Bola.com, Singapura - Tim sepak bola putri U14 asuhan Timo Scheunemann, MilkLife Kickers, mengakhiri perjalanan di Singa Cup 2026 kategori Girls U14 dengan menempati posisi kedua.
MilkLife Kickers sudah dipastikan tak bisa menjadi juara setelah wakil tuan rumah, Lion City Sailors, menang telak 9-0 atas wakil Australia, South Coast Baptist College, pada Jumat (6/11/2026) sore.
Tambahan tiga poin dan sembilan gol dari pertandingan itu membuat Lion City Sailors mengambil alih posisi puncak klasemen yang sebelumnya ditempati MilkLife Kickers.
Namun, MilkLife Kickers harus menunggu hasil pertandingan antara Freemantle City dan South Coast Baptist College yang baru dimainkan Sabtu (7/11/2026) pagi.
Status runner-up menjadi milik MilkLife Kickers baru dipastikan setelah Freemantle City hanya menang 3-1 atas South Coast Baptist College.
Sepanjang turnamen ini, MilkLife Kickers meraih tiga kemenangan dan satu kekalahan. Pada laga pertama yang berlangsung pada Kamis (5/11/2026), MilkLife Kickers menang 13-0 atas South Coast Baptist College dan kemudian kalah 0-1 dari Lion City Sailors pada hari yang sama.
Sementara pada Jumat (6/11/2026), Milklife Kickers menang 8-0 atas BMW dan 5-1 atas Freemantle City FC.
Meski Lion City Sailors, MilkLife Kickers, dan Freemantle City FC sama-sama mengoleksi sembilan poin dari tiga kemenangan, MilkLife Kickers harus finis dike posisi kedua karena kalah selisih gol dari Lion City Sailors.
Lion City Sailors menutup fase grup dengan selisih gol +32, hasil dari 35 gol yang dicetak dan tiga kali kebobolan.
Sementara itu, MilkLife Kickers mencatatkan selisih gol +24 dari 26 kalo memasukkan bola dan dua kali kebobolan.
Hasil Akhir Bukan Tolok Ukur, Berharap Pemain Terus Termotivasi
Pelatih MilkLife Kickers, Timo Scheunemann, menegaskan posisi di akhir turnamen bukan menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan tim dalam mengikuti Singa Cup 2026.
Pelatih yang juga membawa Indonesia Garuda Pertiwi menjadi runner-up pada turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026 itu berharap pengalaman menghadapi persaingan di level internasional dapat memotivasi para pemain untuk semakin giat berlatih dan meningkatkan kemampuan.
“Kalau bicara menang, semua pasti mau menang. Buat saya yang lebih penting adalah setelah dari Singa Cup ini, para pemain semakin termotivasi untuk terus fokus berlatih demi menaikkan level mereka," tegas Timo.
"Baru kita bicara soal hasil di atas lapangan, karena sebetulnya apa yang kami lakukan di sini adalah untuk mencari pemain berpotensi untuk nantinya dikembangkan agar bisa menjadi tulang punggung tim nasional. Semoga mereka bisa terus tekun berproses dan meningkatkan level permainan,” ucap Timo.
Sementara itu, penyerang MilkLife Kickers, Albianca Raula, menilai persaingan di Singa Cup 2026 berlangsung kompetitif.
Ia juga melihat adanya peningkatan kekompakan di dalam tim meski persiapan yang dijalani relatif singkat.
“Tahun ini lebih intens secara permainan. Kemudian secara tim, saya merasa musim ini lebih kompak secara permainan, chemistry satu sama lain juga nyambung. Padahal, bisa dibilang persiapan yang kami jalani termasuk singkat," ujar Albianca.
"Saya pribadi puas dengan hasil yang kami dapatkan di Singa Cup tahun ini. Pengalaman di sini jadi memotivasi saya untuk latihan lebih keras untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi,” lanjut jebolan MilkLife Soccer Challenge asal Jakarta itu.
Singa Cup merupakan turnamen sepak bola kelompok usia berskala internasional yang digelar di Singapura sejak 2011. Pada edisi 2026, turnamen ini diikuti 136 tim dari 13 negara.
Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife mengirimkan tim MilkLife Kickers untuk berkompetisi di kategori Girls U14.
Para pemain yang memperkuat tim merupakan hasil seleksi dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026.
Hasil Singa Cup 2026 Kategori Girls U14
Juara: Lion City Sailors (Singapura)
Runner-up: MilkLife Kickers (Indonesia)
Peringkat Ketiga: Fremantle City FC (Australia)
Peringkat Keempat: South Coast Baptist College (Australia)