Luciano Spalletti Kesal: Juventus Menang, Lawan Disebut Lemah, kalau Kalah... Ini Konyol!

Juventus menang, lawan disebut lemah, Luciano Spalletti beri sindiran menohok.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 November 2026, 07:30 WIB
Para pemain Juventus merayakan gol pertama dalam pertandingan sepak bola Liga Europa antara AZ Alkmaar dan Juventus di Alkmaar, Belanda, Jumat (6-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Patrick Post)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meminta kemenangan tim asuhannya atas AZ Alkmaar mendapat apresiasi yang layak.

Ia menilai publik kerap meremehkan lawan yang dihadapi Bianconeri sehingga keberhasilan timnya tidak selalu mendapat pengakuan semestinya.

Advertisement

Juventus membawa pulang kemenangan 2-1 dari markas AZ Alkmaar pada pertandingan Liga Europa, Jumat (6-11-2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut diraih di tengah badai cedera yang dialami tim, sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan tuan rumah dalam 17 pertandingan kompetisi Eropa di kandang sendiri.

Spalletti menyoroti anggapan bahwa Juventus seharusnya mudah mengalahkan lawan-lawan mereka. Menurutnya, pandangan semacam itu tidak adil bagi tim yang dihadapi skuadnya.

"Ketika kami menang, lawan kami selalu dianggap lemah. Itu konyol," ujar Spalletti.


Minta Mendapat Pengakuan

Selebrasi pemain Juventus saat melawan AZ di Liga Europa (AFP)

Spalletti juga menyinggung hasil tim lain di Liga Europa. Ia menyebut NEC Nijmegen, yang sebelumnya menang 5-0, kini mengoleksi tujuh poin di kompetisi tersebut.

Spalletti menggunakan situasi itu untuk menegaskan bahwa lawan Juventus tidak bisa begitu saja dipandang sebelah mata.

Dalam pertandingan melawan AZ, Juventus mencetak dua gol melalui Randal Kolo Muani. Gol pertama tercipta berkat umpan Teun Koopmeiners, sedangkan gol berikutnya lahir setelah kombinasi dengan Woltemade.

Spalletti menilai Juventus semestinya mampu mencetak gol ketiga untuk mengamankan pertandingan dengan lebih baik. Ia juga mengakui timnya sempat kesulitan ketika AZ meningkatkan tekanan pada fase akhir laga.

Bek asal Belanda yang bermain untuk AZ Alkmaar, Wesley Hoedt (#29, tengah), bereaksi setelah gol kedua yang dicetak oleh penyerang asal Prancis yang bermain untuk Juventus, Randal Kolo Muani (#09), dalam pertandingan League Phase UEFA Europa League antara AZ Alkmaar dan Juventus di Stadion AZ, Alkmaar, pada 6 November 2026. (Olaf Kraak/ANP/AFP)

Kolo Muani dan Koopmeiners Tampil Menonjol

Kolo Muani dan Koopmeiners menjadi dua pemain yang mendapat sorotan positif dari Spalletti. Keduanya berperan penting dalam terciptanya gol Juventus, meski sang pelatih menilai masih ada ruang untuk peningkatan.

Spalletti menilai Kolo Muani memiliki peluang untuk tampil lebih efektif, terutama ketika membutuhkan umpan yang tepat untuk menyelesaikan serangan.

Juventus juga sempat mendapat ancaman melalui pemain pengganti, termasuk Boga dan Ekhator, yang berusaha memanfaatkan situasi serangan balik.

Namun, Juventus justru lebih banyak berada dalam tekanan ketika AZ berupaya menipiskan ketertinggalan. Bianconeri perlu memperbaiki cara mereka mengelola pertandingan agar tidak terlalu sering terdesak pada menit-menit akhir.

Spalletti turut mengapresiasi kontribusi Lucumi yang menjalankan tugas-tugas penting di lapangan.

Sementara itu, Kalulu terlihat kelelahan, tetapi Juventus tetap berani mengambil pendekatan dengan menghadapi lawan secara man-to-man hingga memasuki wilayah permainan AZ.


Puji Kiper AZ Alkmaar

Teun Koopmeiners mencetak gol untuk Juventus saat melawan AZ Alkmaar di Liga Europa (AFP)

Spalletti turut memberikan pujian kepada kiper AZ, De Busser. Ia menyoroti kemampuan sang penjaga gawang dalam memainkan bola dengan kakinya, dan menyebut hal tersebut sebagai aspek yang bisa dipelajari sepak bola Italia.

Menurut mantan pelatih Napoli dan Timnas Italia itu, energi para pemain yang masuk dari bangku cadangan turut memberi pengaruh terhadap jalannya pertandingan.

Meski Juventus mampu mempertahankan keunggulan, ia tetap menyoroti keraguan dalam pertahanan saat timnya kebobolan.

Juventus selanjutnya akan menghadapi Fiorentina, Senin (9-11-2026). Spalletti berharap timnya dapat memperbaiki sejumlah aspek permainan, terutama dalam mengantisipasi tekanan lawan dan menjaga konsentrasi di lini belakang.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait