Belajar Mengelola Kepanikan di Sistem Skor Baru BWF, Yuni Kartika: Permainan Jadi Lebih Cepat

MilkLife Superliga Junior 2026 menjadi salah satu ajang uji coba penerapan sistem penghitungan skor baru BWF, 3X15.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 November 2026, 20:00 WIB
MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, pada 2-8 November 2026. (Doc PB Djarum)

Bola.com, Kudus - MilkLife Superliga Junior 2026 menjadi salah satu ajang uji coba penerapan sistem penghitungan skor baru yang disiapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang akan dipakai mulai Januari 2027.

Turnamen beregu putra dan putri kelompok usia U-13, U-15, U-17, dan U-19 yang berlangsung di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, pada 2-8 November 2026 itu memberikan gambaran awal mengenai adaptasi atlet terhadap format pertandingan baru.

Advertisement

Sistem skor 3x15 membuat pertandingan berlangsung lebih cepat dibandingkan format sebelumnya, yakni 3x21. Kondisi tersebut turut memengaruhi pendekatan permainan para atlet muda yang cenderung lebih agresif dan berusaha segera mengambil inisiatif serangan.

Ketua Panpel MilkLife Superliga Junior 2026, Yuni Kartika, menilai perubahan tersebut membuat tingkat kepanikan pemain meningkat. Mereka terlihat lebih berorientasi untuk menyerang dan mempercepat permainan ketimbang membangun reli panjang.

"Hasilnya mainnya cepat banget. Karena ternyata 15 membuat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ketika 21. Anak-anak hampir jarang main reli, lebih banyak main mau menyerang, mau mendahului, mau mempercepat," ujar Yuni.


Adaptasi

Djarum A U-17 Putri, Rahmadani Kalia optimistis meraih gelar juara di MilkLife Superliga Junior yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus. (Doc Milklife Superliga Junior)

Meski demikian, Yuni menilai kondisi tersebut masih menjadi bagian dari proses adaptasi. Ia mengingatkan bahwa ketika sistem 3x21 pertama kali diterapkan, para pemain juga membutuhkan waktu untuk menemukan pola permainan yang tepat.

Menurutnya, atlet membutuhkan pengalaman bertanding agar semakin nyaman dengan format baru. Setelah terbiasa, pemain diharapkan tidak hanya mengandalkan kecepatan dan serangan, tetapi juga mampu membangun reli dengan lebih sabar.

"Ini baru permulaan. Dulu 21 awal juga semua orang main kayak gini. Sampai pada akhirnya mereka sudah terbiasa dan berani lebih banyak membuka bola reli. Tapi ini belum, terutama atlet-atlet junior," jelasnya.

 


Butuh Proses

Yuni memperkirakan proses penyesuaian membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Setelah periode tersebut, perkembangan pola permainan dan kesiapan fisik atlet dalam menghadapi sistem 3x15 bisa terlihat lebih jelas.

"Ini proses untuk belajar. Kita akan lihat dulu sampai seberapa mereka nyaman main di poin 15. Sekarang rasanya cepat banget. Nanti kita lihat lagi sebulan dua bulan, mungkin sudah terbiasa," katanya.

Melalui MilkLife Superliga Junior 2026, penerapan sistem skor baru ini diharapkan memberikan gambaran mengenai respons atlet kelompok umur terhadap perubahan aturan. Hasil pengamatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses adaptasi menuju format pertandingan yang berpotensi diterapkan lebih luas.

Berita Terkait