BRI Super League: Guntur Cahyo Utomo Ringankan Tugas Risto Vidakovic di PSIM, Tinggalkan Warisan Positif

Guntur Cahyo Utomo tetap jadi bagian dari tim kepelatihan PSIM selepas kedatangan Risto Vidakovic.

Bola.com, Jakarta - Asisten pelatih PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, berusaha memberikan kemudahan bagi nakhoda anyar Laskar Mataram, Risto Vidakovic.

Guntur meninggalkan bekal positif bagi pelatih asal Serbia tersebut. Apalagi, PSIM baru mengakhiri tren negatif setelah meraih kemenangan perdana di BRI Super League 2026/2027.

"Ya, saya memberikan warisan yang menyenangkan buat beliau. Jadi, saya meringankan kerja dia sedikit lebih gampang," ujar Guntur sembari tertawa.

"Sebelumnya kami sudah bertemu, berdiskusi banyak. Ada meeting siang hari kemudian malam kami lanjutkan. Ada banyak sekali tukar pendapat, ada banyak sekali tukar pikiran terkait tim ini," imbuh Guntur.

Mantan Direktur Akademi PSS Sleman tersebut memaparkan berbagai situasi yang terjadi di dalam tim. Guntur berusaha memberikan gambaran secara objektif kepada Risto.

"Dengan kapasitas dan pengalaman beliau di Asia Tenggara, saran-saran yang dia berikan juga sangat penting buat saya. Saya harap ke depannya kami jauh lebih kuat lagi, harap Guntur.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Guntur Bukan Aktor Utama

Di sisi lain, Guntur turut berbicara mengenai proses yang dilalui PSIM hingga akhirnya memetik kemenangan. Laskar Mataram menekuk Borneo FC 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul (1-11-2026).

Sebelumnya, PSIM melewati tujuh laga tanpa kemenangan. Tambahan tiga poin mengangkat posisi Laskar Mataram ke urutan 15 klasemen sementara dengan koleksi lima poin.

"Ya, dinamika eksternal maupun internal tim dua minggu terakhir luar biasa. Saya sangat paham kondisi tim, kondisi emosional teman-teman suporter, kondisi emosional warga Yogya terutama terkait tim ini," ucapnya.

"Saya hanya mencoba untuk menstabilkan tim ini di saat kondisi sedang bergoyang. Saya mencoba untuk mencari solusi atas ketidakseimbangan tim, ketidakharmonisan mungkin, dan sekali lagi bukan saya aktornya, aktornya adalah para pemain."

"Mereka punya tekad, komitmen, cita-cita yang sama terhadap tim ini. Saya enggak tahu apa yang terjadi sebelum-sebelumnya dan tidak penting lagi, yang jelas sekarang adalah momentum buat kami untuk bekerja lebih keras lagi, karena ternyata kami mampu," jelas Guntur.

Tetap Bersama PSIM

Terkait posisinya selepas kedatangan Risto Vidakovic, Guntur memastikan tetap jadi bagian dari tim kepelatihan PSIM.

Ia tidak mempersoalkan siapa yang nantinya lebih banyak berada di depan dalam memimpin tim.

Seperti diketahui, Guntur ditunjuk sebagai caretaker pelatih PSIM dalam tiga pertandingan terakhir Laskar Mataram. Ia menggantikan peran Jean-Paul van Gastel yang dipecat pada 17 Oktober 2026.

"Terkait apakah saya masih akan handle tim, saya masih akan di dalam tim. Itu pasti. Terkait siapa yang akan di depan atau siapa, saya pikir enggak penting, karena sekali lagi, kami bekerja sebagai tim," ucapnya.

"Baik pelatih kepala, asisten, pemain, staf administrasi, staf logistik, kami ingin bekerja bersama. Jadi apakah saya akan di depan atau tidak, saya pikir bukan isu yang penting lagi, tapi tetap saya memastikan bahwa saya akan berada di tim untuk bekerja bersama teman-teman di klub ini," tegas Guntur.

Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer