Bola.com, Jakarta - Perpisahan Cristiano Ronaldo dengan Timnas Portugal ternyata tidak berjalan seperti kisah indah yang selama ini dibayangkan.
Megabintang berusia 41 tahun itu berharap bisa mengakhiri karier internasionalnya setelah meraih gelar Piala Dunia. Namun, kenyataan justru berakhir dengan air mata.
Pada bulan terakhir kariernya bersama Portugal, Ronaldo terlibat perselisihan dengan pelatih anyar, Jorge Jesus.
Ia juga dijatuhi denda setelah melontarkan pernyataan di depan publik, sebelum akhirnya menerima hukuman larangan bermain.
Pemenang Euro 2016 itu dinilai terlambat mengambil keputusan untuk pensiun dari tim nasional.
Ronaldo disebut makin sulit menerima kenyataan bahwa dirinya bukan lagi pemain yang sama seperti ketika meraih lima penghargaan Ballon d'Or bersama Real Madrid dan Manchester United.
Kini, rencana perpisahan Ronaldo dengan Portugal berpotensi berakhir lebih menyedihkan. Hal itu menyusul klaim mengejutkan seorang jurnalis asal Portugal mengenai kesempatan sang megabintang mendapatkan laga perpisahan.
Ronaldo Diklaim Tak Akan Mendapat Laga Perpisahan
Jurnalis Pedro Sepulveda mengatakan kepada talkSPORT bahwa Jorge Jesus sebenarnya berencana memanggil Ronaldo pada jeda internasional November ini.
Langkah tersebut disebut sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan setelah pemain Al Nassr itu kecewa dengan keputusan pelatih yang mencadangkannya dalam kemenangan 2-1 atas Norwegia di laga UEFA Nations League.
Ronaldo tidak dimainkan dalam pertandingan tersebut.
Namun, Sepulveda kini mengklaim Ronaldo masih terpengaruh oleh persoalan itu. Menurutnya, mantan kapten Timnas Portugal tersebut tidak akan mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan perpisahan.
Klaim Jurnalis
Meski demikian, Sepulveda juga menyebut kemungkinan Ronaldo tidak menginginkan laga tersebut.
"Saya bisa menjamin Ronaldo tidak akan mengenakan seragam Portugal secara resmi lagi, bisa dikatakan begitu. Saya bisa memastikan bahwa selama Jorge Jesus masih menjadi pelatih Timnas Portugal, pertandingan persahabatan terakhir yang memungkinkan semua orang mengucapkan selamat tinggal kepada Cristiano Ronaldo tidak akan terjadi," kata Sepulveda.
Ia juga menjelaskan Ronaldo sebelumnya ingin pensiun setelah Piala Dunia 2026. Namun, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) yang baru, Pedro Proenca, bersama Jorge Jesus, berhasil meyakinkannya untuk tetap bertahan.
"Dalam pikiran Ronaldo, setelah mereka meyakinkannya untuk bertahan, mereka justru mengambil keputusan untuk melakukan hal ini kepadanya tanpa membelanya," ujar Sepulveda.
Jika klaim tersebut benar, situasi Ronaldo akan berbeda dengan rivalnya dari Argentina, Lionel Messi. Messi telah memainkan pertandingan internasional ke-208 sekaligus yang terakhir di Buenos Aires, Oktober lalu.
FPF Sebelumnya Ingin Memberi Penghormatan
Give Me Sport menganggap pernyataan Sepulveda tersebut menarik perhatian karena bertolak belakang dengan sikap awal Federasi Sepak Bola Portugal (FPF)
Dalam pernyataan sebelumnya, FPF menyampaikan keinginan untuk memberikan penghormatan yang layak kepada Ronaldo.
FPF menyebut Ronaldo telah mengangkat nama Portugal dan menginspirasi generasi muda yang bermimpi mengikuti jejaknya. Federasi bahkan menyebutnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa bagi banyak orang.
"Karena itu, Federasi Sepak Bola Portugal menolak membiarkan perpisahan ini berlangsung tanpa penghormatan yang semestinya. Kami memiliki keinginan kuat dan besar untuk mengorganisasi, merencanakan, berpartisipasi, serta bekerja sama secara aktif dalam sebuah penghormatan yang layak bagi karier Cristiano Ronaldo yang luar biasa," demikian pernyataan FPF.
Federasi juga menyatakan penghormatan tersebut akan menjadi kesempatan bagi para penggemar dan seluruh Portugal untuk kembali memberikan tepuk tangan serta merayakan pemain yang telah memberikan begitu banyak bagi negara tersebut.
Sumber: Give Me Sport