Bola.com, Jakarta - Thierry Henry merupakan satu di antara pemain terbaik yang pernah meramaikan Premier League. Bintang asal Prancis itu tampil luar biasa bersama Arsenal dan Barcelona, serta mencatatkan prestasi gemilang di level klub.
Henry berhasil meraih berbagai gelar bergengsi, dari Premier League, Liga Champions, La Liga, hingga Piala Dunia.
Namun, di tengah deretan pencapaian tersebut, ia justru tidak pernah mendapatkan penghargaan individu paling prestisius dalam sepak bola.
Pada 2003, Henry sempat diprediksi bakal meraih Ballon d'Or. Namun, penghargaan tersebut akhirnya jatuh ke tangan Pavel Nedved, yang mengungguli penyerang Arsenal itu dalam pemungutan suara.
Bertahun-tahun kemudian, Henry pernah ditanya mengenai kegagalannya meraih penghargaan tersebut.
Mantan pemain Timnas Prancis itu mengaku sudah menerima hasilnya dan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.
"Anda tidak bisa memperdebatkan pendapat. Ketika jurnalis terlibat dalam pemungutan suara, mereka memilih siapa pun yang mereka inginkan," katanya.
"Bagaimanapun Anda melihatnya, mereka memilih siapa pun yang mereka inginkan. Ketika melihat hasil pemungutan suara sepanjang sejarah, bukan hanya pada tahun saya, tetapi setiap tahun, Anda melihat tiga besar dan berpikir, benarkah? Ya, begitulah adanya. Anda tidak bisa memperdebatkan pendapat," ujar Henry.
Henry Tak Habis Pikir Gerrard Gagal Raih Ballon d'Or
Kendati sudah menerima kenyataan dirinya tidak pernah memenangi Ballon d'Or, Henry pernah melontarkan kritik keras atas kegagalan legenda Liverpool, Steven Gerrard, meraih penghargaan individu tertinggi di sepak bola itu.
Henry menilai Gerrard semestinya mendapatkan pengakuan atas kontribusinya ketika Liverpool meraih gelar Liga Champions secara dramatis dengan mengalahkan AC Milan.
Bagi Henry, performa sang kapten dalam final di Istanbul pada 2005 layak mendapat apresiasi lebih besar.
Gerrard kemudian melanjutkan kariernya dengan berbagai pencapaian hingga akhirnya pensiun sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain di Premier League.
Pengakuan atas kiprahnya juga datang melalui penghormatan di Premier League Hall of Fame. Situs resmi Premier League pernah mengutip pandangan Henry mengenai mantan rivalnya tersebut.
"Sungguh memalukan dia tidak memenangi penghargaan Pemain Terbaik Eropa setelah Istanbul pada 2005. Bagi saya, dia akan dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa," kata Henry.
Penghargaan Individu Tertinggi
Ballon d'Or sebelumnya dikenal sebagai penghargaan Pemain Terbaik Eropa. Pada awalnya, penghargaan tersebut hanya terbuka bagi pemain asal Eropa.
Aturan kemudian berubah pada 1995, ketika pemain dari negara mana pun yang berkarier di klub Eropa mulai memenuhi syarat untuk masuk dalam nominasi.
Pada 2007, cakupan penghargaan tersebut diperluas sehingga dapat diikuti seluruh pemain di dunia.
Dalam pemungutan suara Ballon d'Or 2005, Gerrard sebenarnya berhasil menembus tiga besar. Namun, ia harus puas berada di bawah Frank Lampard dan Ronaldinho, yang keluar sebagai pemenang.
Aksi Heroik Gerrard di Final Liga Champions 2005
Steven Gerrard menjadi sosok penting di balik salah satu comeback paling fenomenal dalam sejarah Liga Champions.
Liverpool mampu bangkit dari ketertinggalan tiga gol pada babak pertama saat menghadapi AC Milan, tim yang ketika itu diperkuat sederet pemain berkualitas dan dilatih Carlo Ancelotti.
Gerrard mencetak gol pertama Liverpool melalui sundulan melambung sebelum memenangkan hadiah penalti yang kemudian dikonversi Xabi Alonso untuk menyamakan skor menjadi 3-3.
Kontribusinya tidak hanya terlihat pada partai final. Gerrard juga memainkan peran besar dalam perjalanan Liverpool menuju laga puncak pada musim tersebut.
Salah satu momen yang sulit dilupakan adalah gol voli krusialnya ketika menghadapi Olympiacos. Gol itu memastikan Liverpool tetap bertahan di kompetisi Eropa.
Meski tampil luar biasa sepanjang perjalanan menuju gelar Liga Champions, pencapaian Gerrard ternyata belum cukup untuk meyakinkan para pemilih Ballon d'Or 2005
Sumber: Give Me Sport