permainan Gian Piero Gasperini, lewat ciri khas permainan lincah dan berani menusuk, ditambah kepiawaian melepas tembakan dengan kaki kiri khasnya.

Pemain 23 tahun ini termasuk mesin pencetak gol AS Roma. Ia sudah mengemas tiga gol di Serie A dan satu gol di Liga Champions.

Ia juga menjadi salah satu raja assist dengan torehan lima assist di semua kompetisi.


Donyell Malen

Pemain Roma Donyell Malen mencetak gol lewat penalti ke gawang Slovan Bratislava di ajang Liga Champions (AFP)

Inilah sosok pemain kunci AS Roma yang paling menjadi pusat perhatian tim lawan. Donyell Malen semakin bersinar di Serie A, dan menjadi mesin gol untuk Giallorossi.

Musim ini, Malen sudah mengoleksi delapan gol di Serie A, serta empat gol dalam empat laga di ajang Liga Champions. Ia juga mengukir tiga assist di semua kompetisi musim ini.

Statistik itu menjadi gambaran betapa mematikannya pemain asal Belanda itu. Malen bakal menjadi ujung tombak AS Roma untuk menjadi ancaman paling serius bagi pertahanan Sassuolo.


Persaingan di Serie A Liga Italia

Berita Terkait